Damianus Menilai SPK dan Penerapannya

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

28 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Foto: Damianus Muyapa, S.S adalah seorang dosen yang membidangi Sastra Inggris. Em/KM.

 

 

Jayapura, KABARMAPEGAA.Com--Damianus Muyapa, S.S adalah seorang dosen yang membidangi Sastra Inggris itu menilai sekolah kerja sama, Surat Perintah Kerja (SPK) menghadirkan banyak dampaknya negatif bila tidak diterapkan baik dalam bentuk pendidikan tetap SD, SMP, SMA dan SMK di Timika pada (26/10/20).

 

"Sekolah adalah tempat atau lembaga pendidikan yang sudah di sahkan oleh pemerintah dalam hal ini di sahkan oleh dinas pendidikan terutama pendidikan formal" Kata Damianus Kepada Kabarmapegaa.com.

 

Lanjutnya, Sekolah ada  kepala sekolah, pendidik (PTK), kependidikan, komite,  pengawas sekolah serta peserta didik (siswa/ siswi). Sekolah maju dan tidaknya dari dukungan semua pihak. Kalau pihak tertentu tidak bekerja sama atau egois maka sekolah tidak berhasil terutama dalam sisi kualitas terhadap siswa dan siswi dari sekolah tersebut " Jelas  Dosen itu.

 

Lanjutnya, Bentuk- bentuk  sekolah yang ada diantaranya adalah bentuk pendidikan formal, bentuk  pendidikan non formal, bentuk pendidikan sekolah kerja sama (SPK). Pandangan saya  tentang sekolah kerja sama (SPK) terhadap peserta didik, PTK dan  kependidikan adalah.

 

Pertama, Bentuk Pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK menjadi bentuk sekolah kerja sama (SPK) berarti siswa dan siswi harus berbicara bahasa Inggris pada setiap hari di sekolah. Jangan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah.

 

Kedua, Bentuk pendidikan sekolah kerja sama (SPK) berarti guru-guru yang sudah bersertifikasi yang selalu mendapat dana sertifikasi otomatis hilang. Siapakah yang bertanggung jawab atas kehilangan dana sertifikasi yang di bayarkan pemerintah kepada guru?

 

Ketiga, Bentuk pendidikan sekolah kerja sama (SPK) berarti dana operasional sekolah (dana bos ) hilang artinya tidak mendapatkan dana bos akhirnya kebutuhan- kebutuhan sekolah baik sarana- prasarana, kebutuhan dapodikdasmen dan lain- lain sebagainya akan mengalami kesulitan dalam operasional sekolah.

 

Keempat, Bentuk pendidikan sekolah kerja sama ( SPK) berarti orang barat (Expat) ada di sekolah itu sebagai konsultan. Apakah orang Indonesia tidak bisa mensupport sekolah tersebut? " Ujar Seorang Dosen yang membidangi Sastra Inggris ini.

 

Sekolah kerja sama (SPK) sangat bermanfaat bila di terapkan baik- baik sesuai dengan visi dan misi yang ada, tetapi kata seorang Damianus, saya menilai sekolah kerja sama ( SPK) menghadirkan banyak dampak negatif maka bentuk pendidikan tetap SD, SMP, SMA dan SMK " Katanya.

 

Pewarta : Emanuel Muyapa/KM

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait