Aksi Tandingan Pencinta Damai, Mahasiswa Palang Gerbang Kampus Unipa

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

4 Bulan yang lalu
KABAR PAPUA BARAT

Tentang Penulis
Pintu Gerbang Kampus Unipa Terlihat Dipalang Mahasiswa Unipa, Rabu (11/09), Amban Manokwari. (Photo:Petrus Yatipai/KM)

 

MANOKAWARI, KABARMAPEGAA. com - Manokwari belum  kondusif, aksi Spontanitas mahasiswa Universitas Papua kembali digelar. Sejumlah mahasiswa dalam aksi kali ini meminta  supaya hentikan aktivitas kuliah dan tolak deklarasi kedamaian.  Rabu (11/09),  pagi tadi didepan Pintu Gerbang Unipa Papua Barat.

 

Aksi spontanitas ini dilangsungkan Mahasiawa Unipa sebagai bentuk protes dengan pemalangan Pintu Gerbang Kampus Unipa agar aktivitas perkuliahan di Unipa. Massa aksi menyerukan suapaya segera dihentikan bahkan  membantah  keras  deklarasi kedamaian Kota Manokwari yang baru digelar dihari yang sama  Rabu (11/09) sejak pagi yang langsung dipimpin oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dengan aksi jalan santai dari Gedung Gor Sanggeng menuju lapangan Borasi tersebut  mahasiswa Unipa menilai, situasi Manokwari bahkan Papua Barat pada umumnya belum kondusif total.

 

Orator,Mirin  saat jumpah pers didepan Ruang BEM Unipa menegaskan bahwa pihaknya bersama rekan-rekan Mahasiswanya melakukan pemalangan Kampus Unipa minta agar aktivitas Kampus dihentikan bahkan menolak keras deklarasi kedamaian yang dilakukan di Manokwari yang dipimpin langsung oleh Orang nomor satu Papua Barat Dominggus Mandacan dilapangan Borasi tersebut dinilai tidak benar.

Arator aksi spontanitas Mahasiswa Unipa,  Mirin (Baju hitam tengah) Suasana saat jumpah pers didepan Ruang BEM unipa. (Fhoto:Petrus Yatipai/KM)

 

"Pemalangan Kampus hari ini adalah untuk kami memintah aktivitas kuliah diberhentikan dan menolak deklarasi kedamaian yang dilakukan dilapangan Borasi tadi," bebernya saat diwawancara kabarmapegaa.com

 

Ditempat yang sama, salah seorang Mahasiswa Unipa, Yunus menilai deklarasi kedamaian yang diselenggarakan dilapangan Borasi Manokwari adalah tidak benar. Pasalanya,  Yunus menilai situasi kini Manokwari dan Papua pada umumnya belum aman.

"Hari ini aksi spontanitas kami dengan agenda kepada kepala wilayah Provinsi Papua Barat Bapak  Dominggus Mandacan intruksikan bahwa setiap OKP dan SKPD  ikut terlibat dalam Deklarasi kedamaian yang dilakukan ini kami melihat bahwa situasi dan kondisi di Manokwari dan Papua belum aman. Itu kita bantah.  Memang itu tida benar," katanya.

 

Dikatakan Yunus, persoalan rasisme belum berakhir. Aksi tuntutan rakyat Papua dimanokwari pun masih lanjut.  Untuk itu,  kata dia pemerintah daerah Papua Barat bahkan pihak yang berkompoten didalam persoalan rasisme ini tetap membuka diri menerima aspirasi rakyat. Sebab kata dia aksi susulan rakyat Papua di Manokwari pasti akan digelar dalam waktu dekat.

 

Selain itu,  Pada kesempatan sama,  Marselino Pigai  mengatakan pemalangan Kampus Unipa sebagai bentuk keprihatinan Mahasiswa Unipa atas krisis pendidikan yang masih dihadapi oleh rekan-rekannya Mahasiswa asal Papua yang berpendidikan diluar Papua sepertinya ditanah Jawa, Bali,  Sumatera,  Sulawesi dan wilayah lainnya di Indonesia.

 MP tengah wawancara didepan Ruang BEM unipa. (Fhoto:Petrus Yatipai /KM).

 

"Menyankut dengan aksi pemalangan kampus unipa tadi adalah bentuk sikap kami mahasiswa Unipa bagimana suasana harus sama dihadapi dengan kawan-kawan mahasiswa diluar Papua itu. "

 

Pigai setelah menyikapi deklarasi kedamaian yang difasilitasi Pemprov Papua Barat tersebut dirinya menilai terlalu paksa. Sedangkan, kata dia kondisi saat ini belum stabil di Kota Manokwari bahkan Kabupaten lain di wilayah Papua Barat.

 

"Kami tidak bisa mengungkapkan damai ketika belum menggapai pada suasana damai. Karena tuntutan rakyat pada tanggal 19 agustus lalu belum ada respon dari pemerintah provinsi. Kami menyikapi deklarasi tadi secara paksa dilakukan," kata pigai.

 

Sehingga pihaknya meminta agar pemprov Papua Barat memberikan kejelasan kepada publik tentang tuntutan rakyat sejak  19 Agustus lalu. 

 

Pada  hari yang sama, di  Manokwari, ibukota Provinsi Papua Barat, Rabu, 11 September 2019, Warga bersama pemerintah provinsi serta Forkopimda Papua Barat mendeklarasikan cinta damai yang di gelar di Lapangan Borasi Manokwari ini, yang berlangsung meriah.

 

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dalam deklarasi itu menyampaikan pesan-pesan kedamaian kehadapan ribuan elemen masyarakat.

 

Gubernur Dominggus Mandacan mengajak seluruh warga Papua Barat untuk menjaga kedamaian, saling menghargai satu sama lain, baik itu agama, ras, budaya dan adat istiadat masing-masing yang mendiami bumi tanah Papua, khususnya Papua Barat.

 

 

Pewarta : Petrus Yatipai

Editor: Manfred Kudiai

 

Baca Juga, Artikel Terkait