AMP Pusat Menonaktifkan Anggota Yang Pulang Tanpa Koordinasi

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
KABAR

Tentang Penulis
Logo AMP

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com---AMP Pusat mengeluarkan surat resmi tentang perihal Non Aktif Anggota yang dianggap meninggal tanggung jawab kerja-kerja politik organisasi tanpa koordinasi, Jumat (17/10/2019).

 

Biro Kontradiksi AMP Pusat, Adhen Dimi mengatakan surat tersebut dikeluarkan atas keputusan bersama di pertemuan Nasional AMP yang diselenggarakan pada Minggu 6 Oktober 2019, lalu.

 

"Pertemuan Nasional AMP telah membahas dugaan anggota Organisasi yang pulang ke Papua karena alasan situasi teror dan intimidasi pasca kejadian rasisme Surabaya, 16-17 Agustus 2019, atau alasan lain di luar keputusan bersama di Organisasi." Jelas Dimi.

 

Lanjut Dimi, anggota yang pulang dianggap telah melakukan, pertama, meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya tanpa ada keputusan secara kolektif Organisasi untuk pulang ke Papua. Kedua, pulang atas keputusan individu, tanpa koordinasi ke organisasi atas tanggung jawab kerja yang ditinggalkan.

 

"Maka berdasarkan surat ini dengan tegas bagi Anggota yang telah pulang ke Papua dinonaktifkan dari aktivitas Politik organisasi Aliansi Mahasiswa Papua [AMP]" Tegasnya.

 

Sebagai catatan, kata Dimi, bagi setiap anggota yang akan balik ke Tanah Kolonial, AMP akan mengadili melalui forum persidangan organisasi di setiap kolektif Komite Kota. 

 

Berikut Surat Non Aktif Anggota:

 

ALIANSI MAHASISWA PAPUA [KP AMP]

 

Sekertariat : Central Mobile

Email           : Aliansimahasiswapapua@gmail.com

Facebook   : Koran Kejora

 

Nomor: 06/Int/KP-AMP/X/2019 

Hal  : Surat Nonaktif  

Lamp. : -

 

Mengingat

 

1. Keputusan tertinggi organisasi, Kongres Nasional Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] Ke IV.

 

2. Dalam AD/ART Pasal 3 Ayat 3.2 dan 3.3 Tentang Kewajiban Anggota Organisasi.

 

Menimbang

 

1. Keputusan Pertemuan Nasional Aliansi Mahasiswa Papua pada hari minggu 6 Oktober 2019.

 

2. AD/ART Pasal 3 Ayat 3.2 Melaksanakan dan  menaati semua keputusan Kongres, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, dan keputusan Organisasi. Dan Ayat 3.3 Anggota wajib menjalankan tugas dan  melaksanakan tanggung jawab yang diberikan oleh organisasi

 

Memutuskan

 

Bagi anggota Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] yang pulang ke Papua (karena alasan situasi teror dan intimidasi pasca kejadian Rasisme Surabaya, 16-17 Agustus 2019, atau alasan lain di luar keputusan bersama di Organisasi);

 

Telah Melakukan

 

1. Meninggalkan Tugas dan Tanggung jawabnya tanpa ada keputusan secara Organisasi untuk pulang ke Papua.

 

2. Pulang atas keputusan individu, tanpa koordinasi ke organisasi atas tanggung jawab kerja yang ditinggalkan.

 

Maka berdasarkan surat ini dengan tegas bagi Anggota Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] yang telah pulang ke Papua di nonaktifkan dari aktivitas Politik organisasi Aliansi Mahasiswa Papua [AMP]. Demikian surat keputusan ini dibuat, Surat ini berlaku sejak tanggal Pertemuan 6 Oktober 2019.

 

Demikian surat keputusan ini dibuat.

 

Medan Juang, 17 Oktober 2019 

 

Biro  Kontradiksi

Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua

 

Adhen Dimi

 

Catatan: Bagi setiap anggota AMP yang akan balik ke Tanah Kolonial akan disidangkan di setiap Komite Kota Aliansi Mahasiswa Papua [AMP].

 

Pewarta: Manfret Kudiai

#Mahasiswa dan Pemuda

#Jumpa Pers

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait