Keterlibatan OMK di Gereja Minim

Cinque Terre
Alexander Gobai

5 Bulan yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com -  Keterlibatan Orang Muda Katolik (OMK) di dalam kegiatan-kegiatan gereja dinilai minim. Apalagi kegiatan lebih  tidak digerakkan.

 

Hal ini, disebabkan kesibukan dalam aktivitas perkebun dan berpendidikan. 

 

Demikian Disampaikan Ketua Stasi Gereja Katolik St. Bunda Maria, Koya Koso, Kasianus Laho, Jumat, (16/03/18) di Koya Koso.

 

Selain  kesibukan bertani dan berpendidikan, kata Laho, kurang adanya pendekatan anak-anak muda yang bertujuan memberikan pelayanan kasih, seperti ret-ret, kemping dan kegiatan rohani lainnya.

 

“Saya pikir, anak-anak mahassiswa seperti Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK), baik di USTJ dan UNCEN bisa datang melakukan kegiatan pelayanan yang bisa menggerakan  hati muda-mudi katolik agar mereka pun bersemangat menggerakan gereja,” katanya.

 

Dikatkan, dirinya dengan beberapa anak muda sudah melakukan tempat olah raga seperti lapangan bola voli dengan harapan agar mereka semangat melibatkan di gereja, namun tidak tidak pula.

 

“Sekarang, lapangan bola voli tinggal kenangan, karena tidak ada anak muda yang bermain. Mereka semua melakukan aktivitas lain, ada yang ke kota dan ke kebun,” jelasnya.

 

Keterlibatan anak muda, kata dia, hanya pada  hari-hari besar, seperti paskah, natal dan kegiatan-kegiatan rekoleksi, itu pun hati tergerak untuk mengikutinya.

“Serius, anak muda di gereja ini sudah tidak  terlihat, hampir tiap tahun tidak ada yang mau melibatkan diri di dalam  gereja,” katanya.

 

Dirinya berharap, jika berkesempatanpara frater tiap satu bulan datangi ke statsi-stati untuk melakukan kegiatan semacam kemping selama 2 atau 3 hari.

 

Sementara itu, Sekretaris Keluarga Mahasiswa Katolik  St. Kristoforus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Papua, Maria Y. Almung, didirnya mengaku kalau di beberapa gereja seperti koya koso, koya timu dan Arso kota, Arso III, terlihat minim anak-anak muda yang menggerakan gereja.

 

“Kami perna melakukan kegiatan pelayan kasih selama kurang lebih 1 minggu bertepatan pada hari paskah di Arso Kota Gereja Katolik St. Wilbrodus, disana pun anak-anak muda sangat minim. Semua  melakukan kegiatan-kegiatan bertani dan kegiatan lainnya tanpa melihat perkembangan gereja,” Katanya.

 

Pewarta    :Alexander Gobai

 

#Budaya

Baca Juga, Artikel Terkait