Di Tengah Kekhawatiran Covid-19, Aparat Lakukan Operasi penyisiran dan Mengejar TPNPB-OPM

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Puluhan aparat Dikirim ke Pengubin, Evakuasi Heli Kopter MI-17. (Doc-TPNPB/OPM)

 

OKSIBIL,KABARMAPEGAA.com-- Ditengah kekwatiran dan panik Covid-19 masyarakat Pegunungan Bintang dikagetkan dengan pendropan militer yang berlebihan untuk operasi penyisiran dan mengejar TPNPB-OPM Ngalum-kupel lantaran 12 pucuk senjata yang diambil oleh TPNPB-OPM tahun 2019 lalu. Kehadiran kekuatan penuh militer ini membuat masyarakat tertekan psikologis dan trauma.

 

Sebagaimana laporan yang diterima dari warga di Oksibil  kepada Wartawan KM, Kehadiran dan kerusuhan sangat mencemaskan masyarakat Oksibil Kabupaten pegunungan Bintang. Hal itu terjadi pada hari Minggu (29/03/2020) pagi bertempat di Oksibil, Distrik Serembakan.

 

Diduga, kerusuhan tersebut terjadi karena adanya campur tangan pemda Pengubin. Sementara itu, sebagaimana  laporan yang di kirim via whatsApp oleh warga Oksibil bahwa  hal kehadiran kerusuhan ini di sebabkan karena adanya bauh-bauh penembakan pesawat CASA CN A-2909  Milik TNI AU pada ketinggian 4.800 ft (kaki)  pada senin (23/3/2020) beberapa waktu lalu.

 

Salah satu warga Oksibil, Junius yang juga seorang pelajar di Papua mengatakan bahwa kerusuhan berlangsung antara TNI dengan OPM sangat menghadirkan suatu hal yang aneh karena di nilainya.

 

“Masyrakat masih dalam keadaan yang membahaya dengan pandemi virus covid-19 yang sedang meluas di seluruh belahan bumi,” bebernya kecewa .

 

Dirinya berharap kepada pihak bersangkutan untuk  mengambil tindakan pemecahan yang tepat dalam konteks meningkatkan kedamaian di Pegunungan bintang tercinta ini.

 

Kemudian berbeda tempat, menanggapi kejadian tersebut, Anggota DPR Papua, Laurenzus Kadepa angkat bicara.

 

Kata Kadepa, ditengah kekwatiran dan panik Covid-19 masyarakat Pegunungan Bintang dikagetkan dengan pendropan militer yang berlebihan untuk operasi penyisiran dan mengejar TPNPB-OPM Ngalum-kupel lantaran 12 pucuk senjata yang diambil oleh TPNPB-OPM thn 2019 lalu.

 

“Kehadiran kekuatan penuh militer ini membuat masyarakat tertekan psikologis dan trauma,” kata Kadepa.

 

Kadepa menambahkan: “Saya belum tahu kebenaran dari informasi ini. Jika benar saya meminta dengan hormat kepada pihak-pihak  yang bertikai, TNI dan TPNPB bahwa segera menahan diri demi kemanusiaan yaitu rakyat sipil.”

 

“Rakyat sipil di Nduga, Puncak Papua, Intan Jaya, dan Tembagapura ( 4 kampung ) sudah banyak korban. Sekarang berapa nyawa lagi mau korbankan di Pegunungan Bintang ????” ujarnya.

 

Lanjut kata Kadepa,  dirinya tidak persoalkan misi aparat di pegunungan bintang karna itu tugas aparat demi Negara yang kita cintai bersama tetapi  dirinya hanya mau sampaikan kepada aparat TNI bahwa kita harus memahami kondisi rill rakyat Papua saat ini.

 

“Saat ini rakyat bingung mau hadapi virus mematikan Covid19 atau apa. Saya harap Operasi militer dalam bentuk apapun tidak boleh karena saat ini kita semua sedang menghadapi satu ancaman besar yang serius yang melanda dunia tidak hanya di Papua dan Indonesia,” tegas Legislator Papua ini.

 

 Jika kita terus paksakan kita lanjut Kadepa, akan di soroti komunitas internasional karna kita terus melakukan pendroban militer dlm jumlah yg besar di suatu perkampungan dalam kondisi dunia lagi sibuk melawan Pendemi Global yaitu Virus19. “Kebijakan operasi harus di hentikan!!” tegas Kadepa mengakhiri.

 

 

Pewarta : Emanuel .M

Editor: Manfred Kudiai/KM

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait