Antisipasi Tertularnya Covid 19, PH Minta Tujuh Tapol Rasisme Papua Dipindahkan Ke PN Jayapura

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

10 Hari yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Keterangan Foto: Tujuh Tapol berfoto bersama dengan Kuas Hukum Usai Jalani Proses Sidang di PN Balik Papan. (Foto : Dok KM)

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com - 
Mengantisipisi tertularnya virus Covid 19, Koalisi Pengacara Hukum Papua  meminta kepada ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balik Papan agar memindahkan Tujuh Tahanan Politik (Tapol) Rasisme Papua ke PN Jayapura demi menjalani proses hukum.  


Hal tersebut disampaikan Koordinator Koalisi Pengacara Hukum dan HAM, Emanuel Gobai, SH,. MH melalui Siaran Pers yang diterima kabarmapegaa.com, Kamis, (19/03).


Kata Gobai, Sidang 7 Tapol Papua dengan agenda pembuktian pada tanggal 16 Maret 2020 di Pengadilan Negeri Balikpapan dibuka pada pukul 11:00. Sidang sedikit molor dari jadwal yang ditentukan yaitu pukul 10:00,  akibat JPU dan saksi dari Papua belum ada di PN Balikpapan. 


Lanjut Gobai, sebelum sidang dibuka, Ketua Majelis Hakim langsung memangil 7 Tapol Papua untuk duduk dikursi terdakwa selanjutnya Ketua Majelis Hakim membuka sidang.  


Ketua Majelis Hakim mengatakan sidang atas 7 Tapol Papua seluruhnya akan ditundah hingga 2 (dua) minggu kedepan. Penundaan ini dilakukan akibat bahaya virus corona dan ketidakhadirannya JPU dan saksi dari papua. 


Selanjutnya Majelis Hakim membagi jadwal sidang selanjutnya sebagai berikut, Pertama, Tapol Papua atas nama Buchtar Tabuni, Irwanus Uropmabin, Feri Kombo dan Agus Kossai akan disidangkan kembali pada tanggal 30 Maret 2020 dan Kedua, Tapol Papua atas nama Alexander Gobay, Steven Itlai dan Hengki Hilapok akan disidangkan pada tanggal 31 Maret 2020.


Seusai majelis hakim membagikan jadwal sidang selanjutnya Ketua Majelis Hakim berikan kesempatan kepada JPU untuk berpendapat namun JPU yang mewakili JPU yang menuntut 7 Tapol Papua tidak berpendapat. 


Majelis beri kesempatan kepad Penasehat Hukum, Gobai mengatakan,  dengan melihat virus corona yang mewabah hingga keseluruh dunia termasuk di Papua dan Kalimantan Timur serta fakta JPU, Penasehat Hukum, Saksi dan ahli yang akan dihadirkan mayoritas datang dari luar Balikpapan dimana untuk ke Balikpapan hanya mengunakan pesawat udara serta melihat ketidakjelasan berakhirnya wabah virus corona.


"Kami Penasehat Hukum 7 Tapol Papua meminta kepada Ketua Majelis Hakim agar sidang pemeriksaan 7 Tapol Papua dikembalikan ke PN Jayapura untuk mengantisipasi tertularnya virus corona pada JPU, Penasehat Hukum, Saksi dan ahli yang selalu pulang pergi Balikpapan melalui bandara udara mengunakan transportasi udara," Terang Gobai.


Gobai menilai, masukan alternatif lain dari Penasehat Hukum diterima oleh Ketua Majelis Hakim sekalipun sudah ada putusan sela. Hal itu ketua majelis hakim lakukan mengingat aspek sosial kemasyarakaran. 


Dikatakan, usulan Penasehat hukum akan didiskusikan dengan atasan dan selanjutnya akan diputuskan. 


"Lagi-lagi hakim mengatakan bahwa hal ini dilakukan berkaitan dengan aspek sosial kemasyarakatan," Tambah Gobai.


Pewarta : Manfred Kudiai

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

#Jumpa Pers

#LBH Papua

Baca Juga, Artikel Terkait