Aksi Damai Sikapi Trikora, KNPB Timika Dihadang Tni-Polri

Cinque Terre
Andy Ogobai

28 Hari yang lalu
KABAR

Tentang Penulis
Tinggalkan Jejak Dengan Tulisan...!
KNPB Timika Dihadang TNI-Polri, Depan Gereja KINGMI Jalan Freeport Lama, Rabu, (19/12), Andy. KM

TIMIKA, KABARMAPEGAA.Com—Untuk menyikapi 19 Desember merupakan hari Trikora,  dimana Indonesia melalui Presiden pertama Ir. Seokarno menyerukan Tiga Komando Rakyat untuk merebut Papua dan mencaplokkan kedalam Bingkai NKRI.

Memon tersebut, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Timika melakukan aksi damai, namun di hadang oleh Aparat Tni/Polri di jalan Freport Lama Kebun Siri Timika Papua.

Demikian Kata, Ketua I, Yanto Awerkin, kepada media online kabarmapegaa.com, rabu (19/12), melalui keterangan tertulis. Dia mengatakan kami KNPB Wilayah Timika melakukan aksi longmarch ke Kantor DRPD Timika, namun aksi ini dihadang oleh aparat Tni/Polri, ini menujukkan  bahwa 57 Tahun Trikora awal Pemusnahan Rakyat Bangsa Papua Barat, masih berlaku hingga kini.

“Sehingga masa aksi dibubarkan paksa dan diarahkan kembali ke kantor KNPB Timika, masa aksi sampai di kantor KNPB, kami melakukan ibadah  dan membacakan pernyataan sikap, “teran Yanto.

Kemudian, Ketua Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Timika, Abihut Degei, membacakan pernyataan sikap politik. Dia menyampaikan papua sudah merdeka  1 desember 1961 berumur 18 hari sukarno presiden pertama Indonesia, telah mengagalkan Negara papua, Indonesia merampas hak hidup dan hak politik orang papua. 57 tahun penindasan dengan tiga isi pidata yakni:

pertama: Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda.  Kedua: Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat, tanah air Indonesia. Ketiga: Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.

“Rakyat Papua menilai Trikora adalah upaya Soekarno, untuk membakar semangat rakyat Indonesia untuk merebut Tanah Papua, manusia di bunuh dibantai habis-habis oleh militer Indonesia sampai saat ini,” tutur Abihut.

Mereka (KNPB) juga menuntut pertama, kami bangsa papua dengan tegas menolak TRi Komando  Rakyat (Trikora), dan harus melakukan Referendum  sebagai solusi demokrasi bagi rakyat Papua.

Dan merekapun mendesak,  Indonesia, Belanda, Amerika, dan PBB segerah kembalikan hak politik bangsa Papua.

“Mereka juga meminta Indonesia segerah buka ruang demokrasi di Papua dan segerah buka Jurnalis Asing masuk di papua, serta tarik militer dari papua”imbuhnnya

Selain kota Timika, aksi yang sama juga di gelar beberapa kota lain yakni, KNPB Dogiay, KNPB Merauke, KNPB Jayapura,  KNPB Sorong, KNPB Manokwari, KNPB Yahokimo, KNPB Menado,  AMP dan FRI-WP Malang, AMP dan FRI-WP Yogyakarta SORAK dan  FRI-WP  Bandung, FRI-WP Ternate.

 

Pewarta : Andy Ogobay/KM

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait