Disesali, Janji KPU Tidak Diindahkan

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Pamflet kecaman dari masyarakat Paniai. (Foto: KM/A. Gobai)

 

JAYAPURA, KABARAPAEGAA.com – Mahasiswa dan pemuda yang tergabung di dalam Solidaritas Peduli Demokrasi Pilkada (SPDP) Kabupaten Paniai merasa kesal dengan aksi yang dilakukan mahasiswa dan pemuda di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua sebagaimana menagih janji Komioner KPU Provinsi Papua melalui penyampaian Sekretaris KPU Provinsi Papua pada tanggal 19 Juni 2018 di Kantor KPU.

 

Janji itu dituturkan bahwa akan bertemu denga pihak KPU Papua pada hari kamis, 21 Juni 2018 untuk mendengar pernyataan KPU Papua soal Polemik Pilkada Kabupaten Paniai. Namun tidak diindahkan, karena aksi itu dihadang pihak kepolisian.

 

“Kami kesal dengan aksi tadi. Aksi kami adalah wajar sebagaimana untuk menangih janji penyampaian dari sekretaris KPU Provinsi melalui Komisioner KPU Papua pada hari Selasa, 19 Juni 2018 lalu dimana mahasiswa dan pemuda melakukan aksi di Kantor KPU mendesak KPU Papua jangan intervensi kerja KPU Kabupaten Paniai,” kata Penangungjawab Aksi demo, SPDP Kabupaten Paniai, Elly Sirwa kepada kabarmapegaa.com di Abepura,  Kamis (21/6).

 

Menurutnya, janji yang disampaikan Komioner KPU Provinsi Papua melalui sekretaris KPU Provinsi Papua tidak etis dan profesional. Karena kedatangan masa aksi menuntut janji KPU Papua dan menerima masa aksi pada hari kamis tanggal 21 Juni 2018 kemarin.

 

“Saya berharap, KPU Papua harus dewasa. Jangan mengintervensi dan mengadu dombakan kerja KPU Kabupaten Paniai. Apalagi  berupaya meloloskan salah satu Paslon di Kabupaten Paniai. Hal itu tidak wajar dan etis,” ujarnya.

 

Keputusan KPU Paniai pada tanggal 7 Juni 2018 adalah sah dan final. Maka,  diharapkan kepada pihak-pihak penyelenggara, terutama KPU Papua agar mengawal keputusan KPU Paniai itu sebagaimana yang sudah diputuskan bernomor SK 31.

 

“Setidakanya, KPU Papua mengawal dan mengawasi kinerja KPU Paniai dan mengedepankan indepedensi KPU yang sebagai wasit, bukan  mengintervensi kerja KPU Paniai,” katanya.

 

Ia berharap, pihak keamanan dalam hal ini kepolisian agar turut membantu menjaga jalannya Pilkada di Kabupaten Paniai agar berjalan dengan aman dan damai.

 

Sementara, Tokoh Pemuda Kabupaten Paniai, Yakob Kobepa mengharapkan, dalam beberapa hari kedepan tidak boleh ada oktor-aktor atau pelaku yang mengintervensi atau melakukan konflik dalam pesta demokrasi di Kabupaten Paniai. Biarkan pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik.

 

“Kaum intelektual agar bisa menjaga keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.

 

Pewarta    : Alexander Gobai

#Pemerintahan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait