Meningkatnya Tingkat Kematian Bagi  Generasi Muda Papua

Cinque Terre
Alexander Gobai

4 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Oleh, Yulianus Taa*)

 

OPINI, KABARMAPEGAA.com – Angka kematian generasi muda Papua terus meningkat dan mulai berkurang pada angka kelahiran di tanah Papua. Kematian tersebut diakibatkan oleh berbagai ancaman ketidakadilan yang merata, yaki; tabrak lari, penikaman, pembantaian, pemerkosaan, penindasan dan penipuan guna menyeret nyawa, dari kehidupan sosial pun sangat konduktif yang menyeret jiwa anak muda kedalam situasional global, misalnya; melalui cium lem aibon, dalam minuman keras, menerapkan sitem KB di tanah Papua dan berbagai tindakan lain yang diterapkan di pelosot-pelosot bumi Papua.

 

Kami dilahirkan bukan untuk menyeretkan nyawa, tapi kami punya hak untuk hidup dalam kehidupan ini. Akhir-akhir ini terlihat banyak sekali masalah yang mengakibatkan kematian itu bertambah bagi kaum muda Papua, lebih khusus ras bangsa Papua. Dengan adanya kejadian yang terjadi pada umumnya di tanah Papua, hanyalah kematian bagi generasi muda Papua. Kejadian tersebut menjadi tolak ukur untuk kita melihat bagimana kematian ini berawal? Tentu saja, jika kita melihat secara realita kehidupan manusia Papua, banyak faktor yang mengakitkan kematin itu meningkat pada puncaknya.

 

Dengan berbagai masalah yang sangat menakutkan terjadi di tanah Papua ini, yang tak terduga sudah menghancurkan bahkan mematikan kehidupan untuk hidup dan berjuang bagi kaum muda Papua terkini. Namun, terseret ribuan anak muda yang mati dengan tidak mermartabat, yakni karena adanya pelanggaran HAM yang kian meningkat di tanah Papua.

 

Kami pun sering bertanya bahwa kematian yang terjadi apakah kami sendiri yang salah atau karena dengan tindakan orang lain? Tapi kebanyak ada kematian akan berangkat dari ketidakadilan yang merata terhadap rakyat Papua, terutama terhadap kaum muda Papua yang berdomisili di berbagai daerah di Papua.

 

Tak luput dari bulan ke bulan pasti saja anak muda Papua yang meninggal akibat menabrak, bahkan dengan tindakan lain, maka jika kita merefleksi bahka maksud dan tujuan mereka melakukan hal demikian karena hanya menghabiskan generasi muda Papua. Karena berkembangnya ternologi akan memberikan informasi yang aktual dalam masa penjajahan ini.

 

Kasus kematian yang sekian banyak manusia Papua, terus meningkat. Apakah kami siap menghadapi masalah besar itu? Untuk memutuskan mata rantai kematian yang kunjung henti. Kembali pada kesadaran manusia Papua itu sendiri.

 

Nyata bahwa dalam konteks situasional terkini untuk Papua, maka sistem pun akan dimainkan agar generasi bangsa Papua punah begitu saja. Karena kita melihat bahwa kematian kaum perempuan Papua sangatlah minim dibandingkan kaum laki-laki Papua pada saat ini. Hanyalah, tapi perlawana kita bukan akhir dari kematian ribuan anak muda Papua, tapi kami ada untuk lawan kejamnya kemanusiaan yang ada di tanah Papua.

 

Program transmigrasi di tanah Papua, akan menyebabkan ketidaknyamanaan rakyat Papua untuk beradaptasi dalam lingkungan yang mencampuraduk kebudayaan, hak milik telah dirampas, hak ulayat tanah telah dimiliki, dan berbagai bentuk sistem penindasan untuk mereka menguasai tanah dan menghilangkan nyawa anak bangsa Papua, maka kami tegaskan bahwa, pemerintah daerha maupun provinsi harus melihat ancaman yang mengakibatkan kehidupan manusia Papua hancur. Papua bukan Indonesia, Papua tetaplah Papua.

 

Alamku dirampas oleh kaum kapitalisme, seakan milik mereka. Kami terlantar dan miskin padahal kami punya alam begitu kaya raya, manusia hidup dari alam yang tersedia bukan manusia disingkirkan dan menghabisi nyawa, maka hidupilah alam sebagai jantung ketersediaan berbagai macam sumber kehidupan di atas tanah Papua. Selagi kami mash hidup, kami terus mengorbankan semangat perlawanan, hingga kebebasan akan kembali pada sejarah bangsa kami, Papua.

 

Penulis adalah Aktivis FIM Manokwari, Papua

 

Editor: Frans Pigai

Baca Juga, Artikel Terkait