Asrama Mansinam Tiga Bulan Listrik Mati, Mahasiswa Tanyakan Tanggungjawab Pemda

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Mahasiswa Manokwari di depan Asrama Mansinam 2 di Entrop, Jayapura Papua. Terlihat Asrama di belakang mereka dalam kondisi Gelap gulita. (Foto: Petrus/KM)

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Tiga bulan lamanya, penghungi asrama Mansinam 2 Entrop, Jayapura, Papua tidak dialiri aliran listrik akibat belum melunasi tagihan listrik PLN. Melihat kondisi tersebut mahasiswa asal Manokwari  kembali pertanyaan pemda Manokwari.

"Kami pertanyakan Dinas Sosial Kabupaten Manokwari yang sampai saat ini belum juga melunasi tagihan biaya lampuh pada hal sudah menjelan 3 Bulan Lampuh Asrama mati sejak bulan Juni hingga Agustus ini," jelas Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Manokwari Selatan, Eliman Inden kepada media ini,  Sabtu,  (07/08) via pesan elektronik.

Kata dia, sudah memasuki 3 bulan berjalan, lampuh sudah tidak nyala.

"Kami sebagai mahasiswa mengalami kendala dalan proses perjalanan aktivitas perkuliaan pendidikannya itu macet-macet. Kerja Tugas, Skripsi dan lainnya itu memang tidak berjalan dengan baik," bebernya.

Pihaknya meminta Dinas Sosial Kabupaten Manokwari segera buka mata mengatasi kendala mahasiswa agar aktivitas perkuliaannya lancar.

"Saya mewakili teman-teman Mahasiswa Mansel sebagai pengurus agar dinas terkait  percepat penerangan asrama bagi mahasiswa supaya kami tetap fokus belajar dan lain sebagainya," pintah Elalim dengan penuh harap.

Sementara itu, Pengurus Asrama Mansinam 2 Entrop, Yustam Dowansiba mengatakan Mahasiswa adalah agen perubahan dihari mendatang sehingga pemda dalam waktu singkat menunjang kebutuhan pokok para mahasiswa terkait penerangan Asrama tersebut.

"Kami, mahasiswa yang mana generasi penerus kalau bukan kami, siap lagi. Jadi, harapan kami, respon dari pemerintah harus dalam waktu dekat ini. Apa lagi kami mo susun skripsi saja tidak bisa. Sedangkan lampu  ini kebutuhan pokok bagi Mahasiswa juga," kata Yustam.

Dikatakan Yustam, sudah berulang kali menghubungi Dinas Sosial, bidang keuangan namun belum ada kejelasan terkait tunggakan biaya Lampu Asrama.

Tak kunjung datang jawaban dari pemda setempat, penghuni asrama tersebut melalui ketua asrama telah berupaya meminjam uang. Dan terhitung dana yang telah menjadi hutang sebesar 1 juta 3 ratus ribu.

"Kami sempat meminjam uang sebesar 1  juta 3 ratus ribu rupiah kepada kerabat dan uang tersebut hingga kini belum Kami  dikembalikan," tutup Yustam.

Pewarta : Petrus Yatipai

#Mahasiswa dan Pemuda

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait