Orang Asli Papua Untuk Kedepan

Cinque Terre
Alexander Gobai

5 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Oleh, Damianus Muyapa

 

OPINI, KABARMAPEGAA.com – Manusia tidak bisa hidup sendiri, namun manusia hidup saling ketergantungan satu sama yang lain. Manusia bisa mendapat sesuatu bila manusia terbuka dengan siapa saja walaupun orang tidak mengenal diri pribadi secara mendalam. Sosial adalah salah satu masalah yang harus di angkat dan di bicarakan oleh manusia dalam hidup, oleh karena itu, pada bagian berikut ini dapat membahas bagaimana Orang Asli Papua (OAP) mempererat hubungan yang ada maupun sebelumnya tidak ada dapat membuat hubungan lagi dalam hidup untuk kedepan.

 

1. Orang Asli Papua Mempererat Hubungan Antar Pribadi Dengan Tuhan

 

Orang Asli Papua (OAP) mempunyai banyak karakter yang ada, pada jaman dulu orang papua dapat melakukan segala sesuatu secara baik, dibandingkan dengan pada jaman sekarang, hubungan yang ada saja dapat berpisah dan susah membuat hubungan lagi. Itu terjadi karena perkembangan jaman. Apa lagi hubungan dengan Tuhan.

 

Jadi bagaimana Cara manusia pada jaman sekarang untuk mendekati dengan Tuhan? Cara mendekati dengan Tuhan kembali dari diri pribadi, Manusia sudah punya akal budi dan pikiran di bandingkan dengan makluk yang lain sehingga orang Papua harus mempererat hubungan dengan Tuhan dengan cara selalu membaca Firman Tuhan dan melakukan hal-hal yang positif di dalam hidup, salah satunya adalah: mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri. Bila kita mempunyai ubi dua buah berarti yang satu buah ubi harus memberikan kepada orang lain yang sedang mengalami kelaparan, lain sebagainya.

 

2. Orang Asli Papua Mempererat Hubungan Pribadi Dengan Alam

 

Alam adalah mama atau nyawa bagi Orang Asli Papua (OAP). Kita harus di ketahui bahwa Alam dan Manusia ada berhubungan dalam hidup. Allah pertama berkomunikasi dengan alam dan alam membantu semua kebutuhan manusia dan semua kebutuhan yang ada saling membantu atau memberikan kepada orang yang punya kepada orang lain, Alam adalah mama kita, tetapi Kadang-kadang dapat melakukan dan menghancurkan alam, dan tidak sopan dengan alam yang ada di sekitar kita.

 

Ada sebuah cerita nyata dalam hidup bahwa saya berangkat ke pelabuhan Paumako pada suatu hari, dalam pertengahan jalan ada seorang laki-laki membunuh luar lalu binatang tersebut taruh di tengah jalan raya, akhirnya ular hancur. Lain pula bahwa orang selalu menebang kayu tanpa minta permisi apa lagi menebang kayu semabarangan, mencabut rumput juga tidak selalu minta permisi apa lagi pada saat kita jalan tarik rumput tanpa tujuan yang jelas, dan lain sebagainya. Ada lain lagi bahwa ada seorang laki-laki membuang kencing di pingir jalan raya banyak rumput-rumputan ketika saya tiba dia kaget dan dia tidak minta permisi sama rumput-rumputan yang ada.

 

Nah, menurut cerita tersebut di atas ini, kalau ada orang membuang kencing di kamar tidur anda, apakah anda senang atau marah? tentu saja anda dapat marah kepada orang yang membuang kencing. Dari cerita-cerita tersebut diatas ini, orang Papua harus berhenti bila dapat melakukan sebelumnya, dan untuk kedepan orang Papua harus memperat hubungan dengan alam.

 

3. Orang Asli Papua Memperat Hubungan Manusia Dengan Manusia

 

Manusia adalah makluk hidup yang termulia dibandingkan dengan makluk yang lain. Manusia mampunyai akal budi atau manusia mapunyai pikiran yang bisa membedakan mana yang baik dan yang tidak baik. Makhluk selain manusia hanya pembawaan atau naluri. Manusia tidak bisa hidup sendiri namun manusia hidupnya saling ketergantungan antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu, Orang asli papua mempererat hubungan dalam hidup ini.

 

4. Orang Asli Papua Mempererat Hubungan Antar Keluarga

 

Dalam kehidupan keluarga selalu ada masalah baik masalah besar maupun kecil, segaja maupun tidak segaja, tetapi masalah dapat di selesaikan dalam keluarga sendiri, sumber masalah bisa dalam anggota keluarga maupun dari pihak luar. Ada sebuah ilustrasi bahwa pada jaman sekarang sudah alat-alat elektronik diantaranya adalah handphone, internet, satellite dan lain sebagainya.

 

Dengan adanya alat eloktronik, salah satunya adalah HP (Handphone). Handphone berfungsi untuk mudah berkomunikasi dengan orang yang ada di tempat yang jauh dari kita, tetapi ada hal negatif yang terjadi setelah ada handpone. Salah satunya adalah suatu saat menelopon kepada orang yang tidak di kenal indentitasnya, maka si suami di angkat telepon di depan Istri akhirnya cemburu, marah sampai kelurga menjadi berpisah,bercerai dan lain sebagainya, pada hal yang di telepon dari hubungan kelurga yang terdekat dengan suami.

 

Lain pula bahwa hidup seseorang selalu membading-bandingkan ketika salah seorang anggota bepergian jauh, dia melihat rumah yang bagus, lalu dibandingkan dengan rumah pribadinya karena rumah pribadinya tidak bagus, sehingga dia memaksakan kepada suami atau istri untuk membangun rumah yang bagus, ternyata ekonominya terbatas akhirnya keluarga menjadi berantakan atau tidak aman, suami di tinggalkan anak dan istri, istri di tinggalkan suami dengan anak-anak.

 

Ilustrasi-Ilustrasi tersebut diatas kenyataan yang terjadi dalam hidup bagi Orang Asli Papua (OAP) pada jaman sekarang sehingga orang asli papua harus mempertahankan hubungan antar keluarga, suami menghargai, menghormati, menyayangi sama istri, anak, dan sebaliknya Istri menghormati, menghargai, menyayangi sama suami. Agar hidup kedepan hubungan antar keluarga tetap ada.

 

5. OAP Mempererat Hubungan Suku Dengan Suku Lain

 

Pulau Papua banyak suku yang ada kira-kira 1000 lebih suku. Setiap suku mempunyai sikap dan karakter yang berbeda-beda namun ras yang sama yaitu kulit hitam (Black Skin) dan rambur keriting (Curls Hair). Hubungan ras tidak bisa di pisahkan oleh pihak mana pun kecuali orang papua asli. Salah satu cara yang orang Papua lakukan untuk berpisah antar suku adalah perang suku.

 

Orang Asli Papua melihat kulit hitam dan rambut keriting, apa keuntungan perang antar suku dalam hidup ini? Tentu perang suku tidak ada keuntungan dalam hidup bagi Orang Asli Papua, perang suku hanya mendatangkan kerugian dalam hidup bagi Orang Asli Papua, diantaranya kerugian harta yang ada dan korban nyawa manusia.

 

Pihak yang korban nyawa tidak mau mengalah sehingga mereka mau membalas untuk mengantikan kepala yang korban akhirnya pihak korban minta ijin kepada pihak Polisi untuk mau perang lalu polisi di ijinkan 2 atau 3 hari untuk perang. Sebelumnya korban nyawa 3 orang tetapi ada 10 sampai 13 orang yang korban lagi. Apakah orang yang korban dapat hihup kembali? Apakah orang kulit putih bisa mengantikan dengan orang kulit hitam yang korban? tentu saja orang kulit hitam tetap kulit hitam, rambut keriting tetap rambut keriting.

 

Dari cerita di atas ini sangat menyedihkan, sehingga Orang Asli Papua harus menjaga dan mempererat hubungan antar suku untuk kedepan dalam hidup, karena Tuhan kasih nyawa manusia hanya sekali, tidak akan di kasih kedua kali lagi. Oleh karena itu, Orang Asli Papua menghargai nyawa sendiri maupun nyawa Orang Asli Papua yang lain, Orang Asli Papua (OAP) sendiri tidak mencintai dan menyayangi berarti siapa lagi, bukan sekarang mencintai dan menyayangi berarti kapan lagi.

 

Marilah bergandeng tangan untuk mempertahankan dan menjaga suku-suku Papua yang berkulit hitam dan berambut keriting. Jangan menghilangkan warna kulit hitam dan rambut keriting yang sangat unik ini! (Frans P/KM)

 

Penulis adalah Pemerhati Perkembangan OAP, Tinggal di Papua

Baca Juga, Artikel Terkait