Apa Arti dan Makna Sesungguhnya Selamat Natal dan Tahun Baru Dalam Iman Kristen?

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

10 Bulan yang lalu
ROHANI

Tentang Penulis
Selamat Tahun baru 2019 (tribungnew/KM)

 

 

Refleksi Natal 2019: Apa Arti dan  Makna Sesungguhnya Selamat Natal dan Tahun Baru Dalam Iman Kristen?

 

Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman,

 

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.COM--Setiap 25 Desember, umat Kristen terus-menerus bicara tentang kelahiran Tuhan Yesus Kristus (Natal). Natal diimani, diyakini, dipercayai dan diakui oleh orang Kristen sebagai hari Kelahiran Sang Penebus Juruselamat, Yesus Kristus.

 

Ada 4 proses tentang kelahiran Yesus Kristus.

 

1. Kelahiran Yesus dinubuatkan,

Kelahiran Yesus Kristus sebagai Sang Penebus, Raja Damai tidak secara tiba-tiba dan juga kebetulan. Tetapi, peristiwa ilahi ini pernah dibuatkan oleh para nabi.

 

Nabi Mikha bernubuat tentang kisah Natal ( Mi. 5:1-3). Allah juga berbicara lewat Nabi Yesaya untuk bernubuat ( Yes. 7:14; 9:1-6; 10:1-10). Kutipan terkenal:

 

"...Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan nama-Nya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai, Besar kekuasaannya,..." (Yes. 9:5-6).

 

2. Kelahiran Yesus dinantikan/ditunggu,

Orang-orang benar, orang-orang saleh, orang-orang suci dan kudus menantikan dan menunggu kelahiran Yesus. Sebelum mereka mati, mereka ada kerinduan ilahi dan mulia untuk melihat Sang Penebus dan Pembebas umat manusia. dari belenggu kuasa Iblis dan dosa.

 

Si Tete Tua Simeon dan si Nenek Tua Hana menantikan kelahiran Yesus Kristus. Ada pernyataan iman dari Simeon, kekita melihat Sang Bayi Yesus.

 

"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan Firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel" (Lukas 2:25-32).

 

3. Kelahiran Yesus disampaikan,

Kelahiran tidak tiba-tiba dan juga merupakan kejutan. Kelahiran Yesus diberitahukan kepada seorang perawan suci, kudus dan benar, yaitu Maria.

 

Malaikat Gabriel sampaikan kepada Maria. "Roh Kudus akan turun ke atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaunggi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah..." (Lukas 1:26-38).

 

4. Kelahiran Yesus disambut gembira,

Kehadiran Allah dalam menyapa umat manusia dalam bentuk Manusia di bumi, ada penyambutan gembira dan meriah di seluruh bumi. Semua usia tanpa memandang latar belakang dan status sosial, semua tunduk dan hormat serta menyambut dan merayakan kelahiran Raja Damai bagi seluruh umat manusia.

 

Ada 9 (sembilan) kelompok usia dan golongan manusia dari yang bayi-sampai yang tua.

 

1. Sambutan Maria, Ibu Sang Raja.

Kepara malaikat Gabriel: " Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Lukas 1:38).

 

"Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya kudus..."(Lukas 1:46-55).

 

2. Yusuf menyambut Yesus.

"....Ia mengambil Maria sebagai istrinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus" (Matius 1:19-25).

 

3. Elisabet ibu Yohanes menyambut Yesus

"Lalu berseru dengan suara nyaring: 'Diberkatilah engkau diantara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapa aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku berlonjak kegirangan..." (Lukas 1:42-45).

 

4. Bayi Yohanes Pembaptis menyambut Yesus.

Penyambutan dari bayi Yohanes dapat dikisahkan oleh ibunya, Elisabet. "...ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku (baca: bayi Yohanes Pembaptis) melonjak kegirangan." (Lukas 1:42-45).

 

5. Sambutan Zakharia.

"Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud,..." (Luk.1:68-79).

 

6. Sambutan Tiga Orang Majus.

"...Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dikahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia" (Mat.2:1-2).

 

"...Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan, dan mur...." (Mat. 2:9-12).

 

7. Sambutan dari Raja Herodes.

"Ketika raja Herodes mendengar hal itu (cerita dari 3 org Majus) terkejutlah ia...Maka dikumpulkakannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanta keterangan dari mereka di mana Mesias akan dilahirkan....Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bila mana bintang itu nampak..." (Mat. 2:3-8).

 

8. Sambutan Malaikat dan Bala Tentara Surga.

"...Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud...Kemuliaan Allah ditempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi diantara manusia yang berkenan kepada-Nya" (Luk. 2:8-14).

 

9. Sambutan Para Gembala di Padang.

"Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan mereka tentang anak itu....Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai apa yang telah dikatakan kepada mereka" (Luk. 2:15-20).

 

Dalam renungan ini sudah kita merenungkan tentang kelahiran Yesus Kristus dinubuatkan, dinantikan dan disampaikan serta disambut oleh sembilan kelompok usia dan golongan manusia di bumi ini. Ini pokok iman Kristen yang meliputi: Kelahiran, Kematian dan Kebangkitan Yesus Kristus. Orang Kristen sebagai orang beriman berdiri dalam keyakinan iman ini.

 

Kita kembali pada topik renungan. Apa artinya & makna sesungguhnya selamat natal dan tahun baru dalam iman Kristen?

 

Apa yang telah kita renungkan tadi sebagai pokok iman Kristen itu memang sangat prinsip dan suatu keharusan. Kita harus berdiri dalam iman dan keyakinan itu.

 

Tetapi, harus dan lebih baik ialah berbicara kelahiran, pembaharuan, pertobatan Anda dan saya serta kita semua memiliki seperti karakter/sifat-sifat Yesus.

 

Apakah Anda dan saya serta kita semua sudah lahir baru? Apakah ada kerendahan hati, kebenaran, kejujuran, kedamaian dan kasih dalam hati dan pikiran kita? Apa artinya Anda dan saya serta kita mengucapkan Selamat Natal dan Selamat Tahun Baru kepada saudara-saudara kita?

 

Hidup kita belum berubah atau lahir baru, lebih baik Anda dan saya serta kita semua jangan mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru. Jangan kita menipu diri sendiri.

 

Karena ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru merupakan ungkapan ucapan terima kasih dan syukur Anda, dan saya serta kita semua ketika kita tinggalkan sifat-sifat lama dan memperoleh kehidupan yang bertobat, berubah dan lahir baru, yaitu Natal itu sendiri.

 

Yesus lahir, mati dan bangkit supaya kita selamat dan merdeka dari belenggu kuasa Iblis dan kuasa dosa. Kita didamaikan dengan Allah, kita didamaikan dengan sesama manusia dan kita didamaikan dengan alam semesta. Kita ditetapkan, diurapi dan dikuduskan dengan meterai kuasa ilahi supaya menjadi pembawa dan pelaku damai yang bersumber dari Allah.

 

"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" (Matius 5:9).

 

Yang jelas dan pati: Anda dan saya serta kita semua sudah diberikan kepastian jaminan pengharapan hidup kekal melaui dan di dalam kelahiran, kematian dan kebangkita Tuhan kita Yesus Kristus.

 

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" ( 2 Korintus 5:17).

 

Dalam hidup yang bertobat, berubah dan kelahiran baru itu atau Natal itu, Anda, dan saya serta kita semua menjadi seperti bintang-bintang yang bercahaya di dunia.

 

" supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela dan di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia" (Filipi 2:15).

 

Tuhan Yesus memperbarui Anda, saya dan kita semua melalui kuasa Firman-Nya dan hikmat-Nya. Karena, "...Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah" ( 1 Korintus 1:24b).

 

Ada tantangan iman dan kemerosan dalam mengartikan Natal. Apakah perayaan Natal di hotel-hotel mewah itu Natal sementara banyak umat Tuhan menderita dipenjara, menderita lapar, haus dan menangis di mana-mana?

 

Apakah Tema Natal Nasional: HIDUPLAH SEBAGAI SAHABAT BAGI SEMUA ORANG (YOH. 15:14-15) ini cocok dan relevan bagi Orang Asli Papua?

 

Bagaimana Anda, saya dan kita semua mau hidup bersahabat untuk semua orang?

 

Natal di Papua dalam suasana banyak domba yang hilang dan domba-domba dalam penjara-penjara seperti: Buktar Tabuni dan kawan-kawan di Kalimatan, Basoka Logo, 9 orang dari Deiyai dan hampir 42 mahasiswa yang ditahan dan dihukum dengan hukuman yang tidak adil dan tidak benar.

 

Dalam konteks West Papua dari Sorong-Merauke, Anda, saya dan kita ikut perayaan Natal dengan tangan kita penuh dengan berlumuran darah orang tidak salah dan tidak berdosa, hati dan pikiran kita penuh dengan penipuan dan kejahatan.

 

Dalam konteks realitas kehidupan Penduduk Asli Papua, Anda dan saya dan kita semua mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru dengan tangan kita masih berlumuran darah rakyat kecil. Anda, saya dan kita semua hati kita penuh dengan kebohongan, kemunafikan dan kepura-puraan. Anda, saya kita semua masih saja merendahkan martabat umat manusia dengan stigma separatis, makar, dan KKB.

 

Oleh karena itu, Anda dan saya dan kita semua, bertanya pada diri kita sendiri saya berada dikelompok mana dari sembilan kelompok tadi?

 

Apakah Anda, saya dan kita berada seperti Maria, Yusuf, Elisabet, Bayi Yohanes, Zakharia, Simeon, Hana, tiga orang majus, dan para gembala dari padang gurun yang kelahiran Yesus dengan sukacita besar, kegembiraan besar?

 

Apakah Anda, saya dan kita berada dalam pisisi dan barisan bersama raja Herodes yang sombong, angkuh, jahat, iri hari yang berpura-pura untuk menyembah bayi Yesus Kristus?

 

Mari, Anda, saya dan kita semua merenungkan dan merefleksikan Natal dengan kerendahan hati, kasih, dan kejujuran serta kebenaran-kebenaran yang bersumber dari Allah dalam Tuhan kita Yesus Kristus.

 

"Jika kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu" (Yohanes 8:32). Karena, "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan" (Yohanes 10:10).

 

Refleksi Natal ini boleh dikembangkan sesuai kebutuhan dan keberadaan umat Tuhan, karena realitas di West Papua dari Sorong-Merauke berbeda di daerah lain.

 

Tuhan Yesus Kristus memberkati kita.Rabu, Ita Wakhu Purom, 11 Desember 2019.

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait