Di Paniai, Pileg DPRD 2019  Bukan Rakyat Yang Memilih?

Cinque Terre
Manfred Kudiai

1 Bulan yang lalu
MEEPAGO

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Ilustrasi. Ist

 

PANIAI, KABARMAPEGGAA.com--Pesta Demokrasi telah berujung pada penentuan akhir namun hasil akhir penetapan kursi di anggota  Dewan Pewakilan Rakyat  Daerah (DPRD) di Paniai  dinilai terjadi kecurangan. Hal tersebut ramai dibicarakan di media sosial.  Rata-rata masyarakat Paniai kecewa dengan hasil akhir yang disahkan oleh KPUD Paniai dan beberapa oknum yang terlibat dinilai memanipulasi suara rakyat.

 

Sesuai data yang dihimpun media kabarmapegaa.com, masyarakat nilai Bupati Paniai dan KPUD Kab Paniai melakukan Nepotisme dan Margaisme dalam pesta Pemilu tahun 2019.

 

Seperti halnya yang disampaikan oleh pemilik akun Fb, Joni Kadepa Yoboyabo Omma dengan tegas mengatakan “BUPATI PANIAI, BERSAMA LEMBAGA KPUD KAB, PANIAI JANGAN PERNA ADA NOPOTISME DAN MARGA ISME DALAM PESTA PILEG 2019”

 

Untuk itu, pihak yang merasa dirugikan dalam Agenda pesta pileg 2018 di Kab, Paniai meminta supaya  segerah orbitkan dalam penetapan kursi sesuai dapil yang suda ada dan jumlah suara yang telah memenuhi syarat tingkat kampung (PPS)  sehingga perlunya menetapkan sesuai pemberian suara dari hati rakyat

 

Sesuai data perolehan suara terbanyak, khususnya di wilayah Dapil III, Dapil III Agadide,Ekadide, Bogobaida, Youtadi, Eka Topiyai, Aweida, Bayabiru, Fajar Timur dengan tegas meminta  5 bakal calon DPRD Paniai dinilai memenuhi dan layak menduduki kursi DPRD Kab Paniai Periode  2018-2024.

 

Mereka yang memperoleh suara terbanyak diantaranya, BENI BUNAI, S,Pd No. Urut  5 dari Partai PKB dengan perolehan suara sebanyak  2419 suara, selanjutnya  Amos Muyapa, No. Urut  4  dari  Partai PKS dengan perolehan suara sebanyak  2410 suara.

 

Untuk itu, Dapil III yang terdiri dari Delapan Distrik  menuntut  kapeda  Bupati bersama Lebaga KPUD Kab, Paniai segerah Orbitkan 6 Kursi dari dapil III ini sesui dengan suara yang pernah diberikan oleh masyarakat dari dapil III.

 

“Inilah utusan perwakilan dari masyarakat Agadide besar dan kita Menuntutkan kebali yang telah terraih dan memenuhi dan layak menduduki kursi sofa DPRD KAB, PANIAI PERIODE 2018-2024 DARI DAPIL III,” paparnya tegas.

 

Dengan berdasarkan bukti suara yang tercantum diatas ini, bahwa bukan suara manipusi namun ini terbukti suara yang diberikan dari rakyat, pun juga suara ini perna pelenohkan dari tingkat distrik, bertempat depan distrik Agadide maka itu kita sedang menunggu dan sedang tuntut kepada pihak yang sedang memanipulasu kursi bukan lagi (MANIPULASI SUARA TAPI MEREKA MENYEMBUNYIKAN KURSI di tingkat BUPATI, BERSAMA LEMBAGA KPUD KAB. PANIAI) yang perna pelenokan dari tingkat distrik.

 

“Dan kami dari pihak yang telah mendapat kursi yang perna mengantarkan kita dari hati nurani rakyat dari masyarakat DAPIL III, jika dengan sewenag-wenang menyembunyikan kedua kursi ini, kami siap menunggu BUPATI, BERSAMA KPUD KAB, PANIAI MEREKA MINTA PERAN MARGA TITIK KITA SEDANG TUNTUT KURSI YANG SEDANG MENYEMBUNYIKAN BUPATI BERSA KPUD berkas bukti dibawah ini” katanya.

 

Sementara itu, John G.K Dodopia juga meminta supaya Pemerintah Kab. Paniai, Komisioner KPU Kab. Paniai, Bawaslu Kab. Paniai untuk segera bertanggungjawab atas terjadinya manipulasi suara tersebut.

 

“Segera bertangun jawab "Suara Rakrat,Suara Kenabian dan Suara Tuhan  yang diberi kan amanah dan tangungjawab penuh, kepada bacaleg DPR Daerah Kab Paniai. Dapil 3 (Wilayah Agadide), Partai Pks No Urut 4, atas nama Amos K Muyapa dengan jumlah perolehang suara 2.812 suara,” paparnya.

 

Dari data yang dihimpun media ini, rata-rata masyarakat Paniai menilai sedang dan sudah terjadi manipulasi suara. Untuk itu, diminta kepada pihak terkait yang bertugas dalam penetapan DPRD Paniai, diwajibkan keraja sesuai dengan etika Politik yang baik dan benar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingikan oleh masyarakat Paniai.

 

Admin/KM

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait