Apakah Ada Kebijakan Khusus Pembangunan SDM Meepago

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

15 Hari yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Foto: Yunus Gobai/KM

 

 

Oleh, Yunus Gobai, S.Kom

 

OPINI.KABARMAPEGAA.com--Pendidikan merupakan pondasi utama dalam kehidupan manusia pada zaman manusia millenium ini. Pendidikan menjadi kebutuhan dasar dan mutlak di miliki oleh setiap orang baik pria maupun wanita tanpa memandang usia dan latarbelakang kehidupan manusia itu sendiri. Pendidikan adalah fundamental untuk mengangkat martabat kemanusiaan bagi manusia di bawah kolong langit dan di atasnya bumi.

 

Dalam pembahasan ini, mungkin judul agak berbeda dengan isi dan isu, tetapi bagaimanapun juga yang bisa menjawab apa yang disinggung di bawah ini hanya akan di jawab oleh pemimpin daerah kabupaten Meepago-Nabire, Paniai, Paniai dan Deiyai, sehingga jangan salah memahaminya.

 

Backgroud sejarah wilayah Kabupaten Dati II Paniai sebelum dimekarkan masuk ke Noord Guinea dan sebagian lagi masuk ke West en Zuid Nieuw Guinea. Berkali-kali Pemerintahan Penjajah Belanda mengadakan pembagian wilayah Meepago Papua ini untuk memudahkan jangkauan penguasaan atas daerah jajahannya.

 

Upaya pembagian daerah dalam satuan-satuan Daerah administratif selalu terbentur pada kenyataan yang sulit, sehingga akhirnya harus menyesuaikan diri dengan kenyataan kondisi wilayah. Hingga tahun 1930 orang belum mengetahui adanya penduduk di daerah Pegunungan Tengah, demikian pula penduduk daerah ini belum mengetahui adanya Pemerintah yang menguasai wilayahnya.

 

Oleh sebab itu pos pemerintahan pertama yang ada di 3 wilayah ini dulu (Nabire, Paniai dan Puncak Jaya) pada masa Penjajahan Belanda sampai tahun 1938.

 

Namun, pada zaman Gubernur Van Waardenburg tepatnya mulai 1 April 1952 wilayah Papua dibagi dalam 4 Afdeling. Salah satunya wilayah Paniai merupakan bagian dari Afdeling Central Nieuw Guinea yang terbagi dalam 3 Onder Afdeling yaitu 1).Onder Afdeling Wisselmeren dengan ibu kota Enarotali. 2). Onder Afdeling Tigi dengan ibu kota Waghete. 3). Onder Afdeling Grothe Valley dengan ibu kota Wamena.

 

Sejak Jajahan Belanda 1952 sampai dengan penjajahan Indonesia. Wilayah Meepago kemudian dipecah menjadi 4 kabupaten sendiri melalui program pembentukan daerah otonom baru di Provinsi Papua.

 

Roh dibalik kehadiran administrasi pemerintah 4 kabupaten adalah semangat membangun negeri dari putra-putri terbaik Meepago. Semangat pembangunan negeri ini kemudian diturunkan dan diterjemahkan pada berbagai program berdasarkan kebutuhan daerah.

 

Salah satu dari semua program pembangunan kabupaten Meepago adalah pembangunan Sumber Daya Manusia melalui program pendidikan yang terpandu, Terarah, Continous, dan Goal sebagai hasil pencapaian/ keberhasilan pembangunan SDM Meepago dan Papua pada umumnya.

 

Jika dapat menengok kebelakang, dimana rakyat suku Mee dibawah kekuasaan Onder Afdeling Wisselmeren dengan ibu kota Enarotal, rupanya tidak mendapatkan kesempatan yang banyak. Banyak pemimpin terbaik kami saat ini mendapatkan pendidikan dengan segala daya upaya sehingga pada saat mereka studi di Nabire, tak sedikit anak muda waktu itu yang mengalami berbagai persoalan. Personal-persoalan ini menjadi tantangan bagi pemimpin kami saat ini, sehingga mereka harus memperjuangkannya dengan cara menjadi kenektor angkutan umum, manarik becak, menjadi pembantu bengkel/ perbengkelan, menjadi pembantu warung tempat rumah makan dan lainnya yang tak bisa dapat kami bayangkan. Itu adalah bagian dari pengalaman hidup menuju tarap kehidupan yang lebih baik dan beradab.

 

Kabupaten Meepago Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai hadir ini memiliki semangat yang boleh dikatakan sebagai kunci kemajuan Meepago dari berbagai persoalan yang ada di sana. Personal- personal itu menurut pengamatan saya adalah sebagai berikut:

 

1. Personal pembangunan SDM di bidang pendidikan.

2. Personal perekonomian rakyat sebagai investasi masa depan rakyat.

3. Personal pelayanan kesehatan.

4. Personal pembangunan infrastruktur seperti perumahan rakyat, pembangunan jalan dan jembatan, pembangunan lapangan terbang, akses PELNI, dll yang memiliki tujuan membangun dan memberikan pelayanan yang baik kepada rakyat seutuhnya.

 

Dari empat point di atas, saya sebagai orang yang fokus berbicara pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, maka saya akan memberikan sedikit tanggapan berubah kritik dan saran yang dapat membantu mengubah pandangan pengambil kebijakan di pemerintahan maupun legislatif di Meeuwodide.

 

Para pemimpin Meepago yang diberkati oleh Tuhan Yesus, mengapa saya selalu berbicara tentang pembangunan sumber daya manusia? Pertanyaan ini bukanlah sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab, sebab pemerintah daerah Meepago dan DPRD pasti tahu dan telah melakukan upaya untuk menjawab pertanyaan ini. Oleh karena itu, sebelum saya memberikan pandangan saya secara mendalam, lebih dahulu saya sampaikan ucapan terimakasih atas segala upaya yang telah dilakukan.

 

Baru-baru ini sebuah lembaga penelitian bernama The Social Progress Imperative merilis hasil penelitian tentang tingkat pendidikan dasar di seluruh dunia yang tersaji melalui Index Kemajuan sekolah dasar yang mana Korea Selatan mendapatkan peringkat 1 dunia menyusul Jepang, Singapura dan seterusnya. Sedangkan secara keseluruhan, Firlandia mendapatkan sistem pendidikan terbaik dunia.

 

Hal ini di tunjangi dengan negera yang terbersih dari korupsi. Dengan itu, maka seluruh anggaran belanja negara dan belanja daerah dipergunakan secara total untuk mempersiapkan pembangunan SDM bagi negara mereka.

 

Jika kita berbicara sistem pendidikan Nasional di rebuplik ini, sampai satu abat pun tak akan terjawab. Mengapa demikian? Karena banyak pejabat kami memiliki sifat dasar " Pencuri" uang rakyat.

Sifat korupsi Indonesia dibuktikan dengan data oleh transparansi internasional bahwa Indonesia berada di peringkat 136 dari 180 negara. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia dari pusat sampai dengan daerah termasuk kabupaten Meepago memiliki sifat dasar yang korup sehingga tidak heran jika banyak pejabat kita terseret masuk kedalam penjara.

 

Saya tidak menunding pemerintah daerah Meepago itu koruptor, tetapi dapat kita lihat dari kebijakan pemerintah yang tak tepat sasaran berdasarkan kebutuhan utama dalam menunjang pembangunan daerah. Kebutuhan nomor satu pada suku Mee di Meeuwodide adalah "PENDIDIKAN". Hanya pendidikan yang menjawab semua persoalan, oleh karena itu nafsu untuk membangun jalan raya yang besar dan lebar, membangun gendung- gendung besar, pengadaan alat-alat berat dengan nilai milliaran rupiah, sewa menyewa pesat terbang yang menghabiskan ratusan hingga miliaran rupiah oleh pemimpin daerah dan lainnya merupakan tindakan tidak objektif sehingga hanya merugikan anggaran belanja daerah 4 kabupaten Meepago.

 

Apalagi jika ibu kota kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai dibuatnya seperti sebuah tempat perusahaan yang mana para karyawan menampung di barak - barak yang disiapkan oleh pemilik perusahaan. Itu sangat konyol bagi saya sebab 4 Kabuapten Meepago itu diisi oleh pemimpin dari nomor 1 hingga kepala-kepala kampung harus memiliki tempat tinggal yang tetap di wilayah administrasi pemerintahan kabupatennya.

 

Hal itu menjadi ironis bagi saya karena sejak awal sampai saat ini 90% PNS tidak memiliki tempat tetap dan tinggal di luar 4 kabupaten. Hal itulah menjadi dasar yang kemudian banyak pejabat mentahbiskan anggaran hanya sewa menyewa pesawat udara dan jalan laut untuk keluar masuk tempat tinggal anak dan istri mereka.

Jadinya anggaran yang seharusnya digunakan untuk pembangunan SDM di habiskan dengan belanja sewa menyewa pesawat terbang.

 

  1. Apakah Anggaran Pendidikan Minim?

 

Jawaban saya " TIDAK".??

Jika mau membangun SDM Meepago dan Papua secara serius, tidak ada kata tidak ada anggaran, tidak ada kata anggaran hanya segini, segitu dll yang tidak masuk akal.

 

Oleh karena itu, saya memberikan usulan kongkrit untuk menjawab hal itu.

Pertama, pemerintah dan DPRD duduk bersama dan menyusun peraturan daerah tentang sistem beasiswa pelajar dan mahasiswa asal Meepago (Nabire,Paniai, Dogiya dan Deiyai) dan Papua. Perda ini disusun melalui program legislasi daerah dan disahkan bersama pemerintah.

 

Segala sesuatu yang berkaitan dengan anggaran pendidikan, konsep dasar penggunaan dana, pemberian dalam bentuk beasiswa, kerja sama lembaga universitas, LSM, proses seleksi atau penetapan persyaratan peserta program beasiswa, ketentuan besar kecilnya dana berdasarkan tingkat pendidikan D3, s 1,S 2, S 3, pendidikan langkah seperti kedokteran, pilot, profesi, program studi luar negeri, biaya pelatihan kepemimpinan, biaya kursus, pembinaan, dan lainnya secara eksplisit diatur berdasarkan peraturan ini. Dengan aturan itu, maka jelas dan terarah upaya mewujudkan mimpi pembangunan SDM Meepago dan Papua.

 

  1. Mengapa SDM Penting?

 

Siapapun dan apapun akan menjawab pertanyaan ini. saya selalu yang mengutamakan SDM, maka SDM saya menjawab bahwa dunia saat ini SDM menjadi hal yang fundamental yang mutlak dibangun oleh pemerintah secara serius. Jika hari ini pemerintah tak siapkan Anggaran dan banyak generasi yang nganggur, maka pemerintah adalah aktor yang sedang membunuh generasi dan masa depan anak negeri. Penderitaan generasi yang sedang korban adalah dosa bagi pemimpin kita saat ini. Oleh karennya, pendidikan sebagai yang mendasar, harus mengambil langkah yang kongkrit untuk membangun SDM.

 

Terlalu pembangunan fisik dan nonfisik lainnya bagi Meeuwodide akan dibangun oleh mereka yang diberikan telah sukses di bidang akademik. Ekonomi mereka yang akan jawab, kesehatan mereka yang akan menjawab, pendidikan yang berkualitas juga merekalah yang akan menjawab, pembangunan jalan rakyat , jabatan dalam mereka juga yang akan menjawab, dan semuanya.

 

Jadi yang harus menjawab sekarang adalah "PEMBANGUNAN SDM MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN".

 

Selain itu, ada pendidikan yang lebih utama dan mendesak, yaitu guru dan kesehatan. Pemerintah secara konsisten segera sadar dan mengirim anak-anak yang telah lulus SMA untuk studi di bidang keguruan dan sekolah tinggi ilmu kesehatan, keramas, keperawatan, gisi, Farmasi, tata boga, dan lainnya lalu begitu selesai, tempatkan mereka pada kampung halaman mereka untuk melayani masyarakatnya sendiri dengan tulus.

Perjuangan saya dan beberapab kawan-kawan saya hanya perubahan sistem pendidikan, sehingga tak ada lagi kendala dalam studi mereka.

 

  1. Bentuk TIm Pengawasan Pendidikan Meepago?

 

Pemerintahan MeePago (Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai) melaui tim bekerja sama dengan dinas Pendidikan dan kebudayaan memnerapkan atau mengatur segala persoalan yang berkaitan dengan biaya kuliah, pembangunan Asrama dan menyediakan fasilitasnya bagi Mahasiswa Meepago.

 

Sesehunggunya, pemerintah daerah punya tugas untuk mendatakan Masiswa dan pelajar dari tingkat SD- Perguruang Tinggi dimana mahasiswa Meepago memempuh studinya baik dari Luar Negeri, Luar Papua dan di Tanah Air Meepago Papua.

 

Namun, banyak hal yang mau dapat saya sampaikan kepada para pemimpin Meepago (Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai yang saya banggakan, sehingga tak semuanya saya mengungkapkan disini karena selama ini tidak pernah ada fidback. Jadi hanya itu sedikit yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi orang tua kami pemimpin daerah Meepago.

 

Penulis adalah anak asli suku Mee yang membidangi Ketua Komisi HAM & Komsos di Paroki Kristus Sang Gembala Wedaumao-Biamoma. Senin, 29 Oktober 2018.

 

Baca Juga, Artikel Terkait