AMP-FRI WP dan Paguyuban Mahasiswa Papua Meriahkan 35 Tahun Arnold C AP

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Penampilan dari FRI WP pada acara 35 Tahun Kematian Arnold AP. (Foto: Manfred Kudiai/KM)

 

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com—Tanggal 26 April adalah hari bersejarah bagi rakyat Papua. Dimana tanggal tersebut  diyakini masyarakat Papua  sebagai hari yang tidak terlupakan karena pada tangga tersebut pada tahun 1984 nyawa Arnold AP C AP melayang ditangan KOPASHANDA yang sekarang dikenal dengan KOPASSUS.

 

Siapa itu Arnald Clemens AP?

 

Perjalanan Arnold AP (Mambesak) Arnold AP, lahir di pulau Numfor, Biak 1 Juli 1945 menyelesaikan studi sarjana Muda Geografi dari Uncen.  Anrnold adalah budayawan, antropolog, dan musisi Papua Barat. Arnold merupakan ketua grup Mambesak.

 

Singkat cerita, Arnold Ap dan kawannya "Napirem" Eddy Mofu.  Mereka dua berlayar  dan  datang dari kampung Mandori, di pulau Numfoor untuk kuliah di Jayapura.  Setelah aktif sebagai mahasiswa di Uncen, Arnold dan Eddy membuat sebuah group musik dengan memberi nama atau  julukan "Wombon"/ Lumba-lumba.

 

Selama aktivitas di kampus, mereka  ketemu  dengan kawan-kawannnya asal Byak  yang saat itu ada di Uncen. Selanjutnya buatlah grup musik dan tari yang diberi  nama "Manyouri" artinya Burung Nuri.  Setelah terbentuknya group tersebut, mereka diberi kesempatan untuk manggung  atau tampil. Berjalannya waktu, ada pula kawan-kawan dari daerah lain tertarik kemudian ingin bergabung  dalam group  tersebut.

 

Karena diminati oleh mahasiswa Papua lainnya di Jayapura (uncen) Arnold, dkk mereka  diskusi. Dalam diskusi tersebut disepakati bahwa mengganti nama group tadi “Manyouri”. Jadi,  Manyori secara adat Byak  adalah burung yang  disucikan oleh suku Byak. Karena begitu, maka  mereka  coba untuk berpikir, kira-kira  nama apa yang tepat buat group seni tersebut.  Selanjutnya disepakatilah untuk memakai nama Mambesak. Nama mambesak ini yang dikenal sampai saat ini. Mambesak diangkat dari salah satu  nama burung yang   jika dilihat dalam setiap adat suku-suku  di Papua burung tersebut  sangatlah sakral bagi orang Papua pada umumnya.

 

Seiring berjalannya waktu, Arnold AP dkk yang ada dalam grup Mambesak, mereka  semakin berjaya dan  membuat orang Papua percaya diri dengan jatih diri mereka yang mereka miliki.  Nyanyian-nyanyian dalama bahasa daerah (Gunung-Pantai) mulai diciptakan, dengan iringan musik klasik kala itu, berhasil memepersatukan masyarakat Papua. Sampai-sampai mereka mengisi acara di sebuah radio. Karyanya dikagumi seluruh orang Papua baik di kalangan anak muda maupun orang tua waktu itu.

 

Studi dan pementasan budaya dan musik Papua oleh Alnold C AP dkk, dipandang oleh banyak pihak  terutama negara Indonesia sebagai tantangan atau perlawanan  terhadap  pemerintah Indonesia yang menggerus nasionalisme dan identitas Papua.

 

Melalui karya-karyanya, mereka  semakin membuat orang Papua percaya diri dengan jatih diri yang mereka yang yang mereka miliki. Hingga negara melihat sebagai suatu ancaman, lalu Arnold AP dkk ditangkap dan rekannya  Napirem Eddy Mofu dibunuh dan lainnya bubar, kejadian itu terjadi  tepat di hari paskah pada tanggal 23 April 1984.

 

 Arnold yang di dalam penjara sudah tahu kalau “Napirem” sudah dapat dibunuh. Selanjutnya Istri Arnol Ap dan anak-anaknya ke PNG.  Kondisi  tersebut membuat dirinya (Arnold) pasrah pada keadaan bahwa pasti dirinya  juga akan dibunuh. Sebelum hari kematian itu menimpah dirinya, Ia  memerintahkan rekannya/ saudaranya untuk pergi ke rumah untuk ambil kaset kosong, Tape Recorder, sama Juklele.  

 

Selalutnya, saat saudara laki-laki itu bawa datang (Tape, Juklele dan Record),  Arnold  secara spontan menyanyikan lagu ciptaannya yang terakhir dalam hidupnya "Hidup Ini Suatu Misteri", sebagai bentuk rasa sedih dan kecewa karena Napirem sudah dibunuh.

 

Suatu ketika  Arnold dapat bantuan untuk lari dari penjara.  Peristiwa pelarian itu diketahui oleh KOPASHANDA (KOPASUS lalu ia dikejar dan dapat tembak dari KOPASHANDA (KOPASUS).  Peristiwa itu terjadi pada 26 April 1984.

 

Jadi, pada bulan November 1983, ia ditangkap oleh pasukan khusus militer Indonesia, Kopassus, lalu dipenjara dan disiksa atas dugaan menjadi simpatisan Organisasi Papua Merdeka ( OPM) meski pada akhirnya tidak ada tuduhan yang ditetapkan. Pada April 1984, ia tewas akibat tembakan senjata api di punggungnya.

 

Mahasiswa Bersatu Peringati Kematian Arnold C AP ke- 35 Tahun

 

Untuk melawan lupa, Pelajar dan Mahasiswa Papua yang dimotori oleh Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) di Yogyakarta kembali melangsungkan panggung Budaya dan Pentas Seni. Dalam kesempatan tersebut, dengan moment itu pula mereka mendoakan para pejuang/aktivis kemanusiaan dan kemerdekaan bangsa west Papua yang meninggal ditangan militer Indonesia. Kegiatan tersebut  dibuka dengan doa Pembukaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari halaman asrama Kamasan 1 Yogyakarta.

 

Ramai, begitulah suasana yang tercpta di lingkungan Kamasan I Yogyakarta. Mereka yang datang secara sukarela, indivdu serta organ-organ untuk ikut terlibat dalam kegiatan peringatan tersebut. Yang serunya lagi, ada masyarakat luar Papua yang datang ikut meriahkan kegiatan ini. Jumlah massa yang membanjiri halaman asrama mahasiswa Papua sekitar kurang lebih 100an orang.

 

Di panggung, banyak atraksi yang ditampilkan, mulai dari drama, nyayian, orasasi politik, Hip-hop, tarian adat dari pesisir (tumbuk tanah dan Yospan) dan tarian adat dari gunung (wisisi dan waita), ratapan, Visualisasi muisk dan Mob.

 

Di tengah kegiatan mereka melakukan petisi. Dalam petisi tersebut AMP komite kota Yogyakarta dengan tegas mendukung perjuangan buruh, dan menuntuk supaya negara Indonesia memberikan kebebasan untuk menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua (merdeka) dan lepas dari negara kesatuan Republik Indonesia sebagai solusi demokratif.

 

"Kita harus ingat baik-baik bahwa  kita datang untuk  memperingati kematian Arnold AP. Tujuan utama adalah mengetahui siapa itu Arnold AP, apa yang diperjuangkannya. Itu yang paling penting untuk kita maknai,” jelas ketua Panitia Pelaksna Herlina Sobolim  dalam sambutannya yang dipetik media ini.

 

Jadi, menurutnya tujuan dari kegiatan tersebut, diharapkan kepada peserta yang hadir  untuk memberitahukan kepada khalayak umum atau menjadi kesan dan pesan kepada teman yang ada di luar sana. “Agar teman-taman tahu, siapa itu Arnold AP.”

 

Harapanya, kata Herlina semoga jiwa perlawanan itu, menjadi bekal bagi kita yang hadir di tempat ini. “Melihat sosok Arnold Ap dari mentalnya, bakatnnya, yang mampu mempersatukan orang Papua kala itu, dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita,” paparnya penuh percaya diri.

 

Selain itu, secara keseluruhan tujuan dari acara tersebut  adalah guna mengingatkan dan membangkitkan jiwa nasionalisme Papua kepada  anak-anak muda Papua untuk meneruskan perjuangan yang telah dirintiskan oleh bapak Arnold C. AP dan para leluhur lainya.

 

Acara yang dirangkaikan bentuk panggung seni tersebut menunjukan bahwa simbol-simbol dari perjuangan yang telah dirintis oleh Arnol C.AP. "Seperti yang kita tahu bahwa Arnold C. AP adalah seorang pahlawan perjuangan kebebasan bangsa west Papua melalui Seni dan Budaya yang pernah beliau memperjuangkan."

 

Dalam kegiatan tersebut dapat menunjukan bahwa "Perjuangan menuju kebebasan bukan hanya melalui aksi-aksi politik, aksi-aksi kontak senjata, aksi-aksi demonstran tetapi  Arnold C. AP menunjukkan kepada gererasi selanjutnya  untuk terus pada  perjuangan menuju kebebasan bangsa West Papua juga melalui seni dan budaya  yang dimiliki setiap mahasiswa Papua khususnya dan pada umumnya orang Papua."

 

Sementara itu,  salah satu anggota AMP Yogyakarta, Berto Korain dalam statusnya mengatakan moto perjuangan seorang Arnold AP   "Mungkin Orang Berfikir saya Gila, Tetapi Saya Akan Melakukan Apa Yang Saya Pikirkan Bagi Masyarakat Saya, Sebelum Saya Meninggal." 

 

Dari hasil karya perjuangan seni dan budaya yang tingalkan oleh Arnold bagi rakyatnya dapat menjawab moto kehidupanya.

 

“Aktor kesenian dan Budaya tersebut beliau berhasil dapat membentuk sebuah grup (album) musik yang berjudul (Mambesak). Dalam grup tersebut mereka dapat menyalurkan perjuangan melalui lagu-lagu yang telah dibuat.”

 

Menurutnya, Arnold AP menitipkan pesan terhadap Klonial Indonesia disaat beliau ditahan, "jika saya benar- benar rakyat NKRI maka biarkan saya bebas bernanyi dan menari diatas tanah adatku tanpa intimidasi, karena saya hidup bukan Emas,Perak, Tembaga, dan Kekayaan Alam lainya yang kalian (NKRI) rebut dan menindas kami".

 

“Saya secara pribadi benar- benar merasa terharu atas surat yang dituliskan oleh Arnold waktu didalam Trali Besi, mengapa? Karena memanya yang terjadi pada kami manusia Papua adalah sedemikian. Tanah kami memang kaya penuh dengan Emas, Minyak, Tembaga, dan lain lain tapi itu semuanya bukan kami punya itu semua milik mereka yang berkolonial,” katanya.

 

Untuk diketahui bahwa, pada masa perjuangan Arnol AP mambuat atraksi seniman, karena sejak itu ruang demokrasi bagi rakyat Papua dibungkam oleh pemerintahan Indonesia. Jika ada yang berani berteriak  PAPUA MERDEKA, maka terakhir mereka dihadapkan pada  moncong senjata.

 

Sementara itu, pantauan media kabarmapegaa.com, kegiatan berjalan lancar. Dihiasi dengan beragam tampilan. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 19.00- 23.30 WIB. Kemudian, peringatan Arnolald ke -35 tahun ini, sangat meria dari tahun sebelumnya. Sejauh ini Aliansi MAhasiswa Papua dan solidaritas lainnya tanpa alpa meriakan hari bersejarah tersebut.

 

Selanjutnya, sebagaimana info yang dihimpun media ini, peringatan 35thn Arnold AP dirayakan setiap kota studi yang ada di Jawa -Bali,  Ambon Sulawesi. Kegiatan ini dibawa komado Aliansi Mahasiswa Papua dan FRI-WP. 

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait