Ditengah Wabah Covid-19, Mahasiswa Paniai di Jogja Minta Perhatian Serius dari Pemda Paniai

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Berfose bersama usai melaksanakan rapat rapat di asrama mahasiswa Paniai. (Foto: Yubal/KM)

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com--Ditengah ancaman pandemik Corona Virus Diases atau COVID-19 yang sengit, mahasiswa asal Paniai di Yogyakarta, keluhkan rasa merananya  kepada pemerintah daerah Paniai. Mereka meminta pemda segera menyokong sembako dan fasilitas pendukung lainnya demi kelancaran keberlangsungan hidup hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

 

Hal tersebut dibeberkan oleh Deki  Degei  selaku Badan Pengurus, dalam sebuah rapat bersama anggota yang dikemas pada Jum’at, (10/04).

 

Lanjutnya, kami (BPH) telah pantau sudut-sudut kota Yogyakarta,  ternyata semua toko, kios, warung makan dan warung internet di locklodwn, artinya sudah mengurangnya vitalitas dan aktivitas bagi kami (mahasiswa).

 

“Kami desak prioritasnya tidak hanya soal makan dan minum saja tapi juga menyediakan falisilitas penunjang kuliah, karena  ada  kampus-kampus yang  masih sedang melakukan kuliah online (daring),” kata  Degei, kepada awak media saat di wawancarai dari Asrama, Paniai-Yogyakarta.

 

Kata dia, rapat kali ini spesifiknya, kami minta bantuan berupa bama disamping itu persediaan voucher wifi, kemudian  listrik juga penting karena kuliahnya kami bersifat online.

 

Sementara itu, Andariana Yogi, peserta rapat ikut mendesak para bupati Meepago, khususnya bupati Paniai, Bapak Capt. Meki Nawipa dan wakil bupati Oktopianus Gobai,S.IP segera memberi bantuan kepada mahasiswa di Yogyakarta yang merupakan investasi bangsa yang tengah merana akibat ancaman covid-19.

 

“Pada intinya itu kami meminta bantuan kepada para bupati-bupati, khususnya bupati Paniai, Bapak Meki Nawipa dan Oktopianus Gobai   agar bisa memperhatikan mahasiswa yang dimana kita juga adalah sebagai generasi penerus untuk membangun kabupaten Paniai.”

 

Sambungnya, Diana mengungkapkan selama beberapa hari terakhir ini kami mengalami masalah-masalah krusial dengan tidak tersedianya kebutuhan primer di tanah rauntauan.

 

“disini kami mengalami masalah ekonomi, sembakau, ini juga susah  kiriman orang tua apalagi kebanyakan orang tua kita sana kan rata-rata petani,” pungkasnya.

 

Pewarta: Yubal A. Nawipa

Editor: Manfred Kudiai/KM

 

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Pandemi Covid-19

Baca Juga, Artikel Terkait