Bisnis  TW dan PT. KTS di Wasior Papua Barat

Cinque Terre
Manfred Kudiai

3 Bulan yang lalu
KABAR PAPUA BARAT

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Poster milik PT. KTS. Ist

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com- Terungkap bisnis yang terselubung dibalik hadirnya PT. KTS di Wasior, Papua Barat. Sesuai data yang diterima media ini, Tomy Winata (TW) alias Oe Suat Hong adalah pemilik Art Graha Group atau Artha Graha Network.

 

Globe Asia (2018) mendaftarkan TW sebagai salah satu dari 1 orang terkaya di Indonesia, dengan total kekayaan $ 930 juta.

 

Bisnis dan aset yang dipimpin TW terdapat sedikitnya 12 bisnis dan Asset, diantaranya: 1)  Bank Artha Graha, 2)  Hotel Borobudur, 3)  Kawasan bisnis Sudirman Central Business District (SCBD), 4)  Signatur Tower ,  5)  Bukit Golf Mediterania, 6)   Agung Sedayu Group, 7)  Kelapa Gading Square, 8) The City Resorts Residence ,9)  Mangga Dua Square, 10)   Mall Artha Gading , 11) Perusahaan kapal penangkap ikan  PT. Maritim Timur Jay dan 12) Perusahaan kayu di Kalimantan Barat dan Papua Barat.

 

Artha Graha Network memiliki perusahaan bisnis pembalakan kayu di Papua, yakni PT. Kurniatama Sejahtera (KTS), berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. SK.648/Menhut- II/2009, tanggal 15 Oktober 2009, seluas 115.800 ha, berlokasi di Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. 

 

Artha Graha Network juga memiliki perusahaan pembalakan kayu PT. Papua Satya Kencana, berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor SK.647/Menhut-II/2009, tanggal 15 Oktober 2009, seluas 195.420 ha, yang berlokasi di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.

 

Total luas kedua perusahaan pembalakan kayu tersebut 311.220 hektar atau 3.112 Km2, luasnya sekitar 79 % dari luas wilayah pemerintahan Kabupaten Teluk Wondama 3.960 Km2 atau 5 (lima) kali luas DKI Jakarta. 

Artha Graha menjadi grup bisnis sukses karena koneksinya dengan pejabat militer. Relasi ini menguntungkan ekspansi imperium bisnis TW dan keuntungan segelintir jenderal. TW didukung tokoh militer membangun fasilitas militer, sekolah, barak dan distribusi barang-barang militer hingga ke Papua. TW berbisnis dan bekerjasama dengan Yayasan Kartika Eka Paksi milik Angkatan Darat. Hingga kini, TW menempatkan pejabat militer dalam posisi strategis perusahaan, misalnya Letjend TNI (Purn) Kiki Syahnakri, yang menjabat Komisaris Utama PT. Bank Artha Graha. (Defila, dkk;2016)

 

Pemilik saham PT. KTS adalah PT. Graha Tunas Investasi dan PT. Papua Satya Kencana, merupakan perusahaan keluarga TW, yang dikendalikan saudara dan anak-anak TW, yakni: Panji Yudha Winata, Adithya Prakarsa Winata, Andi Bharata Winata dan Haryono Winata.  

 

 Suku Mairasi Menolak PT. Kurniatama Sejahtera

 

Pada 2012 dan Mei 2019, Suku Mairasi  di Kampung  Undurara,  Wosimo dan  Inyora,  Distrik  Naiker  ,  Kabupaten  Teluk  Wondama,  mengirimkan Surat   Pernyataan   Sikap   tentang   Penolakan   kepada   Perusahaan   PT. Kurniatama  Sejahtera  (KTS)  yang  merencanakan  mengelola  hasil  hutan kayu  di  wilayah   adat  me reka.  Alasannya,   masyarakat   cemas   dengan aktifitas    PT.    KTS    dan      kehadiran    aparat    keamanan    (TNI),    yang menciptakan  rasa  tidak an, ketidak  harmonisan  dan  tidak  menjamin keuntungan   ekonomi.     

 

Masyarakat   masih   trauma   dengan   peristiwa pelanggaran  HAM  Wasior     erdarah  (2001).  Kekerasan  dan  penyiksaan berulang  terjadi  pada  Janu  ri  2013.  anggota  TNI  AD  Yonif  753  Sorong yang  bertugas  disekitar  PT   KTS,  melakukan  kekerasan  dan  penyiksaan terhadap tiga warga dari Kampung Sararti dan Kampung Ambumi. 

 

Untuk itu, diminta kepada Menteri  Lingkungan  Hidup dan Kehutanan seharusnya  mencabut izin PT. KTS dan pemerintah seg ra menyelesaikan pelanggaran HAM Wasior.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

Baca Juga, Artikel Terkait