Acara Syukuran di Topo, Lima Distrik Siap Dukung Mesak Magai Jadi Bupati Nabire

Cinque Terre
Ancelmus Gobai

18 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
"Melayani dengan hati"
Pada saat Acaran Syukuran di Topo.(Foto: A Gobai/KM)

 

 

TOPO, KABARMAPEGAA.COM—Di acara syukuran bakal caleg bupati dan wakil bupati kab Nabire periode 2020-2025, Mesak Magai dan Ismail dari partai Politik PDI Perjuangan dan P3, lima distrik Dipa, distrik Siriwo, distrik Yaro, distrik Minou, dan distrik Uwapa menyatakan sikap, siap dukung dan ikat suara system noken untuk putra asli daerah. Topo, selasa (01/09/2020).

 

Mesak Magai selaku calon Bupati Nabire mengatakan “Semangat dan antosiasi terhadap acara  ini sangat luar biasa harapan lima distrik bahwa Nabire ini harus rebut menuju perubahaan dari  lima tahun lalu.”

 

Lanjut, Masyarakat menyatakan periode ini harus orang asli Nabire yang harus menjadi tuan diatas tanah ini. Sehingga tema acara ini di angkat “Bersatu Berjuang, Menjadi Tuan Diatas Tanah Kita Sendiri” katanya.

 

Lanjut calon bupati Nabire itu, Tadi saya sampaikan dalam orasi pelitik saya bahwa dukungan masyarakat untuk lima distrik daerah gunung untuk saya karena ini mempengaruhi kota sehingga pemilu ke pemilu kenyataan menyatakan bahwa siapa  Dia yang menang adalah penentu dari lima distrik ini. Jelasnya Madai.

 

Lima distrik ini mengenal saya dan sudah ikat mati untuk saya sehingga caleg yang lain lebih baik jangan naik karena wilayah ini system noken untuk saya. Jelas Madai saat wawancara di lapangan acara syukuran.

 

“Terima kasih kedua politik partai yang dukung saya yaitu partai politik PDI Perjuangan dan P3 sehingga melalui kedua  partai ini tangal 4 september 2020 saya akan daftar di KPU Nabire, bebernya.

 

Lanjut, Dengan ini seluruh rakyat dukung saya dengan harapan bahwa nabire harus ada perubahan.

 

Lanjut mesak “Motivasi saya mencalonkan diri menjadi bupati kab nabire adalah harus putra asli menjadi pemimpin  tuan diatas negri kita sendiri.” Tutup Mesak.

 

Henky Kegeu, SH selaku ketua panitia  dari tokoh intelektual dari distrik Dipa, distrik Siriwo, distrik Yaro, distrik Minou, dan distrik Uwapa mengatakan “acara ini bukan saya yang menyiapkan saya justru  di beri kepercayaa masyarakat untuk menyiapkan segala sesuatu.”

 

Artinya pikiran untuk mau melaksanakan acara syukuran ini datang dari masyarakat lima distrik, saya hanya menjadi pasilitator menyiapkan segala sesuatu. Katanya.

 

“Saya hanya memenuhi permintaan masyarakat untuk melaksanakan kegiatan.”

 

Lanjut Kegou ketua tim sukses itu mengatakan “Tujuan adalah mereka mendorong anaknya, saudaranya, kakanya, bapa Mesek Magai, S.Sos M,Si untuk mengantarkan  beliau sebagai bupati nabire periode 2020-2024.

 

Mengapa antosias ini sangat tinggi karena memang tahun 1965 sampai tahuan 2020 sekitar 70an tahun tidak perna di berikan putra daerah asli. Kami tidak perna memberikan kehidupan yang baik dari pemarintah dari periode ke periode sampai saat ini maka kami siap mendukung putra asli bapa Mesak sebagai bupati. Jelasnya Kegeu.

 

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan cara bermain politik yang sopan dan santun yang mendidik orang dan mencerdaskan orang.” Pesannya.

 

“Kita tidak membuat permusuhan dengan siapa siapa, kami tidak punya masalah dengan siapa siapa tetapi kami mau pemelihan pilkada ini berjalan dengan baik. “

 

Kami juga akan mengundang masyarakat secara lisan dan  tertulis agar mereka datang mengikuti kegiatan dekrarasi pendaftaran bupati di KPU pada tanggal 4 sebtember 2020. Ajak Kegeu.

 

Intruksi dari partai politik PDI perjuangan bahwa kandidat yang maju dari partai PDI perjuangan harus mendftarkan diri pada hari pertama maka kami siap mendaftarkan diri pada hari pertama, tutup Kegeu.

 

Sikap politik secara lisan dari distrik Yaro yang disampaikan bapa Yulianus madai, Penyatakaan politik secara lisan yang di sampaikan oleh philemon Madai  mewakili distrik Dipa, Penyatakaan politik secara lisan yang di sampaikan oleh yunus kotouki  mewakili distrik Minou, Penyatakaan politik secara lisan yang di sampaikan oleh Alfius Kegiya mewakili distrik Siriwo, Penyatakaan politik secara lisan yang di sampaikan oleh bapa simon madai mewakili distrik Topo,

 

Kami masyarakat lima distrik Dipa, Siriwo, Yaro, Minou, Uwapa  sangat bangga kepada bapa Mesak Madai yang mana meninggalkan tugas utama sebagai DPR Provinsi Papua dan mau dan ingin sekali mencalonkan diri sebagai calon bupati Nabire. Jelas mereka.

 

“Nabire dari dulu sampai sekarang putra asli tidak perna menjadi bupati maka dengan adanya calon Mesak Madai, kami lima distrik siap dukung dalam doa dan suara.” Tegasnya.

 

“Suara kami lima distrik siap kami gunakan system noken untuk bapa mesak Madai dan caleg yang lain jangan masuk di lima distrik ini.” Tutup dengan nada tegas.

 

Tokoh intelektual dari pesisir pantai bapa Piter Warobai mengatakan, cuara yang baik, modal yang kuat untuk seorang calon bupati.

 

Mulai Nabire ini terbentuk tahun 1965 bupati bapa Sorojo Tanojo, bapa Karer Gobai, bapa andreas sonarti, bapa Dr Wates Wanma, bapa sukio, bapa Yusuf Adi Pata, bapa A P You, bapa Isayas Douw, anak Nabire asli belum perna menjadi tuan diatas negri sendiri.

 

Yang saya sebut diatas adalah orang dari luar yang mempimpin anak tiri yang punya Nabire. Tahun 2020 ini tahun anak nabire asli.Ini bukan bahasa saja kita ikat ikat dan ikat untuk anak asli Nabire yakni Bapa Mesak Magai.

 

Saya sudah lihat lima distrik sudah ikat maka kami dari pantai Jhon Agoan, Yudas Manipuri, Andoi, Estenasi.

 

Kita harus komitmen, lima distrik ikat maka kami dari pantai timur barat sudah waktunya harus bersatu. Ada kata orang bijak bawah  bakarlah semua jembatan dan petiklah detik ini artinya hal hal yang bertentangan dengan program pembangunan  yang tidak berkenang di hati rakyat harus basmi. Jelas Jhon Agoan.

 

Lanjut, Tekat satu tujuan memilih bapa Mesak dan Ismail menjadi bupati Kab Nabire periode 2020-2025. Tuhan membuat segala sesuatu indah pada  waktunya. Tutupnya.

 

Pewarta: Anselmus Gobai/KM

#Pemerintahan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait