Surat Terbuka untuk Inspektur Jendral Polisi, Drs.Boy Rafli Amar M.H

Cinque Terre
Alexander Gobai

4 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

FRONT RAKYAT DAN MAHASISWA ANTI MILITERISME

Jl.Kusumanegara No.119, Daerah Istimewa Yogyakarta.

                                                                                                                                                         Yogyakarta, 16 April 2018

Kepada Yth:

Inspektur Jendral Polisi, Drs.Boy Rafli Amar M.H

Selaku Kepala Polisi Daerah Papua

Di_

Tempat

 

Salam Anti Kekerasan!

 

Sehubungan dengan kejadian penembakan secara brutal yang dilakukan oleh anggota gabungan Kepolisian di wilayah monemani, Dogiyai. Penembakan itu dilakukan kepada dua(2) warga sipil atas nama Geri Goo dan Rudi Auwe (kronologi terlampir). Sehingga menyebabkan kedua korban mengalami luka serius, Kategori Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Bahkan penembakan terhadap warga sipil ini, secara tidak manusiawi dan merendahkan martabat orang Papua khususnya Dogiyai. Kami menuntut keadilan rasa aman dan nyaman yang selalu di Jargonkan oleh Kepolisian Republik Indonesia.

 

Kami mempertanyakan Tugas dan Fungsi pokok dari kepolisian di Papua khususnya Dogiyai.

 

Belum genap satu tahun masa kepemimpinan Bapak, justru kejadian keji ini terjadi, bahkan dilakukan oleh binaan Bapak, yang seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat. Jika, Bapak benar ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat, maka:

 

  1. Bagaimana ketegasan atau tindakan nyata Bapak dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat?
  2. Bagaimana sikap tegas untuk menindaklanjuti dan mengungkap pelaku penembakan (Binaan Bapak)?
  3. Bagaimana sikap tegas Bapak dalam menindaklanjuti korban dan kekerasan gabungan aparat keamanan di Dogiyai?
  4. Bagaimana sikap tegas Bapak dalam menindaklanjuti kekerasan-kekerasan yang dilakukan oleh gabungan aparat keamanan sebelumnya di Dogiyai?
  5. Bagaimana Bapak menanggapi serius terhadap pidato 100 hari kerja Bupati terpilih Yakobus Dumupa, untuk tidak melakukan kekerasan dan atau pembunuhan terhadap warga sipil?

Bila Bapak tidak tegas dalam menanggapi kejadian ini, maka kami yang tergabung dalam Front Rakyat dan Mahasiswa Anti Militerisme akan melakukan tindakan serius dalam menyikapi hal ini lebih lanjut.

 

Setiap Manusia di muka bumi ini memiliki Hak Asasi Manusia (HAM), yang harus dihargai oleh semua orang termasuk pemerintah atau negara dan aparaturnya. Jika hingga saat ini, masyarakat merasa tidak aman, maka secara langsung Bapak melalui pemerintah dan negara TIDAK mampu memberikan kenyamanan pada rakyat. Pelanggaran HAM TIDAK dapat ditukarkan dengan apapun bahkan uang bahkan permintaan maaf.

 

Demikan Surat terbuka ini kami sampaikan agar disikapi dengan serius oleh Bapak dan jajarannya. Terimakasih.

 

Front Rakyat dan Mahasiswa Anti Militerisme

Koordinator Umum

Jhon Tigi

Contak person : Mago C Tigi (Facebook)

 

LAMPIRAN:

KRONOLOGI DAN KATEGORI KEJAHATAN DALAM HUKUM



(Admin/KM)

Baca Juga, Artikel Terkait