Di Nabire Massa Aksi Ditahan, Kapolda Papua Diminta Benahi Bawahannya

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

14 Hari yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Mobil Angkutan. (Foto: MP)

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.om--Front persatuan mahasiswa dan pelajar Exodus korban Rasisme Wilayah  Meepago, Senin (4/11) gelar aksi damai dengan tuntutan umum: Tolak Rasisme, Buka Ruang Demokrasi Seluas-luasnya. Namun aksi kali ini dibuarkan secara paska oleh gabungan aparat. Melihat hal itu, Intelek Muda Meepagoo, Mando Mote meminta kepada Kapolda Papua untuk benahi bawahannya.

 

“Bpk. Kapolda Papua untuk beri petunjuk kepada bawahan yang sedang ecek-ecek terhadap tugas sebenarnya di kabupaten Nabire,” jelas Mando kepada media ini saat dihubungi via pesan electronik, Senin (4/11).

 

Menurutnya, tindakan Pihak Polisi di Nabire tidak benar. Sebab setiap orang berhak menyatakan pendapat di muka umum, baik itu secara lisan maupun tulisan.

 

“Tindakan Pihak Polisi di Nabire Ngga Benar dan kami Intelektual Papua di Meepagoo tidak terima dengan tindakan itu.  Ditangkap seenaknya padahal mereka punya HAK untuk menyampaikan aspirasi sepanjang tidak anarkis,” jelasnya.

 

Kata Mando, Kami melihat mahasiswa eksodus di Nabire berkumpul ini untuk menyampaikan aspirasi bukan untuk melakukan sebuah tindakan anarkis.

 

“Aspirasi Mahasiswa harusnya didengar dulu; Aparat tugasnya adalah kawal dan setelah aksi demo bubarkan diri secara aman; Biar kelihatan sedikit klo ini ngr Demokrasi. Stop pake agenda tangkap menangkap sudah; Makin ke sini makin kejam dari Orde Baru,” tegas Mando.

 

Lanjut Mote,  hukum di Papua jangan dikebiri tetapi harus tegakan agar terlihat logis. Jika tidak maka itu sangat disayangkan!.

 

Sementara itu, MP di dalam cuitan Fbnya menjelaskan kronologis singkat terkait kejadian ini. “Hari ini tanggal 4 November 2019, telah digelar Aksi di Kabupaten Nabire dari Front persatuan mahasiswa dan pelajar Exodus korban Rasisme Wilayah Meepago.”

 

“Kawan-kawan yang sudah berkumpul dibeberapa titik aksi seperti Kalibobo, Wonorejo, Pasar Karang, Dan siriwini. Hampir sebagian besar diangkut oleh pihak aparat gabungan ke Polresta Nabire.”

 

 

Pihaknya juga mengatakan saat ini sedang dalam penyusunan kronologis lengkap. Untuk itu kepada semua pemerhati HAM di Papua untuk berabar. Mereka juga meminta supaya adanya pantauan dari semua pihak dan Advokasi.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait