Demi Lindungi Hak Adat, BEM Fakultas Hukum Uncen Gelar  Penyuluhan Hukum

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

20 Hari yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Usai kegiatan penyuluhan hukum di Koya Kos, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua (Monchest/KM).

 

 

Jayapura, KABARMAPEGAA.com—Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih Papua gelar penyuluhan hukum dengan tema “Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat Papua”. Bertempat Koya Koso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. Jumat (27/8/2021).

 

Penyuluhan hukum dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat adat papua agar masyarakat dapat memperjuangkan hak- haknya yang selama ini dirampas oleh para perusahan – perusahan elit.

 

Jhon Fredi Tebai, ketua panitia penyuluhan hukum mengatakan dalam sosialisasi tersebut dihadirkan dua pemateri yang sangat luar biasa dari Staf Yayasan Anak Dusun Papua (YADUPA) dan Wakil Ketua 2 Dewan Adat Papua. “Kami hadirkan pematerinya ada dua yang pertama Kakanda Maikel Peuki dengan topik perlingdungan masyarakat  dan pamateri kedua  kakanda Jhon NR Gobai, dengan topik eksistensi masyarakat adat dalam peraturan perundang – undangan,” katanya kepada Media Kabarmapegaa.com.

 

Kata Tebai, Kegiatan tersebut sangat berguna, karena melalui  penyuluhan hukum masyarakat adat bisa mengetahui prosedur hukum yang benar dalam membelah perampasan hak masyarakat adat. “Kami lakukan penyuluhan ini, supaya masyarakat mengerti dan memahami prosedur yang benar. Agar ketika terjadi perampasan hak masyarakat adat mereka bisa melaporkan ke pihak yang berwajib yang selama ini selalu aeksis memperjuangkan hak adat seperti LBH dll,” Pungkasnya.

 

Yuniel Pahabol, Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Cenderawaih mengatakan kegiatan penyuluhan Hukum tersebut merupakan salah satu program kerjanya yang sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

Kata Dia, penyuluhan hukum tersebut guna mensosialisasikan kepada masyarakat adat  tentang hukum  dalam melawan segala perampasan hak – hak masyarakat adat. “Kami mensosialisaikan kepada masyarakat adat yang belum paham tentang hukum supaya mereka bisa melihat dan menghadapi segala perampasan yang dilakukan oleh perusahan –perusahan,” Katanya.

 

Pahabol pun berharap agar melalui kegiatan penyuluhan ini, mayarakat adat bisa menjaga hak – hak tanah  adat sesuai hukum yang berlaku. “Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat adat bisa jaga tanah adat sesuai hukum yang berlaku,” Harapnya.

 

Edius Asso, Tokoh Masyarakat Koya Koso mengatakan sesuai dengan materi yang telah diterima melalui menyuluhan. Masyarakat akan meningkatkan dalam menjaga tanah adat. Biarpun Hukum di Indonesia selalu diputar balikan.  “Dari materi yang kami masyarakat terima kami akan jaga tanah adat, biarpun kita di Indonesia ini selalu bolak balikan undang–undang,” pintanya.

 

Pewarta: Monchest/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait