Ini Hasil Verifikasi Faktual Baclon Perseorangan Bupati Paniai

Cinque Terre
Alexander Gobai

8 Bulan yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

PANIAI, KABARMAPEGAA.ÇOM--Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Kab. Paniai menggelar pleno verifikasi faktual dari tiga Baslon perseorangan  setelah tertunda selama kurang lebih 6 hari sejak jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, dilaksanakan hari Minggu, (7/1/2018) dari Ruang Rapat Kantor KPU Madi-Paniai.

 

Dalam sidang pleno, bersama KPU dan Bawaslu hanya satu  Baslon perseorangan yang memenuhi syarat ialah pasangan Yehuda Gobai dan Yan Tebai, sedangkan dua pasangan Baslon lain Yunus Gobai dan Markus Boma dan Naftali Yogi dan Marten Mote diberikan status  belum memenuhi syarat (BMS) sehingga diberikan kesempatan  selama 11 hari terhitung hari ini. 

 

Menurut penjelasan KPU dalam pleno bahwa data penelitian verifikasi ini melalui tiga tahapan yaitu PPS, PPD, dan KPU sehingga disingkronisasi dengan pengisian data melalui aplikasi. 

 

Hasil perolehan verifikasi faktual  yang dibacakan dan diikuti berkas BK-6 bersama KPU, Bawaslu bersama Baclon dan masing-masing team sukses yaitu pertama,  pasangan perseorangan Naftali Yogi dan Marten Mote sebanyak 6.724 dukungan dari 12 distrik. 

 

Kedua, pasangan Yehuda Gobai dan Yan Tebai, mencapai jumlah 18.661 dukungan dari 17 distrik  yang telah terverifikasi oleh PPS, PPD dan KPU. 

 

Ketiga, pasangan Yunus Gobai dan Markus Boma  sebanyak 5.397  dukungan, dari 12 distrik yang telah terverifikasi oleh PPS, PPD dan KPU. 

 

Pihak KPU mengumumkan semua baclon baik Parpol, maupun jalur perseorangan untuk didaftarkan selama tiga hari kedepan. Perseorangan yang belum memenuhi syarat pun ikut  mendaftarkan diri sambil melengkapi syarat-syaratnya. 

 

Dalam kesempatan yang sama Kapolres Paniai mengatakan semua Baclon perseorangan maupun tim untuk memberikan himbauan tahun politik, aman, damai, sejahtera untuk kita semua baik masyarakat maupun semua pemimpin.

 

"Pilkada Intan Jaya, membawah derita, jangan menjadikan patokan untuk Intan Jaya. Disana terjadi kelaparan banyak hal, persoalan yang kompleks sehingga jangan memaksakan kehendak, banyak rumah, kantor dibakar," katanya.

 

Harapnya, dimana ada pesta demokrasi disitu ada siap menang dan kalah sehingga mari ciptakan iklim sejuk dalam berpolitik maka  jauhkan penganiyaan, meresahkan masyarakat kita.


 
Pewarta: Marinus Gobai
Editor : MK/KM

Baca Juga, Artikel Terkait