Aksi Lanjutan Tolak Rasisme Di Deiyai, Aparat Menembaki Massa Aksi

Cinque Terre
Manfred Kudiai

2 Tahun yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Peta Kabupaten Deiyai. Ist.

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com—Aksi tolak rasisme, dua belas ribuan  massa aksi yang adalah seluruh masyarakat Kabuapten Deiyai, kembali menggelar aksi prostes yang kedua di kantor Bupati Deiyai, Papua. Aksi pertama telah dilumpuhkan kota Deiyai pada hari Selasa (27/8) kemarin. Selanjutnya sesuai perjanjian bersama wakil Bupati Deiyai, Massa kembali melakukan aksi lagi pada Rabu (28/8) dini hari.

 

Dikabarkan aksi pertama berjalan mulus, namun pada aksi kedua, aparat  yang bertugas di Deiyai melepaskan tembakan ke arah masa aksi. Dengan kejadian ini, sesuai informasi terbatas yang  dihimpun media ini, sedikitnya 6 orang  kena peluru [jenis peluru yang digunakan belum ketahui] hal ini dikarenakan akses internet di Deiyai dan  Papua pada umumnya di putus.

 

Dalam kronologi lenkap aksi pertama yang diterima media ini, aksi masa sekitar 12.000 orang Massa aksi menyerukan  “Mengutuk Tindak Rasisme: Hak Menentukan Nasip sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua Melalui Mekanisme Referendum.”

 

Penyataan sikap dari masa aksi yang dimotori oleh Front Rakyat Anti Rasisme di Deiyai itu telah  diterima oleh Ketua II DPRD dan Wakil Bupati,  (27/8).  Selanjutnya massa aksi bersama DPRD dan wakil bupati menyepakati  penandatangan penyataam sikap yang di siapkan oleh massa aksi. Namun surat pernyataan yang diminta ditandatangani, Wakil Bupati dan DPRD merasa Keberatan sehingga mereka memberikan waktu kepada massa untuk dapat bertemu kebali pada hari Rabu 28 Agustus 2019 setelah bupati Ditempat.

 

Masa aksi sepakat untuk menuntut supaya mengindahkan permintaan mereka [massa aksi]  sehingga, pada hari ini, Rabu (28/8) massa aksi kembali melakukan aksi dama  untuk meminta tanda tangan surat pennyataan yang di tunda karena alasan Bupati Deiyai tidak ada di tempat.

 

 Massa  aksi Kembali melangsungkan demo damai  yang dimulai pada  pukul 08.00 Waktu Papua,  dini  hari  dengan harapan Bupati ada di tempat dan menandatangani Surat Pernyataan. Namun dikabarkan mereka [massa aksi] ditembaki peluru api oleh aparat.

 

Sampai berita ini ditayang, Aparat telah berhasil menembak massa aksi. Dalam kejadian ini, sedikitnya 6 orang dikabarkan mengalami luka akibat peluru. Kondisi terakhir korban, serta kondisi terkini di Deiyai media kabarmapegaa.com belum bisa pastikan. Namun  sesuai laporan Suara Papua, edisi (28/8),   6 orang  yang tertembak peluru api, dikabarkan tewas.

 

Agus Mote Juru Bicara KNPB kepada Suara PApua mengatakan, tembakan itu bermula saat massa aksi  menuju kantor bupati Deiyai. "Begitu masuk kantor, tiba-tiba aparat TNI dan Polri mengelurakan rentetan tembakan," jelas Agus kepada Suara Papua

 

Untuk di ketahui, saat ini media sedang cari cara untuk menggumpulkan informasi yang akurat sesuai dengan kejadian yang terjadi di Deiyai.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait