Dua Pemuda ditembak, DAM Dogiyai Kutuk Perbuatan Aparat Indonesia

Cinque Terre
Alexander Gobai

4 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

DOGIYAI,KABARMAPEGAA.com--Dewan Adat Mee  (DAM) Kabupaten Dogiyai mengutuk perbuatan aparat Indonesia yang bertugas didaerahnya. Perbuatan tidak manusiawi kembali melakukan oleh  aparat gabungan (TNI/POLRI menembak  2 Pemuda bernama Rudi Auwe dan Gery Goo. Insiden itu terjadi pada Jumat malam (06/04/18) sekitar pukul 21.00 WIT di Kampung Mauwa, Kabupaten Dogiyai, Papua .

 

Kronologis yang dihimpun media ini, Sekitar Pukul 21.00  WIT sekelompok pemuda duduk bercerita di jalan lalu  sebuah mobil yang diduga milik para anggota menabrak sekelompok pemuda yang sedang duduk santai di tepi jalan raya, tepatnya di depan SPBU Kampung Mauwa.

 

Beberapa menit setelah kejadian itu berlalu, 2 mobil milik Bandar Udara Moanemani yang selama ini dijadikan mobil patroli oleh Paskhas TNI Angkatan Darat dan Udara serta mobil patroli Polsek Kamuu datang dan mengeluarkan rentetan tembakan ke arah sekelompok pemuda itu.

 

"Rentetan tembakan itu membuat kami bertahan untuk melawan karena kami tidak salah,"katanya seperti dikutip jelata news.

 

Akhirnya, dari insiden ini melukai dua orang mengalami luka berat akibat tembakan di lengan bagian kanannya dan paha dilarikan Nabire untuk menjalani pengobatan.

 

Ketua DAM Kabupaten Dogiyai menegaskan agar aparat indonesia melaui TNI dan PORLI yang bertugas di Dogiyai  bertanggungjawab atas penembakan terhadap dua pemuda. Perbuatan  apa yang dilakukan itu merupakan tindakan yang biadab dan tidak berperi kemanusiaan.

 

“Dua pemuda yang korban penembakan ini  saya punya masyarakat. Saya kutuk perbuatan aparat. Pelakunya harus dicopot jabatanya,” Ujarnya Ketua DAM melaui pesan elektronik kepada wartawan kabarmapegaa.com

 

Germanus Goo mempetanyakan, kegunaan alat Negra. Senjata alat Negara bukan untuk menembak warga.

 

Goo juga mengharap kepada masyarakat agar berhati-hati berada di tempat-tempat umum. “Dimana ada perkumpulan orang papua pihak aparat selalu curiga dan akan bertintak secara tidak manusiawi,”  ujarnya.

 

Sementara itu, Sekjen Dewan Adat Mee (DAM) Kabupaten Dogiyai, Alexsander Giyai menyatakan, Insiden Jumaat (06/04)  di kampung Mauwa adalah kejadian murni dari aparat indonesia melalui aparat gabungan yang bertugas di Dogiyai.

 

“ Kami pengurus DAM Dogiyai mengkutuk perbuatan aparat indonesia. Pasti Tuhan yang punya nyawa juga mengutuk mereka ,” Katanya.

 

Lanjutnya, Sekjen DAM Alexsander Pakage, kehadiran  aparat di Dogiyai tujuaanya untuk menggangu dan tidak menjaga kenyamanan masyarakat , kapan Kabupaten Dogiyai akan maju. Beberapa hari kedepan Pemda Dogiyai akan susun program kerja maasin-masing OPD dilingkungan Kabupaten Dogiyai.

 

“Perbutan tidak manusia yang dilakukan aparat indonesia ini bertepatan hari besar umat kristen diseluruh tanah, dimana tanggal 6 April adalah hari masuknya injil di Papua,” katanya lagi.

 

Pewarta : Martinus Pigome

Baca Juga, Artikel Terkait