Dua Aktivis HAM ungkap Kekecewaan Terhadap Jokowi saat Seminar Nasional II AMPTPI Manado

Cinque Terre
Alexander Gobai

7 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

MANADO,KABARMAPEGAA.com— Asosiasi  Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) Dewan Perwakilan Cabang Manado, Sulawesi Utara menyelenggarakan Seminar Nasional yang  Ke-II. Dalam seminar tersebut dihadiri dua narasumber yakni anggota DPRP Papua, Laurenzius Kadepa sebagai pembicara II dan Mantan Komnas HAM, Natalius sebagai pembicara I.

 

Seminar Nasional yang berthemakan: Bersatu Selamatkan Manusia dan Alam Papua" ini berlangsung di Aula Asrama Cendrawaih Putra Papua Menado, Sabtu (17/03/2018). Acara ini pun di buka secara resmi oleh  Badan Pengurus  AMPTPI, Chiko Wanena, Sekaligus mengapresiasi kepada kedua narasumber yang  mana telah memberi motivasi Kepada ratusan mahasiswa/I Papua. 

 

Mantan KOMNAS HAM RI Natlius Pigai mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kekecewaan ini ia sampaikan saat bicara dalam Seminar Nasional berlangsung.

 

"Masih banyak kekerasan dan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua dan tak pernah terselesaikan, dan Kita lihat di Papua kasus pelanggan HAM apa yang sudah selesai di tangan Jokowi? Satu pun tidak ada, dan penembakan yang terjadi di paniai sejak akhir 2014 lalu yang menewaskan 4 siswa pelajar paniai itu saja tak pernah selesai," ujar Natalus dalam penyampaian materinya yang ditangkap media ini.

 

Dalam Seminar Natalius Pigai, terang-terang berpesan kepada Mahasiswa Papua yang menyetap di Sulawesi Utara untuk harus tajamkan pisau otak, skill dan diterampilan.

 

"Akibat tak adanya ketegasan dari pemerintah, menurut Natalius, kekerasan serta pelanggaran HAM terhadap rakyat Papua akhirnya terus menerus berlanjut," katanya.


Sementara itu, anggota DPRP Papua, Komisi 1 yang membidangi Polhukham, Laurenzius Kadepa mengatakan konflik horisontal yang sedang terjadi di Timika, Papua.


"Konflik di Timika tepatnya di kwamki lama adalah konflik holizontal yang dimainkan atau diciptakan oleh oknum-oknum tertentu  yang mengutamakan kepentingan pribadi," katanya.
 
  
lanjut Kadepa, dua hari lalu masih ada penyisiran di Jayapura. Ada satu mahasiswi uncen, Yulin Giyai beringgus nyawanya setelah mengkomsumsi makanan di sebua warung makan."Peristiwa ini menambah panjang deretan pelanggaran HAM di Papua" ujar Laurezius.


Menurutnya, tanah Papua, tanah yang kaya itu sedang ancaman keluarga,  suku, dan bangsa. Sangat relatif kendalikan konflik itu dari pihak-pihak yang berwenang yang sedang memasang untuk menghabiskan OAP. 


"Mengapa karena dengan kapitalisme dan klonialisme sangat meningkat,  niat Tanah Papua jadikan tanah milik Indonesia. Dengan begitu Jokowi juga  datang ke papua hanya bagi-bagi Sepeda, tanpa bertanya mengenai masalah mendasar yang dialami oleh rakyat," paparnya lagi.


Kemudian pantauan media ini dilapangan, kegiatan seminar nasional AMPTPI II berjalan dengan lancar sesuai yang direncanakan/diagendakan tanpa kekuarangan suatupun sampai selesai.

 

Pewarta:  Anton F Gobay
Editor   : Manfred Kudiai

Baca Juga, Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait