Balon DPRP Papua Minta Pemda di Wilayah Mepagoo Perhatikan Biaya Pendidikan

Cinque Terre
Manfred Kudiai

1 Tahun yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Ilustrasi. Ist

 

JAYAPUARA, KABARMAPEGAA.com-- Bakal calon DPRP Provinsi Papua 2019, melalui Partai Bulan Bintang (PBB), No. Urut  5, Dapil III  di Wilayah Meepago, Yulianus U Nawipa mengatakan beberapa tahun  terakhir ini, saya memantau,  beasiswa dan dana tugas akhir bagi mahasiswa asal Meepago yang ada di seluruh Indonesia dalam penyaluran bantuan pendidikan oleh   Pemerintah Daerah di Meepago khsusnya di Wilayah Meeuwodide  tidak kelihatan dengan jelas.

 

“Pemda yang saya maksud di wilayah Meuwodide adalah Kabupaten Paniai, kabupaten Nabire,Dogiyai, Deiyai,” paparnya saat dihubungi kabarmapegaa.com, Jumat (16/8) via telpon Sellurel.

 

Yulianus menjelaskan, tiap tahun  sudah dianggarkan dana pendidikan bersumber dari Dana Otonomi khusus  tetapi tidak nampak untuk membiayai  bagi anak anak kita sehingga harap kedepan kita harus membiayai bagi mahs/i agar mereka akan melunasi SPP dan kebutuhan lainnya.

 

 “Mahasiswa-mahasiswa serta Pelajar kebanyakan  berasal dari keluarga yang  latar belakang  petani. Orang tua sendiri beban biaya pendidikan itu sangat berat , mereka  tak mampu membiayai pendidikan lebih besar maka harap pemerintah  perlu membantu mereka dengan sepenuh hati tanpa unsur politik,” katanya.

 

Dirinya juga menilai, Tiap tahun anggaran yang disalurkan oleh keempat Pemda selalu dipangkas porsi yang seharusnya diterima oleh mereka. “Saya berani saran dan masukan  masalah pendidikan empat Pemda di Meuwodide karena tiap tahun dianggarkan dana pendidikan tetapi porsi mereka dipangkas,” bebernya.

 

Sementara itu, Yulianus juga meminta kepada pemda untuk mengikuti kemauan mahsiswa, hal itu dikatakan karena di setiap kota studi yang ada, mereka bersatu dalam kekeluargaan yang utuh, sehingga Pemda diminta jangan memilah-milah asal Kabupaten.

 

 

“Kepada pemerintah Meuwodide jangan pake alasan bahwa kabupaten ini dan itu banyak mahsiwa sehinga kita  tidak akan membantu mereka semua hanya kita akan membantu tugas akhir saja,” jelas Alumni Yogyakarta ini.

 

Dirinya berharap  semoga pemimpin di Meuwodide benar- benar menjadi  manusia yang memanusiakan. Dan  itu tugas kita semua  terutama keempat pemimpin pemerintah Meuwodide.

 

 “Kepemimpinan baik dan bijaksana adalah bicara media sosial saja tidak cukup, tulisan media saja tidak cukup, janji saja tidak cukup tetapi orang yang mampu mempraktekan apa yang omongan media  dan tulisan media,” jelasnya mengakhiri.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait