Etika Pembelajaran Dalam Kelas di Sekolah

Cinque Terre
Alexander Gobai

5 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Oleh, Damianus Muyapa


OPINI, KABARMAPEGAA.com – Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan  guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang di berikan guru agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan. Penguasaan dan kemahiran tabiat. Serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.


Dalam pembelajaran harus ada perlengkapan fasilitas dalam kelas. Kalau tidak ada fasilitas yang lengkap berarti sulit untuk jalankan etika pembelajarannya. Sekolah-sekolah yang ada ini tidak dapat di sediakan dengan fasilitas semaksimal mungkin untuk menunjang proses belajar mengajar dalam kelas, maka etika pembelajaran dalam kelas sangat terpengaruh pada setiap saat.


Etika Pembelajaran dapat di gunakan dimana-mana sesuai dengan etika yang dimliki oleh seseorang yang ada. Penggunaan etika dalam hidup bisa membawa pengaruh yang besar bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.  Untuk membentuk etika dari lingkungan dimana kita hidup. Kalau pembinaan yang kurang bagus bahkan tidak ada pembinaan maka orang tersebut tidak di gunakan etika dalam segala sesuatu terutama dalam kelas ketika belajar bersama di dalam kelas.

       
Selain itu, guru mengajar tanpasSilabus, Rencana Proses Pembelajaran (RPP), apa lagi bahan mengajar dapat di foto kopi, dan juga di dounload internet dari tulisan orang lain, kemudian mengajarkan kepada siswa, dan lain sebagainya. Apakah guru menggunakan etika pembelajaran terhadap siswa-siswi? Tentu saja bahwa, cara seperti itu tidak di gunakan etika pembelajarannya. 


Pandangan penulis etika pembelajaran dalam kelas di sekolah adalah sebagai berikut:


1. Guru harus mempersiapkan Rencana Proses Pembelajaran (RPP), Silabus, dan modul mengajar kepada siswa-siswi di kelas harus menulis  sendiri, bukan mencopi pastekan tulisan orang lain. 


2. Etika pembelajaran dalam kelas dapat di gunakan oleh guru dengan cara pandangan yang baik adalah tidak terfokus pada sesuatu yang menarik perhatiannya, namun harus meliputi seluruh kelas, bersikap tenang, tidak gugup, tidak kaku, ambil posisi yang baik sehingga dapat dilihat dan didengar peserta didik.


3. Guru menghadirikan senyuman yang dapat mengusahakan dan menciptakan situasi belajar yang sehat, suara yang terang dan jelas, dan diadakan variasi sehingga suara yang simpatik akan selalu menarik perhatian bagi anak-anak. 


4.  Siswa-siswi harus mengikuti dan melakukan sesuai dengan semua situasi sehat yang dapat di buat oleh guru dalam pembelajaran di kelas. 


Dengan demikian, guru dan siswa-siswa pada jaman sekarang tidak di gunakan etika pembelajaran dalam kelas, guru bersikap tidak tenang, gugup, kaku, tidak ambil posisi yang baik pada saat mengajar dan lain sebagainya. Begitu pula siswa-siswi tidak mengikuti situasi sehat yang di buat oleh guru, namun melawan dengan sikap yang kasar, bandel,  tidak mengerjakan tugas dalam kelas,  dan lain sebagainya. Oleh karena itu, etika pembelajaran dalam kelas di sekolah dapat di terapkan dengan baik dari sekarang untuk kedepan. (Frans P/KM)


Penulis adalah Pemerhati Pendidikan di Tanah Meeuwodide, Papua
 

Baca Juga, Artikel Terkait