Anak Muda Papua AS Hadirkan FESV PAPUA Dalam Masa Pemdemi Covid-19

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

21 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Brosure Free English Speaking Village (FESV ) PAPUA.

 

 

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com-Tommy Pegawak, Free English Speaking Village (FESV ) PAPUA adalah suatu komunitas Bahasa Inggris yang di mana hadir untuk merangkul generasi muda dengan fokus pada,  Accent training, Confidence building, Presentation skills, Motivation training, English fluency, Public speaking, Interview skills. Sabtu (29/8/2020) di AS.

 

“Visi FESV Papua  “be an inspiration and innovation to every generation”  dan Misi FESV “Long terms mission”

 

"Saya dan kedua adik saya Daniel Pagawak dan Diana Pagawak adalah inisiator dari FESV PAPUA itu sendiri. Kami sudah berfikir dari 2019 sampai kami komitmen untuk memulai di tahun 2020 ini. Kita komitmen untuk memulai saya dari U.S.A dan kedua adik saya dari Indonesia. Kami berfikir bahwa sekarang teknologi sudah maju jadi kita bisa komunikasi lewat sosial media dan kami mencoba merangkul ade-ade dari Sabang sampai Merauke dan seluruh Indonesia " kata Tommy Pegawak Kepada Kabarmapegaa.com.

 

Lanjut, salah satu papuan students yang sedang menempuh pendidikan di Western Michigan University in Unitated State of America  mengatakan,Kami berfikir bahwa waktu terus berlalu dan sampai kapan kita harus menunggu sehingga kita manfaatkan situasi pandemic untuk merangkul ade- ade dan sekalian kita kenalkan FESV PAPUA di seluruh Indonesia lewat situasi ini, karena semua orang tidak buat apa apa di rumah saja, jadi tong arahkan focus mereka pada kesempatan ini" ujarnya ketika dihubungi via mesenger.

 

Anak muda Papua yang memiliki mimpi besar untuk membangun Papua ini mangaku FESV PAPUA tidak akan berakhir disini saja tetapi akan berlanjut terus.

 

Ulangi, "ini tidak akan akhir akan kita lanjutkan setelah pulang balik ke Papua akan kita memulai basenya di kabupaten Jayapura.

 

Inisiatif ini muncul karena Ketika kita masuk SD, SMP, dan SMA belum pernah kita mendapatkan semangat dan motivasi dari tong pu kaka-kaka yang kuliah di Indonesia bahkan luar negeri maka banyak anak Papua yang patah semangat ,kurang percaya diri dan minder terhadap diri mereka sendiri.

 

Untuk itu kita tidak mau generasi kita mengalami hal yang sama seperti apa yang kita alami makanya kita harapkan lewat FESV PAPUA kita bisa merangkul semua generasi Cendrawasih dan mengajarkan mereka sambil memotivasikan mereka bahwa selagi ada kemauan pasti ada jalan " Pintahnya dengan penuh harapan.

 

Lanjutnya, tujuan akhir/long term goals adalah kalau Tuhan kehendaki lewat FESV PAPUA kita bisa mentoring tong pu ade ade dan pushing them think outside the box, artinya berani bermimpi karena masih ada harapan buat mereka yang mau mencoba, everything is possible. Kita juga akan menciptakan banyak lapangan kerja bagi mereka yang lagi membutuhkan bahkan kehadiran kita bisa menjadi solusi bagi mereka yang merasa tidak ada harapan. "Katanya.

 

"Pesan dari kaka Tommy Pagawak ini yang selalu saya mau sampaikan kepada anak-anak generasi emas Papua adalah : 1.Everything is possible if you believe in your dream. 2. Everything starts with an inner imagination, but it always must be followed by action. 3. Nothing is going to stop you from pursuing your dream except yourself. 4. Money is not the reason to stop dreaming. If there is a will, there is a way. 5. Do not ever underestimate someone else because his/her journey is not my own.

 

Segala sesuatu mungkin kalau kita percaya pada diri kita, kita tidak bisa menunggu orang lain untuk mendorong kita sehingga kita harus mendorong kita punya diri dulu karena masa depan kita di tentukan oleh kita sendiri." Pesannya.

 

kita anak anak papua harus Bersatu karena Bersatu kita bisa melakukan hal-hal yang besar, rendah hati dan mari kita sama-sama merangkul tong pu ade ade karena mereka adalah penentu papua ke depan." Ajaknya.

 

Sementara itu, jumlah students yang sudah terdaftar dan yang sedang menjalani kelas online hampir 6 ratus orang bahkan sekarang masih banyak lagi yang menunggu di waiting list karena pendaftaranya sudah saya pending karena student kita sudah over kapasitas. Itu jumlah yang ada tapi kita akan lihat dari sekian banyak mana anak anak- yang mau serius dan komitmen, kita akan tapis lagi"katanya.

 

Lanjutnya, Semua ini hanya nama Tuhan saja yang di mulihakan (God is the Leader of FESV PAPUA) Saya selalu percaya bahwa kalau Tuhan yang memulai Dia pula yang akan bertanggung jawab. Makanya itu saya mendorong semua students bahwa Bersama Tuhan kita pasti sampai pada tujuan akhir kami. Jangan takut Tuhan di pihak kita " ucapnya mengakhiri.

 

Pewarta : Emanuel Muyapa/KM

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait