Bupati Terpilih, Jangan Lupa Masalah Lingkungan di Nabire

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
LINGKUNGAN

Tentang Penulis
Bupati terpilih Kab Nabire, Mesak Magai dan Ismail DJamaluddin.

 

 

Oleh, Eki Gobaii*)

 

Pemerintah Kabupaten Nabire kini memiliki nahkoda baru yaitu Bupati dan Wakil Bupati yang telah dilantik Gubernur Papua Lukas Enembe pada Senin (8/11/2021) adalah Bupati Mesak Magai dan Wakil Bupati Jamaluddin.

 

Bupati dan wakil Bupati Nabire dalam program 100 hari kerja, masalah lingkungan Nabire wajib  prioritas yang bisa menjadi fokus pasangan kepala daerah itu dalam 99 hari kedepan. Di antaranya revitalisasi sungai untuk atasi banjir dan penghijauan di lahan kritis, masalah sampah,  Kerusakan Lingkungan dan sebagainya.

 

Masalah Kerusakan Lingkungan kabupaten Nabire sangat di prihatinkan. Dari  bupati ke bupati masalah  kerusakan  lingkungan tidak pernah disinggung dan diselesaikan secara seutuhnya. Masalah lingkungan selalu diabaikan, adanya kerusakan alam di Nabire. Nabire tumpuk dengan masalah-masalah yang diakibatkan oleh dampaknya eksploitasi dan ancaman ke depannya wilayah Nabire-Papua.

 

Selama ini masih belum terkontrol juga maraknya kehancuran alam yang namanya pemberi kehidupan bagai masyarakat adat setempat. Untuk itu, diperlukan suatu pemikiran bersama melihat ini semua agar bisa memikirkan hal-hal seperti di atas dan menciptakan ruang-ruang demokrasi ke depannya untuk menjaga dan melindunginya.

 

Data observasi di wilayah Nabire kini Sumber daya alam diambil secara pencuri. Buktinya penambangan Emas Ilegal di Degeuwo, pengambilan Emas di kilo, Pengambilan  Kayu di Kilo, perubahan kelapa Sawit di Nabire, PT Kayu di kali Bumi Nabire dan perusahaan pengolahan batu dan pasir.

 

Tidak hanya itu, Di KM 120 itu ada perusahaan PT. Pradise yag mengolah batu dan pasir sampe punya teropong asap, terus perusahaan PT. Krisna Dewa di KM 154 di pinggir kali Adai sampe alat berat berupa escavator digerakan dalam kali untuk mengangkat material, KM 162 oleh PT. Pitas dan sebgainya.

 

Meski demikian, Bupati dan Wakil Bupati  Nabire wajib diprioritaskan dan memaksimalkan upaya Bupati dan Wakil Bupati Nabire sesuai dengan visi misi ke depan.

 

Prioritas utama adalah revitalisasi sungai-sungai yang tentunya daerah rawan banjir, masalah kerusakan lingkungan, perampasan tanah Adat, Masalah Tapal  Batas, dan juga fokus terhadap hutan-hutan gundul. “Mungkin ada penanaman pohon di daerah hutan dan pinggiran Laut di Nabire dan pendaatan Orang Asli Nabire.

 

Bupati dan Wakil Bupati wajib menetapkan upaya  dan cara  mengatasi serta  mencegah alam  di kawasan Nabire- Papua. Ada banyak hal yang bisa  lakukan untuk mengatasi dan mencegah adanya bencana alam di sekitar mereka. Hanya dengan hal kecil sekalipun kita akan berhasil memeragi bencana alam yang disebabkan oleh ulah manusia. Dengan cara mencegah kerusakan ekosistem laut dan darat merupakan bentuk rasa cinta kita kepada alam:

 

Pertama, Tidak membuang sampah sembarangan di sungai. Dengan membuang sampah ditempat sampah akan menciptakan lingkungan yang bersih dan rapi dipandangnya. Tidak hanya itu, tapi juga dengan membuang sampah ditempatnya akan menolong kota Nabire, dari bahaya bencana banjir.

 

Kedua, Menanam kembali hutan yang gundul atau reboisasi ditanah yang harus ditanami pohon kembali.

 

Ketiga, Tidak membuang limbah pabrik di laut. Sebaiknya sebuah pabrik mengetahui bagaimana cara pembuangan sampai pemanfaatan limbah pabrik mereka. Dengan cara mencegah kerusakan laut seperti ini akan mengurangi pencemaran air laut dan biota laut akan terjaga.

 

Keempat, Melakukan terasering. Terasering merupakan upaya untuk penanggulangan erosi tanah supaya tanah tidak terkikis dari akibat aliran air.

 

Kesimpulan saya, selalu menghargai dan mencintai alam. Dengan cara mengatasi eksploitasi alam di wilayah kerja Nabire yang berlebihan ini, Bupati  dan wakil  Bupati akan menyadari bahwa alam merupakan rumah yang paling penting. Yaitu rumah yang paling bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup di dunia.

 

Penulis adalah anggota relawan PAGEOSNET wilayah Paniai.

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Lingkungan dan Hutan

Baca Juga, Artikel Terkait