Anda Datang Ke Papua, Anda Cari Mati!

Cinque Terre
Eman B Youw

1 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
( Foto : Silwanus Sumule )

NABIRE, KABAR MAPEGA.com- Saat ini tim medis Covid-19 di provinsi Papua diperhadapkan pada sebuah tantangan yang serius karena masih membayangi banyak kekurangan. Dari  Alat Pelindung Diri (APD), tenaga dokter paru, ventilator hingga fasilitas kesehatan lainnya pun masih minim.

 

Bagimana dengan tim medis kita dalam mengambil tindakan terhadap orang dalam pengawasan (ODP),  pasien dalam perawatan (PDP) hingga Positif terpapar Covid. Jika pandemi Covid-19 meningkat di Papua, maka akan sangat berat bagi tim medis dalam mengambil tindakan terhadap pasien.

 

Parahnya masih saja terus kedatangan orang dari luar Papua baik melalui jalur udara maupun jalur laut ketika itu. Hal itu terkesan semakin memperparah dan sangat memberatkan bagi tim medis di Papua.

 

“ Anda datang ke Papua anda cari mati. Maaf bahasa saya agak tidak sopan. Karena urus kami punya warga saja kami tidak mampu. Apalagi anda datang kesini, percaya kami tidak mampu urus anda,”tegas Jubir Satgas Covid-19 provinsi Papua, Silwanus Sumule dalam potongan rekaman video berdurasi 02:54 detik yang diterima awak media. Minggu (28/4/20) pecan lalu.

 

Dikatakan Sumule, Sekda prov Papua sudah menyampaikan secara tebuka kepada publik bahwa karena banyak keterbatasan pihak pemerintah provinsi Papua tidak akan mampu secara maksimal melayani pasien covid di Papua, sehingga selama masa perberlakukan 14 hari atau pun 91 hari secara nosional  warga yang dari luar Papua jangan datang ke Papua.

 

“Kita kan kemarin pa Sekda sudah menyampaikan kita tidak mampu mengelolah ini, sehingga selama masa perberlakukan ini warga yang dari luar Papua jangan datang ke Papua dulu,”keluh Sumule sedikit tensi.

 

“Anda datang anda kena Covid-19. Saya pastikan kami tidak akan mampu menolong anda, karena tenaga kita tidak cukup. Dokter Parunya hanya tuju se provinsi Papua. Ventilator hanya 60-an lebih, belum lagi yang lain-lain,”aku Sumule jujur.

 

Orang kena Covid-19 ada kategori ringan,  sedang dan berat. Karena itu Sumule mengaku, pihaknya sudah menghitung seandainya yang kasus Covid berat mencapai 8000 pasien semua membutuhkan ventilator sementara ventilator yang tersedia hanya 60-an lebih otomatis pasien yang lain akan sangat susah.

 

“Hitungan kami kemarin yang berat itu 8000 dan semua membutuhkan ventilator. Sementara yang tersedia 60an. Turus sisahnya mau kemana. Karena itu anda mau selamat jangan datang ke Papua. Kita  sudah tutup jangan datang ke Papua,”tandas Sumule.(*)

#Pandemi Covid-19

Baca Juga, Artikel Terkait