Aktivis HAM: Rakyat Papua Ditengah Corona,  PTFI Tutup Mata

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Aktivis HAM, Adolfina Kuum. (Foto Doc. Ist/KM)

 

TIMIKA, KABARMAPEGAA.com- Pertambangan raksasa PT. Freeport Indonesia turtup mata dalam memberikan bantuan untuk memeranggi Covid-19 di Papua. Saya kecewa dengan cara PT Freeport Indonesia menghibah bantuan dana senilai 5 miliar kepada beberapa daerah di Papua dan Jakarta.

 

Hal tersebut dikatakan Aktivis HAM Adolfina Kuum ketika ditemui www.kabarmapaegaa.com, Selasa (07/04) di Timika, Papua.

 

"Mengapa Freeport tidak membantu kepada rakyat Papua di Timika serta Kabupaten lainya di Papua. Padahal keberadaan PT Freeport Ini sudah beroprasi lama 7 April 1957 dan tidak pernah ada bantuan yang jelas kepada rakyat Papua,” bebernya dengan nada kecewa.

 

Kata dia, wabah virus Covid-19 ini seluruh Papua harus siaga satu, karena Dunia sudah darurat. Untuk itu dalam kesiapan, rakyat Timika Papua membutuhkan bama dan dana yang besar.

 

 

Menurutnya, menyampaikan PT Freeport Indonesia harus adil dan keterbukan untuk di perhatikan serta membantu rakyat Papua di Timika. Ia pun meminta agar jangan membantu hanya Provinsi Papua dan Pusat saja, tapi pemilik hak ulayat juga harus dilihat dengan mata yang sama.

 

“PT Freeport Indonesia harus melihat baik seperti rakyat Papua di Timika serta kabupaten Tetangga yang ada di Papua,” ujarnya.

 

Untuk itu, Adolfina  meminta, Freeport Indonesia stop membantu daerah di luar Papua, kalau bisa segerah membantu kepada Pemilk gunung emas. Kondisi kini mereka membutuhkan bahan makanan pokok.

 

"Dimanakah kesetian Freeport kepada rakyat Timika Papua. Harus melihat dan membantu karena kesiapan melawan virus Covid-19 Ini sangat berat dan belum tahu kapan penyelesaian virus Covid-19 di Papua dan Dunia," tutur perempuan Amungme ini

 

Tempat yang berpisah, Ketua Posko Eksodus Pelajar dan Mahasiswa Mimika, Henky Obamak, menilai hadirnya Freeport Indonesia di bumi Amor hanya menguras SDA di Gunung Nemangkawi. Freeport sudah beroprasi 45 tahun dan Freeport sendiri memperkaya Indonesia dan Amerika.

 

"Pemilik Hak Ulayat di Tembagapura dari Kampung Banti satu, Kampung Banti dua, Kampung Opitawak dan Kimbeli serta warga Papua lainnya membutuhkan bantuhan makan dari Freeport,"jelasnya

 

Menurutnya, kondisi mereka cukup memprihatinkan karena kekurannya bantuan makanan. Warga evakuasi dan rakyat Papua sangat membutuhkan bantuan makanan di tengah wabah covid-19 yang menggila di Papua.

 

" PT Freeport Indonesia dan Pemeriitah Kabupaten Mimika hingga kini belum ada bantuan bahan makanan para korban evakuasi serta rakyat Papua dibawah ancaman pendemi corona," ujarnya

 

Sementara itu, mahasiswa Eksodus Reymond Nirigi memprotes mengapa PTFI tidak membantu masyarakat Tembagapura yang evakuasi ke Timika dengan nilai uang 5 miliar atau rakyat Papua di Timika.

 

Rakyat Papua dan empat kampung di Tembagapura adalah pemilik gunung Nemangkawi yang seharus diperhatikan serius dalam penangan mengevakuasi masyarakat Tembagaura ke Timika.

 

"Mengapa masalah covid-19 saja harus mengeluarkan dana sebesar ini. Apakah masyarakat Tembagapura dan rakyat Papua tidak punya hak dan dimana mereka tinggal dan dimana mereka makan serta beraktivitas di tengah wabah covid-19 di Timika Papua,"bebernya

 

Tanya dia, mengapa PTFI mengeluarkan dana Rp. 5 miliar dalam penanganan covid 19 melalui YPMAK? Dana ini dibantu ke Provinsi dan Jakarta. Padahal kasus penembakan yang terjadi di area PTFI di Banti, Opitawak dan Kimbeli itu adalah area PTFI dan harus diperhatikan penuh. Tetapi Freeport melalui YPMAK mengluarkan dana 5 miliar demi kenyamanan dan kesehatan di Jakarta.

 

"Wabah Covid-19 masuk ke tanah Papua lebih dulu kejadian penembakan antara TNI dan TPNPB di Tembagapura. Akhirnya masyarakat evakuasi ke Timika. Ia pun mendesak Freeport segerah membantu dana 5 Milyar ke rakyat Papua seperti 5 milyar ke wabah covid-19,"tutupnya (*)

 

Editor: Manfred Kudiai/KM

#Lingkungan dan Hutan

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Pandemi Covid-19

Baca Juga, Artikel Terkait