Mahasiswa Jayawijaya Surabaya Meminta Pemda Mengirim Tim Pemeriksa Dana Terkait Asrama Baliem yang Masih Belum Renovasi Sepenuhnya

Cinque Terre
Alexander Gobai

5 Bulan yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

SURABAYA, KABARMAPEGAA.com – Badan Pengurus Harian Mahasiswa Jayawijaya, Surabaya Nies Tabuni kepada media www.kabarmapegaa.com menyatakan bahwa,  “Renovasi Asrama Mahasiswa Jayawijaya, Papua di Kota Metropolitan Keputih Perintis III, Surabaya dilakukan dimulai pada 17 Juli 2017 dengan perjanjian kontrak kerja selama tiga bulan, namun sayangnya hingga saat ini Februari 2018 belum selesai sepenuhnya, mahasiswa belum bisa tempati karena asrama tidak memadai dan tidak layak untuk dihuni, disampaikan pada dua bulan lalu (14/01/2018).

 

Nies mengatakan bahwa, Pemda Jayawijaya sebaiknya mengesampingkan pemikiran korupsi dan stop korupsi. Mahasiswa akan bertindak tegas dan kami akan laporkan kasus penyalahgunaan dana sebenar Rp. 125.000.000 (Satu milyar dua puluh lima juta ribu rupiah).

 

“Kondisi asrama saat saat ini, air, listrik, perlengkapan dalam kamar dan lainnya belum dipasang dan tidak layak untuk di huni. Dalam renovasi asrama ini dana yang di gunakan hanya dengan Rp, 290.000.000 (dua ratus sembilan puluh juta ribu rupiah) sedangkan Rp, 835.000.000 (delapan ratus tiga puluh lima juta) dikemanakan di pake kemana? Instalasi listrik, air bersih belum di pasang, perlenkapan dalam kamar tidur mahasiswa belum di lengkapi, apakah ini model kerja kalian?” ujarnya.

 

“Kepada Pak lazarus Wenda CV. Nessi Jaya, tolong segera selesaikan asrama kami karena pernjanjian tiga bulan, sampai sudah masuk Februari 2018. Bapak harus tahu bahwa ini masuk kasus penipuan penggunaan dana negara, kami akan segera laporkan ke pihak berwajib untuk bapak dan jajaran lainnya agar kalian di tangkap atas penyalagunaan dana negara,” tegasnya Tabuni.

 

Pantauan media kepada Asrama Mahasiswa Baliem, Jayawijaya pada bulan-bulan terakhir ini mahasiswa mengklaim Pemda Jayawijaya tidak fokus dan tidak rela hati untuk renovasi asrama tersebut dan mahasiswa juga mengklaim Pemda hanya umbar-umbar janji manis, padahal dana tersebut sudah dialokasikan dan dalam pembenahan namun hingga saat ini belum selesai.

 

Salah satu Mahasiswa Papua asal Jayawijaya di Surabaya, “korupsi dana Asrama Mahasiswa Jayawijaya jika tidak menuntaskan renovasi asrama dengan dana yang sudah ada, maka dengan tegasnya akan laporkan ke pihak berwajib karena gedung Asrama Mahasiswa Baliem Surabaya masih belum pada tahapan penyelesaian secara utuh,” tegasnya.

 

“Dana sebesar ini di kemanakan? Ini dana negara, stop korupsi! Sampai saat ini asrama belum di renovasi 100%, dampak keterlambatan ini mahasiswa terlantar karena kewalahan tempat tinggal,” pungkasnya.

 

 “Meminta juga pemerintah segera mengirimkan badan pemeriksa keuangan daerah segera ke Surabaya agar ada transparansi pekerjaan yang dilakukan  oleh pemegang proyek dan juga berharap bapak yang mengaku dari Dinas PU Kabupaten Jayawijaya segera datang ke Surabaya,  masukan air bersih jika tidak kita juga akan laporkan kasus ini ke Pihak berwajib KPK dan Kepolisian Daerah dan lembaga Bantuan Hukum, Surabaya agar kasus ini bisa selesai pungkas Nies Tabuni jabat sebagai Ketua Mahasiswa Jayawijaya selama 02 periode hingga masuk 2018 pungkas kepada media,” tutupnya.

 

(Admin/KM)

Baca Juga, Artikel Terkait