AMPTPI Himbau Agar Pilkada Papua Aman dan Damai

Cinque Terre
Alexander Gobai

6 Bulan yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)
Keterangan Foto : Sekjen DPP Pusat, Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah  Papua Se-Indonesia (AMPTPI), Januarius Lagoan  dan Wakil Sekjen, Hendrikus Madai. Sedang memberikan pernyataan  dalam jumpa Pers Kepada Wartawan, Selasa (5/6). (Foto: KM/A. Gobai)

 

JAYAPURA, KABARMAPAEGAA.com– Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah  Papua Se-Indonesia (AMPTPI) menghimbau kepada semua pihak agar tidak menimbulkan  kegaduhan  di masyarakat, namun tetap  dewasa  dalam berdemokrasi sehingga dapat mengawal proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk berjalan dengan baik dan harus aman dan damai.

 

“Kami himbau agar Pilkada di Papua harus berjalan dengan aman dan damai. Jagalah kedewasaan dalam berdemokrasi  dan tidak lagi  menimbulkan konflik horizontal yang mengorbankan masyarakat sipil. Sebab, akan menimbulkan citra buruk di Provinsi Papua,” kata Sekertaris Jendral (Sekjen)  AMPTPI Pusat, Januarius Lagoan  kepada Wartawan  saat Jumpa  Pers di KFC Mega, Waena, Selasa (5/6).

 

Menurutnya,  sebanyak 171 daerah sedang melaksanakan pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota di seluruh Indonesia. Dan di Provinsi Papua juga ikut meramaikan pilkada ini dengan diikut sertakannya tujuh Kabupaten dan satu Provinsi antara lain Kabupaten Mimika, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Paniai, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Biak Numfor serta Provinsi Papua yang secara serentak akan dilakukan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang

 

“Pengalaman kita di Papua lebih khusus daerah yang menyelenggaran Pilkada pemilihan Bupati seperti kabupaten Intan Jaya yang berakhir dengan konflik dan menewaskan tiga orang dan pembakaran kantor Pemerintahan. Pilkada Tolikara beberapa tahun lalu menewaskan 11 orang dan berakhir dengan pengerusakan kantor Kementerian dalam Negeri di Jakarta. Ini merupakan kasus pengalaman yang meninggalkan citra buruk bagi Papua sebagai daerah Rawan Konflik PILKADA,” katanya.

 

Wakil  Sekjen AMPTPI Pusat, Hendrikus Madai menyatakan, konflik yang timbul disebabkan karena penyelenggara yang tidak netral baik itu Komisi Pemilihan Umum maupun  Badan pengawas Pemilu.  Ada konflik yang timbul karena Pihak keamanan seperti Polisi juga terlibat dalam politik praktis.

 

“Para pasangan calon yang berkontestan tidak mau menerima kenyataan kekalahan sehingga  menggerakkan pendukung dan simpatisannya agar menciptakan konflik atau menyerang pihak lawan sehingga terjadi konflik,” ujarnya.

 

Karenanya, ia minta kepada  pihak penyelenggara baik KPU Provinsi Papua, Bawaslu dan pihak keamanan, dalam  hal ini Polri agar netral dalam Pilkada ini.  Sehingga tidak menimbulkan konflik di Papua.

 

Selain itu, ia meminta KPU Paniai agar segera melaksanakan beberapa tahapan yang hingga kini belum berjalan secara maksimal, seperti kampanye dan debat kandidat serta  bekerja  dengan prinsip jujur dan adil. 

 

Pewarta    :Alexander Goba

#Pemerintahan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait