Kembalikan Guru ke Sekolah, Siswa SMA Negeri 2 Wagete gelar Aksi Damai ke Kantor Dinas P dan K

Cinque Terre
Alexander Gobai

7 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

DEIYAI, KABARMAPEGAA.com--Siswa-siswi SMA Negeri 2 Wagete, Kabupaten Deiyai melangsungkan aksi unjuk ras ke Dinas P dan K menuntut agar guru-guru kembali ke sekolah dan melanjutkan Profesinya. Rabu, (24/01/2018).

 

Aksi tersebut dilakukan, untuk menuntut agar guru mereka yang sudah dipindah kerja serta guru yang jarang masuk  sekolah, bisa kembali ke sekolah mereka.

 

“Aksi ini diadakan karena banyak guru-guru yang tidak menjalankan tugasnya yang mengakibatkan proses belajar-mengajar tidak jalan pada sesmestinya,” jelas  Anggota Osis SMAN 2 Wagete, Miklena Edowai, kepada media ini saat diwawancara langsung sejak pukul 10.30 waktu Papua di depan kantor Dinas P dan K kabupaten Deiyai.

 

Jelas Mikalena, waktu kami belajar terbuang sia-sia hanya karena kekurangan tenaga pengajar. Kami menuntut agar pihak dinas P dan K bagi  guru-guru yang sedang kerja di dinas segera kembalikan ke sekolah.

 

“Hanya karena tenaga guru kurang dan guru yang ada pun jarang masuk.  kami siswa korban. Maka harapan kami, bagi guru yang hanya karena kepentingan politik tarik ke kantor mana saja agar  kembalikan ke sekokahnya,” harapnya.

 

Massa unjuk rasa yang datang  lengkap dengan mengenakan pakaian seragam "putih abu-abu"  dan bergantian berorasi itu, disambut baik oleh Pieter Adii S. Sos selaku kepala Dinas P dan K kab Deiyai.

 

"Aksi ini saya berikan jempol dan siap terima aspirasi mereka. Karena banyak guru yang pindah ke kantor entah kenapa, sehingga sekolah mati," tutur Adii di depan massa aksi.

 

Menanggapi aksi unjuk rasa siswa SMAN 2 ini bahwa, kata Kepdis P dan K, Pieter mengatakan, lambat atau cepat kami akan rapat koordinasi, lalu kami kembalikan ke sekolah awalnya.

 

Berbeda tempat setelah terima aspirasi Siswa SMAN 2 Wagete, Pieter juga meminta kepada guru-guru agar fokus mengajar dan jangan terlibat ambil bagian dalam partai-partai politik.

 

"Semua guru-guru mulai dari Paut, TK, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Deiyai kembali ke sekolahnya dan  fokus pada mengajar," tegas Adii kepada media ini saat diwawancara di ruang kerjanya. Sejak pukul 11.30 waktu Papua. Rabu (24/1/2028).

 

Kepada tenaga pengajar (guru) kabupaten Deiyai, Pieter  tegaskan jangan tingalkan sekolah dan pergi gabung dalam politik. "Bila hal itu terjadi, proseas belajar mengajar akan kacau" tururnya.

 

"Saya berharap semoga hal ini tidak terjadi di Deiya biar siswa yang kita didik ini menjadi anak yang berbobot," katanya  mengakiri  wawancara media ini.

 

Pewarta: Pet Douw

Editor : Manfred Kudiai/KM

Baca Juga, Artikel Terkait