BEM USTJ: Segera Bebaskan Seluruh Tapol Anti Rasisme

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

8 Bulan yang lalu
KABAR PAPUA

Tentang Penulis
Saat Aksi Mimbar Bebas Di Halaman Kampus USTJ, (Yudas/KM)

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Badan Eksekutif Mahasiswa, Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura (BEM USTJ) mengaskan segera bebaskan seluru Tahanan Politik (Topol)  yang ditangkap sejak asksi rasisme di seluruh Papua dua bulan lalu.

 

Hal tersebut dikatakan saat massa aksi yang mengatasnamakan BEM USTJ Jayapura  mengadakan aksi  mimbar bebas peringati Hari Ham Sedunia  10 Desember 2019.

 

Dalam kesempatan itu Koorlap Umum aksi mimbar bebas, Ones Busup menyatakan pemerintah Indonesia segera Membuka  akses infestigasi HAM di Tana Papua. “ Segera bebaskan 7 tahanan  yang saat ini berada di balikpapan. Salah satu diantaranya adalah BEM PT. USTJ, Alexander Gobai.”

 

Pada kesempatan yang sama, Semi Gobai, salah satu masa aksi kepada kabarmapegaa.com mengatakan tanpa syarat segera bebesakan tapol. Bucktar Tabuni, Agus Kossay, Steven Itlay, Alex Gobay, Ferri Kombo, Irwanus Uropmabin, Hengki Hilapok dan Bazoka Logo  Surya Anta serta kawan-kawannya.

 

Dalam mimbar bebas itu, BEM PT. USTJ Jayapura juga menyatakan beberapa tuntutan sebagai berikut:

 

Pertama, Pemerintah Indonesia Segera membuka akses Investigasi HAM PBB ke West Papua.

Kedua, Pemerintah Indonesia Segera Tarik Militer Organik dan Non Organik di seluruh Teritorial West Papua, Lebih khusus di Nduga.

Ketiga, Pemerintah Indonesia Segera membebaskan Seluruh Tahanan Politik di Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur ( Bucktar Tabuni, Agus Kossay, Steven Itlay, Alex Gobay, Ferri Kombo, Irwanus Uropmabin, Hengki Hilapok dan Bazoka Logo  Surya Anta serta Kawan-kawanya, dan

Keempat, Pemerintah Indonesia Segera membebaskan Seluruh Tahanan Rasisme

 

Pada kesempatan itu juga mahasiswa USTJ yang tergabung dalam aksi mimbar bebas itu menyerukan sikap dukungan terhadap negara Vanuatu mengajukan Draf Resolusi Hak penentuan Nasib Sendiri, bagi bangsa Papua di Forum Afrika, Caribian , dan Pasifik ( ACP ), di Nairobi Kenya 05-10 Desember 2019.

 

“Mendukung Status West Papua sebagai anggota penuh (Full Member) di forum Melanesia spreadhead group,” paparnya

 

Mereka juga menuntut hak penentuan Nasib Sendiri bagi bangsa Papua di west Papua sebagai Solusi demokratis penyelesaian Konflik di West Papua.

 

 

Pewarta : Yudas A Nawipa

Editor: Manfred Kudiai

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait