COVID-19 Menghadirkan Perubahan di Dunia

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

16 Hari yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Emanuel Muyapa

 

Oleh : Emanuel Muyapa

 

Pada mulanya ALLAH menciptakan Langit dan Bumi (Kej.1:1). ALLAH pun menciptakan manusia pertama yang di sebut dengan Adang dan Hawa,ALLAH menempati mereka pada taman edeng, taman edeng ini adalah di mana suatu taman yang sudah di lengkapi dengan semua kebutuhan manusia. 

Meskipun ALLAH (UGATAME) sudah berikan semua yang di butuhkan oleh mereka berdua (Adang dan Hawa) ALLAH melarang hanya sepohon  buah untuk tidak di makan oleh Adang dan Hawa, karena pohon tersebut sudah di duduki oleh shi Iblis dan secara kemungkinan UGATAME meletakan pohon tersebut di tengah taman edeng untuk menguji kepercayaan dan keyakinan mereka bahwa sudah sejauh mana.

Namun, pada suatu hari Adang di utus dengan nafsunya atau entah apa yang merasukinya..Ia menyentuh buah tersebut dan memakannya, Shi Adang ini juga mengajak Hawa untuk makan buah yang sudah di larang oleh ALLAH. sesudah makan buah tersebut ALLAH mengusirnya untuk meninggalkan taman edeng itu ,Selanjutnya mereka hidup dengan susah di luar taman tersebut.

Kehidupan manusia dari abad lepas abad terasa tak pernah terlepas dari ujian-ujian oleh ALLAH. Namun, terkadang manusia tidak menyadari  bahwa kehidupan ini tidak selalu mulus dan terarah, maka hal yang perlu kita  lakukan adalah selalu bersyukur kepada ALLAH pada setiap saat !

Maaf ya ! Para pembaca sekalian.saya bukan seorang motivator,pendeta atau pastor tetapi saya adalah mungkin orang yang anda tidak kenal sama sekali dalam membagi tulisan -tulisan semacam ini dalam sejarah kehidupan saya terhadap sesama.

Pada mejalan beberapa bulan ini, menusia di setiap titik dunia mengalami hambatan kehidupan karena kehadiran virus korona (Disease covid-19).Virus korona adalah suatu penyakit atau wabah yang sedang memakan ribuan Orang di dunia ,gejalanya sama persis seperti Malaria untuk mencegahnya mungkin para pembaca sudah tau sebelum penulis menghadrikan sebuah artikel ini, Covid-19 ini telah di temukan di wuhan ,cina pada akhir tahun 2019 lalu hingga masih eksis hari ini, Kapan akan berakhir belum ada kepastian.

Kehadiran Covid-19 di planet ini membawa dinamika atau perubahan dalam berbagai sektor,yaitu sebagai berikut : 

*1.SEKTOR EKONOMI*

Perusahan ilegal dan legal saat ini tak ada yang berani untuk mengoperasikan secara optimal, karena memang sejatinya Corona Virus needs to care social distance dalam upaya pencegahan atau langkah preventif.

Semua transportasi  penerbangan maupun pelayaran khusus untuk penumpang sudah di lock dan untuk cargo tetap berjalan seperti biasa sesuai apa yang di intruksikan oleh Pemerintah provinsi Papua pada beberapa minggu lalu.secara kemungkinan provinsi bahkan negara lain pun demikian karena wabah mematikan ini  tidak hanya untuk di pandang semata saja. 

Dengan terhentiknya transportasi udara dan laut negara dan masyarakat agak sulit untuk menjalin Perekonomian dunia dari negara yang satu sama yang lain (impor dan ekspor).

Hadirnya Corona Virus membawa perubahan dunia dalam sektor ekonomi  sehingga ini resolusinya ada pada seluruh kapitalis negara dan dunia ?

PT Freeport Indonesia yang berada di KabupatenTimika,Prov Papua masih pada operasi tanpa mengenal akan bahayanya covid-19 yang sedang meluas di setiap pelosok-pelosok dunia. Data terkofirmasi pasien positif C-19 yang telah di terima oleh penulis  adalah Areal PTFI (PT Freeport Indonesia) terbanyak  di kabupaten Timika yaitu 102 orang dan yang lainnya distrik lain totalnya 150 orang. Kabupaten Timika menduduki Nomor 1 dengan banyaknya Pasien Positif Covid-19 di provinsi Papua dan Papua barat. "Cinta Nyawa atau kekayaan?" Jika cinta keduanya stop to operate.

*2.SEKTOR SOSIAL*

Manusia  merupakan makhluk sosial yang harus di bangun intraksi terhadap sesamanya  tanpa melihat dimensi kehidupan seseorang. 
sejak akhir tahun 2019 manusia telah di wajibkan untuk berjaga jarak antara  sesamanya ,hal ini di lakukan dalam upaya antsipasi pencegahan disease 19 ( Covid-19 ) yang telah hadir di planet ini melalui suatu kota yang di sebut dengan kota Wuhan.

Gereja -gereja di dunia telah di lock selama beberapa pekan ini sehingga setiap pergaulan (society ) yang selalu di bangun melalui pertemuan atau perjumpaan di gereja -gereja sudah tidak ada lagi untuk sementara waktu.

Kehadiran Covid-19 ini tidak hanya membatasi pertemuan tetapi juga telah memengaruhi hingga gereja tidak rayakan Ibadah seperti biasanya. namun, Ibadah tetah tetap berjalan seperti biasa secara online. Hal ini di lakukan dalam upaya pencegahan C-19 sebagaimana anjuran pemerintah dan WHO (World Health Organization) atau Oraganisasi kesehatan dunia.

Pemikiran yang mendasari penulis adalah kehadiran Covid-19 ini  sangat membatasi dan mepengaruhi pergaulan sosial yang selalu kami bangun dari basis komunitas (kelurga) hingga pergaulan orang tak pernah kami kenal sama sekali. Bagaimana juga ini telah jadi suatu kewajiban yang harus kita tanggung . 

"Harapan kita bersama, semoga virus korona ini menghilang dalam waktu yang dekat agar kita membangun kembali pergaulan-pergaulan kita"  

*3.SEKTOR PENDIDIKAN*

Pendidikan di artikan tidak hanya pendidikan di sekolah saja tetapi juga pendidikan di keluarga dan pendidikan melalui pergaulan sesama dalam setiap rutinitas kehidupan . 

"Manusia bisa jadi manusia jika di didik oleh Manusia yang sudah jadi manusia (Pr,Nato Gobai)" tenaga pengajar siap untuk mendidik Muridnya tetapi kehadiran covid-19 menjadi suatu pertimbangan bagi mereka dalam menindak lanjuti kegiatan proses mengajarnya, Dengan adanya hal-hal demikian pendiddikan di Indonesia secara khusus telah berubah. Hasil kelulusan bagi siswa /i SMK &SMA se- indonesia telah menyaksikan secara online . Selain itu, Proses belajar dan mengajar juga sedang berlangsung secara online . 

Oleh karena itu, Indonesia telah mengalami  perubahan pendidikan yang mudah menjadi kompleks .Meskipun demikian, percayalah semua akan berakhir dalam waktu yang dekat karena menurut peneliti dunia tak ada viksin atau obat untuk mencegahnya sehingga kami sebagai umat TUHAN memaknai secara keyakinan kita  bahwa ini adalah salah satu ujian TUHAN yang kita mesti lalui, di balik ini kami akan terbentuk mental dan fisik yang kokoh dan teguh untuk melawan berbagai rintangan di waktu mendatang.

*4.KONKLUSI*

Covid-19 menghadirkan perubahan besar-besaran di setiap sektor kehidupan manusia di abad ke-21 ini sehingga setiap manusia  agak panik dengna bahayanya Wabah Covid-19 .Namun yang jadi resolusi atau alternatif dalan artikel ini adalah mengajak para pembaca untuk tetap mengikuti semua anjuran pemerintah pusat dan daerah dalam menangani Corona virus yang sedang di jadikan pembahasan dunia ini.Selain itu, kita harus percaya bahwa ini adalah momentum TUHAN terhadap setiap manusia agar berbalik kepada TUHAN .

Sehingga kita jangan singkat menyimpulkan bahwa kehidupan kita di tentukan oleh Corona karena "Ingat DIA yang memberi pula DIA yang mengambil !"

Penulis adalah salah satu siswa di Papua yang sedang berdomisili di Kabupaten Timika

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Pandemi Covid-19

Baca Juga, Artikel Terkait