Dampak Buruk  saat Uang Dianggap Segalanya

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
uang.Ilustrasi.Ist

Oleh,  Yance Yobee)*

 

“Uang bukan segala - galanya, tapi segala - galanya membutuhkan uang.”

 

Uang sebagai kebutuhan utama manusia dalam memenuhi kehidupan, namun uang bukan segalanya dalam menjalani kehidupan ini. Dalam hal ini, terkadang orang lebih memilih mengambil uang  bersama demi kepentingan dirinya sendiri.  Padahal bukan miliknya. Lebih paranya lagi , saya melihat mengamati uang mengontor dan menyitir manusia saat ini.  Sehingga dengan itu  membuat terpeca - bela antar satu dengan yang lain. Saat uang dijadikan nomor satu, saudara menjadi musuh, keluarga sekalipun.  Yang dulunya sering makan bersama, tidur bersama bahkan  sering diskusi bersama. Menjadi hancur.

 

Seketika kita menganggap uang adalah segalanya, terdapat dampak yang mengerikan yang bisa terjadi  ketika mata kita dibutakan oleh uang. Dampak-dampak negatif  saat mengandalkan uang , sebagai beriku

 

1. Ketagihan Berjudi

 

Judi merupakan salah satu aktivitas utama yang dapat menyebabkan penghasilan kita habis dalam sekejap. Judi memanfaatkan celah gelap di hati manusia yang menginginkan uang dalam jumlah banyak dengan cara mudah. Berjudi mudah menyebabkan kecanduan, dan uang yang habis ini sering menjadi penyebab kehancuran keluarga yang sebelumnya bahagia.

 

2. Tukang korupsi

 

Korupsi sepertinya sudah cukup mengakar kuat di banyak bidang kehidupan, terutama politik. Uang memang mudah membuat mata seseorang menjadi buta. Korupsi merugikan rakyat, badan usaha, atau instansi terkait tempat koruptor bekerja. Sayangnya, korupsi sering dilakukan oleh orang-orang dengan pendidikan berada di posisi yang tinggi juga.

 

3. Menjadi berhala

 

Uang mudah membuat mata menjadi gelap. Banyak orang yang mendewakan uang dengan mengorbankan keluarga, pasangan, maupun teman-temannya. Seluruh cara dihalalkan demi mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Ketika impian untuk mengumpulkan uang banyak tersebut tercapai, sudah tidak ada lagi orang yang bisa diajak untuk menikmati kebahagiaan dari pencapaian tersebut.

 

4. Sering berpesta pora

 

Ketika seseorang mencapai sesuatu yang diimpikan, merayakannya bersama dengan teman dan keluarga sesekali tentu tidak masalah. Hanya saja, ada juga orang-orang yang menjadikan pengadaan pesta sebagai suatu hobi.  Selain kurangnya makna perayaan, pesta pora yang berlebihan ini menghabiskan uang yang sangat banyak. Demi kebahagiaan yang semu tersebut, relakah kamu menghabiskan seluruh uang dan harta kekayaan yang kamu miliki sekarang ini?

 

5. Menjadi tamak

 

Kalau kamu tidak bisa menahan diri, uang bisa membangunkan sifat tamak kamu. Demi mendapatkan uang yang berlimpah, kamu bersedia untuk merugikan orang-orang di sekitar kamu. Coba pikirkan berulang kali dalam hati, seperlu itukah mengorbankan kepentingan orang lain (sekali pun tidak kamu kenal) demi memenuhi kebutuhan dan keinginan diri sendiri?

 

Seluruh hal di dunia ini dapat digunakan untuk hal baik atau pun buruk, tergantung dari siapa yang memegangnya. Pengendalian diri merupakan salah satu cara terbaik untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang dapat ditimbulkan oleh kepemilikan uang.

 

Penulis adalah mahasiswa Papua, kuliah di Jogja)*

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait