BEM UNIPA Memperingati Dua Agenda Penting

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Tahun yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
BEM UNIPA dan Forom Independen Mahasiswa memperingati jadinya grup music membesak pada tahun 1978-2018 dan hari jadinya New York greement 1962-2018 (Foto: Petrus Yatipai/KM)

 

MANOKWARI, KABARMAPEGAA--Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (UNIPA) bersama Forum Independen Mahasiswa (FIM) Manokwari memperingati  dua agenda penting jadinya musik legendaris orang Papua group Mambesak  40 tahun dan New York Agreement 56 tahun. Rabu (15/08) Depan ruang BEM UNIPA Manokwari, Papua Barat.

Untuk memperingati kedua agenda itu mahasiswa menyampaikan isi hati dalam bentuk orasi.

"Mambesak adalah Group kultur budaya orang Papua. Group membangkitkan rasa nasionalisme orang Papua melalui musik lokal kedaerahan Papua secara menyeluruh." Kata salah satu mahasiswa Presma Unipa Pilatus Lagoan dalam orasinya yang di petik media kabarmapegaa siang ini.

'Orang Papua wajib memperingati hari jadinya Mambesak pada tahun 1978-2018 sebagai hari bersejarah.' Terangnya.

“Selama orang Papua masih di negeri ini, Mambesak menjadi catatan sejarah yang tak dilupahkan dari kehidupan orang Papua untuk dikenang”.jelasnya.

Selain itu Pada tanggal 15 Agustus  sebagai hari New York Agreement 1962-2018 tentang perjanjian antara Belanda, Amerika Serikat dan Indonesia terkait sengketa wilayah Papua Barat adalah ilegal.

Diselah selah itu juga  ketua FIM Manokwari Arnol Halitopo mengatakan “penting sekali memperingati kedua peristiwa besar bagi orang Papua yakni jadinya grup music Mambesak dan hari Perjanjian New Yor Agreement”.

Arnol meminta PBB bersama pihak-pihak yang bersangkutan dalam penandatanganan New York Agreement segera bertanggung atas tindakan secara sepihak secara ilegal.

 Sementara itu, Yulianus Taa sebagai mahasiswa UNIPA meminta kepada PBB segera bertanggung jawab atas perjanjian ilegal  yang dilakukan oleh  Amerika, Indonesia dan Belanda”.

Sejarah selalu menuntut atas data faktanya maka kami orang papua selalu memperingatinya tutup Taa.

Pewarta : Petrus Yatipai/KM

 

Baca Juga, Artikel Terkait