Aksi 1 Mei di Yogyakarta: Ini Alasan Polisi Hadang Massa Aksi

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Saat massa aksi orasi ditengah jalan, karena dihadang oleh gabungan aparat. dan ormas. (Yosias Tebai.Ist).

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com--Peringatan Hari Buruh dan Aneksasi Bangsa Papua kedalam Indonesia  di Yogyakarta diwarnai aksi saling dorong antara massa aksi dengan polisi. Peristiwa tersebut terjadi di depan pintu gerbang Asrama Papua di Kamasan atau tepat di Jalan Kusumanegara, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rabu (1/5/2019) Pukul 10:00 WIB.

 

Peristiwa tersebut bermula ketika kurang lebih sekitar 130 peserta aksi hendak menuju Titik Nol KM  (Malioboro) untuk menyampaikan orasi. Namun mereka dilarang petugas untuk menyampaikan orasi di ruang publik yang terbuka.

 

Wakil Kepala Divisi Advokasi LBH Yogyakarta Abdul Maliq yang menjadi pendamping aksi mengatakan bahwa pukul 09.00 WIB, pihaknya bersama koordinator aksi dan Kapolresta Yogyakarta telah bernegosiasi agar bisa menggelar aksi di Titik Nol KM, dan pihak Kapolresta telah mengizikanya.

 

“Cuma atas dasar keamanan, polisi melarang di sana dan merekomendasikan di Balai Kota Yogyakarta. Setelah rembug di dalam muncul kesepakatan aksi di Tugu tapi polisi tetap meminta di Balai Kota atas dasar keamanan. Alasan polisi ada elemen lain di Nol KM,” katanya.

 

Abdul menjelaskan secara administrasi pihaknya sudah menyampaikan surat pemberitahuan untuk menggelar aksi di Titik Nol KM ke Polresta Yogyakarta. Sehingga dia kecewa dengan peristiwa yang terjadi hari ini.

 

“Secara administratif semisal dalam Undang-Undang, penyampaian pendapat sudah jelas harus ada surat pemberitahuan dahulu. Teman-teman sudah melakukan di sana dan ada tanda terimanya,” katanya.

 

Aksi saling dorong tersebut, menurut Abdul, lantaran ada rasa kekecewaan dari rekan-rekan Papua. “Ya teman-teman yang aksi itu kan tetap mungkin mereka beranggapan polisi tidak kooperatif dalam hal ini namanya massa memiliki sebuah kekecewaan kemudian teman-teman tetap maksa ke Nol KM," ujar dia.

 

Di lokasi, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini menegaskan dirinya tidak melarang mahasiwa Papua untuk menyampaikan aspirasinya. Namun dia meminta agar penyampaian aspirasi tidak di Titik Nol, lantaran dikhawatirkan terjadi gesekan dengan massa lain yang berada di sana.

 

“Hari ini, Hari Buruh banyak elemen mau menyampaikan aspirasi termasuk ke Titik Nol juga banyak ada beberapa elemen. Ada dua elemen Paksi Katon ada FJR (Forum Jogja Rembug), juga (Mahasiswa) Papua yang ingin di situ. Sementara Paksi Katon dan FJR ini kita dapat informasi berseberangan dengan Papua ini. Kita pergi lah ke mahasiswa Papua kita sampaikan untuk hari ini jangan ke Titik Nol kita beri opsi ke tempat lain,” ujarnya.

 

Polisi kemudian memberikan opsi mahasiswa Papua untuk menyampaikan aspirasi di Tugu Jogja atau Balai Kota. Setelah itu mahasiwa Papua kembali berkumpul untuk untuk negosiasi, kemudian memutuskan untuk melakukakan aksinya di tuguh Jogja. Namun polisi kembali melarang mereka untuk orasi di tunggu Jogja juga, malah polisi mengarahkan mereka untuk orasi di balai Kota.

 

Dalam aksi dorong mendorong, polisi melakukan pemukulan terhadap massa aksi. Yulianus Degei  yang juga dipukuli oleh polisi mengatakan bahwa ia senang sekali mendapatkan momen terindah dalam kesempatan-kesempatan begini.

 

“Indahnya momen seperti ini. Ya benar-benar indah sekali. Bagi orang Papua yang yang pada saat ini sedang diam membisu, ia akan menyesal dalam hidupnya.”

 

Yulianus juga menambahkan bahwa polis telah melanggar undang-undang Nomor 9 Tahun 1998. “Tugas polisi bukan mendiskriminalisasi massa aksi atau rakyat, tetapi melindungi dan mengayomi mereka. Namun pada saat ini juga polisi telah melanggar undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum,” tutupnya.

 

Sekitar 13.45 WIB para mahasiwa Papua tersebut keluar dari asrama untuk kembali menuju Titik Nol KM. Sempat terjadi kembali aksi saling dorong dengan polisi. Namun kemudian mahasiwa menyampaikan orasinya ditengah jalan Kusumanegara.

 

Admin/KM

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait