Andrias Irun Pendiri YPPK Sekaligus Perintis Pendidikan Kab Tambrauw dan Maybrat

Cinque Terre
Yosafat Mai Muyapa

13 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Reporter
Pribadi Tuan. Andrias Irun sebagai perintis pendidikan kabupaten tambraw dan Maybrat(Foto: Kejora/KM).

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.Com--Andrias Irun adalah salah satu tokoh pertama pendiri Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katohlik (YPPK) Subsidi di Tabam Sere dan perintis pendidikan di kabupaten Tambrauw dan Maybrat Provinsi Papua Barat. Ini hasil wawancarai langsung sejarahwan Andrias Irun kepada media ini. Rabu (07/10/2020).

 

Dulu sejak awal saya masuk di SPG (Sekolah Pendidikan Guru) Taruna bakti Waena Jayapura Papua adalah sekitar tahun 1984 dan saya tamat pada tahun 1986. Saya sekolah selama (tiga tahun) menjalankan pendidikannya.

Sekilas balik perintis pendidikan di kawasan Tambraw dan Maybrat: Setelah usai pendidikan SPG di taruna Bakti Waena Jayapura dan menjalan umur saya semakin bertambah tua menjadi 56 tahun. Di saat itu, saya mendapatkan mandat/tugas dari keuskupan Manokwari-sorong oleh Pater Yongker Haus. Ia menetapkan saya pertama kali dapat bertugas di kampung Aigingging sebagai guru putra daerah dan pada waktu itu, 18 juli tahun 1986 pergantian guru pater Anton Tromp menyuruh ke tabam sere untuk mengajar dan pertama kali saya membuka Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katohlik (YPPK) Subsidi di Tabam Sere.

 

Saya kembali mulai aktif mengajar dari bulan Desember tanggal, 10 tahun 1986 hingga pada tahun 1989. Selanjutnya Pater Jhonatan Fatem memindakan saya di kampung Fef dan saya mengabdi (mengajar) lagi di salah satu SD YPPK Ases Fef selama kurang lebih 3 (tiga) tahun (1989-1992).

 

Awal bulan oktober tahun 1992 saya ditarik kembali ke Tabam Sere SD YPPK Subsidi untuk tenaga pengajar (guru), sampai tahun 1995 dan setelah mengabdi di SD YPPK subsidi saya di panggil ke Sorong untuk mengabdi pada SD Inpres 25 Keasaman tahun 1996-1999 aktif mengajar di sekolah berstatus honorer.

 

Selama beberapa tahun ini, saya sendiri mengabdi keliling di kawaan Aiyawasi yang disebut sekarang kabupaten Tambraw dan Maybrat provinsi Papua Barat. Memasuki pada tahun 1997-1998 ada bertambah seorang guru baru yang bernama Yosep sebagai guru sukarelah di SD Tabam Sere. Kembali mengatifkan adanya kondisi sekolah yang bervakum karenakan belum ada tenaga pengajar di saat itu menjelang tahun 1997-1998.

 

Pada awal memasuki tahun 2000 saya (Andrias Irun), angkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Pada saat itu juga secara spontan merenungkan kembali selama puluhan tahun lampau Irun mengabdi tanpa upah dari pemerintah dan merasa diri (andrias) atas karya sebagai tenaga pengajar beberapa sekolah di kawaan Tambraw dan Maybrat mengelilingi demi mengajar atau mendidik generasi-generasi waktu itu.

 

Riwayat sebagai guru dan selanjutnya, dari tahun 2000-2003 saya (Adrias) pindah ke suatu kampung namanya klawotong Distrik Seget, ia sudah mengapdi selama 3 tahundi SD INPRES Persiapan Seger, disitulah pertama kali saya (Andrias) di lantik dengan golongan 2A sebagai kepala sekolah dari tempat, hotel handayani.

Mulai dari tahun 2003 sampai pada tahun 2005 saya (andrias Irun) dipindahkan lagi di salah satu SD Negeri 28 Sailala, sebagai guru mengabdi selama 2003-2005. Dan akhir tahun 2005 hingga 2020 sekarang ini, saya (andrias Irun) masih aktif mengajar di salah satu SD Inpres Tabam Sere yang harus dibutuh tenaga pengajar (guru). Pada akhirnya bapak Yosep adalah muncul seorang guru kedua dari saya (andrias), dia juga seorang guru tua yang beliau mengabdi selama 23 tahun sampai saat ini.

 

Pada waktu itu, tahun 2006 saya (Andrias Irun) kembali ke sorong sebagai guru disana dan pada tanggal 4 januari 2006, seorang mama bernama Maria Baru dan bapak Paulinus Bame, mereka datang bertemu saya (Andrias) dengan membawa data siswa berjumlah 7 orang dan nama-nama mereka terterah dibawah ini: 1.Klara Bame (prempuan). 2. Novi Bame (Premuan). 3.Atu bame (Laki-laki). 4. Elisabet bame (prempuan). 5. Joni baru (Laki-laki). 6. Alo baru (laki-laki). 7. Juliana Baru (Prempuan).

 

Setelah beberapa minggu ke depan bapak Segius Nso dan mama Maria Titit, mereka datang bertemu saya (Andrias) di Tabam Sere mendaftarkan anak mereka dan nama-namanya sbb; 1. Florentina Nso. 2. Yanti nso.3. Agustinu nso

 

Dua minggu kemudian Bapak Heronimus Irun dan mama Tinike Syufi datang mendaftarkan anak-ananya sebagai berikut: 1. Trika Irun. 2. Rosa Irun. 3. Yosep Irun.

Adanya perjuangan saya (andrias Irun) membuka salah satu SD YPPK Subidi Tabam Sere sejak tahun 1986 hingga sekarang masih eksis menyumbangkan generasi-generasi penerus daerah dengan berprofesional serta berkarir yang baik demi negeri itu sendiri dan pada umumnya tanah papua.

 

Tanggapan saya (Andrias Irun) sebagai perintis pendidikan Maybrat dan Tambraw mengakui “sekarang sudah mulai lemah dan tidak bisa merombak SD YPPK Sudsidi Tabam Sere dan Sekolah-sokolah lainya di daerah ini lagi karena faktor umur saya sudah mulai lansia, bukan umur pensiunan saya dari profei guru”. Kalau faktor pensiunan itu saya pikir hal biasa sebab saya (Andrias) sudah lama beberapa puluh tahun lalu mengabdi tanpa upah atau/SK PNS. Jadi, bagi saya (andrias) menjadi seorang guru sukarelah itu hal biasa. Asal penting, komitmen saya dalam nurani yang tak bisa hilang atau hapus sebelum menghembus nafas akhir bahwa menjadi guru sukarelah sampai mati,”targetnya Tn.Andrias Irun.

 

Pesan terakhir: Bapak punya keinginan atau cita-cita besar dengan SD ini harus di bangun, rehap dan renovasikan dengan baik supaya menciptakan generasi muda yang berilmu dan berkualitas di kab. Tambrauw Distrik Willem Rombous, Kampung Tabam Sere dan Ataf Mafat.

 

Sekian dan terima kasih karena dari pihak missi sudah mempercayai Saya (Andrias Irun) untuk mempraktekkan ilmu yang telah di ketemukandalam hidup ini hingga akhir hayat.

 

Pewarta: Maii Muyapa/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait