Diskusi Pendidikan, Guru Mengajar Mendidik dan Menginspirasi

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

3 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Wartawan aktif media kabarmapegaa. Yunus . E Gobai pimpin diskusi pendidikan di Meuwodide, Nabire Papua.

 

 

Nabire, KABARMAPEGAA.COM--Hasil dalam diskusinya mengangkat dengan topik "Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan, PKB Guru dalam Jabatan dunia Pendidikan." Pembicara dalam diskusi ini, dipandu oleh Yunus Eki Gobai Waktu: Rabu 13 oktober 2021 Jam: 08.30- 09.00 Tempat: Jln PDAM Nabire Papua, sebagai program Kabar Mapegaa Mengajar dengan Moto: "Kami Belajar Kami Mengajar."

 

Sejalan dengan upaya peningkatan kompetensi guru untuk mengajar, mendidik, dan menginspirasi, maka pada diskusi pendidikan ini, salah satu pengajar program Kabar Mapegaa Mengajar Yunus Eki Gobai memaparkan temuan diskusi dengan Mahasiswa KPG Nabire terkait Reformasi Guru di Tingkat daerah dengan judul "Efektivitas Pendidikan dan Literasi dalam Menghasilkan Guru yang Berkualitas".

 

Deskripsinya, guru adalah ujung tombak majunya pendidikan di Papua wilayah Adat Meeuwodide (Nabire Paniai Dogiyai Deiyai Intan Jaya). Hasil pembelajaran siswa akan menjadi optimal bila guru memiliki kompetensi untuk mengajar, mendidik,dan menginspirasi.

 

Karena selama  di era Otonomi Khusus (OTSUS) dalam satu dekade terakhir, pembangunan di Papua menjadi masalah serius dan prioritas utama di sektor pendidikan, sebagaimana diungkap dalam diskusi ini, permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya akses dan mutu pendidikan di Papua.

 

Indikator-indikator statistik menunjukkan adanya kesenjangan partisipasi dan kualitas pendidikan di kawasan Meeuwo (kab Nabire Dogiyai Deiyai Paniai Intan Jaya). Namun jika diteliti lebih dalam kondisi di lapangan jauh lebih memprihatinkan dibandingkan potret statistik tersebut. langkah-langkah tepat untuk meningkatkan capaian pendidikan di wilayah adat Meepago mejadi penting dilakukan.

 

Diskusi ini menemukan bahwa rendahnya akses dan mutu pendidikan di Papua wilayah Adat Meepago berakar pada tiga permasalahan utama. Pertama, lemahnya tata kelola pendidikan. Kedua, tingginya angka mangkir guru dan rendahnya kualitas guru. Ketiga, ketidaksesuaian paradigma pendidikan dan kesadaran masyarakat.

 

Atas ketiga akar masalah tersebut, Diskusi ini merekomendasikan dilakukannya intervensi baik dalam ranah proses pembelajaran, penguatan guru, maupun penguatan tata kelola bidang pendidikan.

 

Meskipun diskusi ini berupaya menelisik permasalahan pendidikan tingkat sekolah dasar, namun dalam derajat tertentu hasil penelitian ini dapat diabstraksikan untuk melihat permasalahan pendidikan pada jenjang yang lain. Oleh karenanya kami berharap, hasil diskusi ini tidak hanya bermanfaat bagi pemangku kepentingan pada ranah pendidikan tingkat sekolah dasar, melainkan juga mampu memantik diskusi pada ranah yang lebih luas.

 

Dengan demikian menjadi penting bagi para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru di Papua saat ini dalam mengembangkan kompetensi mereka, serta upaya apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut melalui pendekatan dan strategi yang sistematis.

 

Akhir dari diskusi menjelaskan tentang perkembangan kegiatan Program kabar Mapegaa Mengajar dan menjelaskan juga  perjuangan literasi ala Papua di Papua selama beberapa tahun terakhir yang bergerak oleh anak-anak Papua dan pesannya adalah seketika kalian menjadi guru maka pentingnya menerapkan kurikulum pendidkan berbasis kearifan lokal dengan membangun metode dan konsep Ala Papua  di dunia Pendidikan di daerahnya.

 

Penulis: Yunus . E Gobai/KM

Editor: Admin/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait