Ungkap Sakit Hati Para Aktivis Papua

Cinque Terre
Alexander Gobai

4 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

SURABAYA, KABARMAPEGAA.com – Kehidupan manusia Papua tak terlepas dari Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), dari berbagai aspek itu menjadi tolak ukur bagi para penghianat untuk  meruntuhkan garis perjuangan manusia Papua, dan pula berbagai ancaman ketidakadilan yang selalu terjadi di tanah Papua dan terhadap manusia Papua itu sendiri.


Negara Indonesia melakukan banyak persengkokolan atas Pelanggaran HAM terhadap rakyat Papua, dengan maksud mereka untuk menghabiskan nyawa Orang Asli Papua (OAP), diuangkapkan oleh aktivis West Papua, Sekretaris I KNPB Mecky Yeimo menulis melalui akun facebook pada Sabtu, (24/03/2018).


Pantauan media www.kabarmapegaa.com yang ditulis oleh Mecky Yeimo melaui akun facebook  bahwa, “Kami sangat sakit hati karena perlakuan oleh Negara Indonedia dan mereka telah melakukan jahatan terhadap Orang Asli Papua (OAP) lebih banyak seperti penghinahan, ejekan, fitna, diskriminasi rasia, menutupi ruang gerak rakyat Papua bersuara kebenaran sejarah dan lain sebangainya.” 


“Untuk itu kita harus melakukan hanya satu jalan diantaranya bersatu dan lawan secara diam dan secara kelihatan lawan,” ungkapnya Mecky.


“Karena mereka melakukan kejatan secara kelihatan maupun tak kelihatan. Yang terlihat saat ini di tanah Papua, yakni pembunuhan, tabrak lari, perculikan, perampasan harkat dan martabat manusia Papua dan berbagai bentuk kejahatan guna untuk menghabiskan Orang Asli Papua (OAP), dengan tujuannya mereka akan menyuasai di atas tanah Papua yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA) ketika manusianya ditelan oleh mau penguasa kapital dan para penjajah itu sendiri,” katanya Yeimo.


Lanjut, salah satu aktivis Papua di Vanuatu Sebby Sambong mengatakan bahwa, “Kita harus lepas dari Negara Indonesia karena mereka datang hanya menyakiti hati Orang Asli Papua (OAP) di atas tanahnya sendiri.”


“Orang Asli Papua pergi ke rumah sakit dengan tujuan mengobati penderitaan sakit, namun banyak Orang Asli Papua (OAP) tidak tertolog pengobatannya, sehingga mereka pulang dengan membawa mayat di rumahnya,” tegasnya Sambong.


“Aku! Orang Asli Papua, tak melupan melawan arus penindasan. Terasa lelah sebab tak mampu menjalani hidup ini, namun hendaknya kami bekerja sesuatau di tanah negeri Papua, ketika kita berada dalam tekanan untuk melakukan tindakan nyata demi menyelamatkan bagi tanah dan rakyat Papua. Kami haus bagimana dan kemana harus melawan ketidakadilan ini?” ungkapnya Sebby dengan memeluk erat sakitnya hati.


“Aku! Orang Asli Papua (OAP), sebab mereka melakukan seanaknya melakukan pelanggaran HAM melalui; Kami di kejar-kejar, kami dibunuh, kami diperkosa, kami, dianiaya, kami ditindas, kami diintimidasi, kami diteror, kami di tabrak lari, kami dibungkap, kami diculik, kami maki-maki, kami di fitna, dan berbagai macam tindakan yang dilakukkan oleh para penajajah," tutupnya Sebby.


Tuhan! Lihatlah Tanah dan Rakyat Papua


 (Admin/KM)
 

Baca Juga, Artikel Terkait