Doa Berkat atau Kutuk Murka Bagi Sponsor Peredar dan Penjual Minuman Keras

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

15 Hari yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Gembala Dr. Socratez S.Yoman (Sumber foto: tivaonlain.com)

 

 

Oleh, Gembala Dr. Socratez S.Yoman

 

1. Pendahuluan

 

Kita sebagai orang-orang yang percaya Tuhan, beriman, berilmu dan memiliki panca indra yang lengkap yang bekerja dan melayani dalam berbagai institusi dan profesi, dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan dan tahun, kita terus bersuara untuk menghentikn peredaran dan penjualan minuman keras. Bukan saja bersuara, ada Peratutan Daerah untuk pelarangan peredaran dan penjuangan minuman keras.

 

Larangan ini dilatarbelakangi karena ada masalah-masalah sosial yang disebabkan dari akibat minuman keras. Ada kekerasan dalam keluarga, ada kekacauan dalam masyarakat, ada kematian dimana-mana, ada tabrak mati di jalan dimana-mana. Kejahatan dan penderitaan yang melukai hati keluarga akibat minuman keras.

 

Dalam realitas yang memilukan hati kita semua seperti ini, ada manusia yang percaya Tuhan, punya iman, ilmu, panca indra yang sempurna tapi dengan merasa tidak bersalah dan berdosa, mengandalkan Surat Ijin Penjualan MIRAS bahkan dengan cara ilegal dan sembunyi-sembunyi mengedarkan dan menjual miras.

 

Mereka mendapat keuntungan secara finansial. Dari hasil-hasil ini, mereka memperbaiki taraf ekonomi keluarga, bangun rumah mewah, membeli mobil mewah, kemungkinan juga menyekolahkan anak dan membeli makanan dan kebutuhan Rumah Tangga.

 

Sementara mereka menikmati hasil penjualan MIRAS, keluarga lain menderita, keluarga lain kacau balau, istri-suami dan anak-anak berantakan, kekerasan dimana-mana, kematian dimana-mana.

 

2. Berdoa dan Bekerja

 

Penulis yakin, bapak-bapak dan ibu-ibu dan semua sahabat yang peduli untuk kenyaman dan keselamatan keberlangsungan hidup sesama manusia yang damai dan bermartabat terus bersuara supaya miras dihentikan dan ditiadakan dari peredaran dan penjualan di West Papua dari Sorong-Merauke dengan doa dan bekerja. Terima kasih Anda yang peduli bagi sesama manusia.

 

2.1. Berdoa untuk Berkat

 

Usaha keras orang-orang yang berhati mulia untuk menghentikan peredaran dan penjualan miras lewat seruan, demonstrasi tolak miras, Tanda Tangan Pakta Integritas untuk pelarangan miras, Peraturan Daerah untuk pelarangan miras, tapi semua itu dianggap tidak ada artinya atau pengaruhnya bagi para sponsor, pengedar dan penjual minuman keras.

 

Upaya-upaya kita semua sudah baik, tapi MARILAH kita libatkan TUHAN untuk pemberantasan minuman keras perusak dan pembunuh umat Tuhan. Kita berdoa supaya ada pertobatan kepada para sponsor,pengedar dan penjual. Mereka harus disadarkan dengan doa yang tulus, jujur dan terbuka kepada TUHAN supaya mereka bertobat, menghentikan kejahatan-kejahatan ini dan mereka mendapat berkat TUHAN dalam hidup mereka, keluarga dan anak cucu ke depan.

 

2.2. Berdoa untuk Kutuk, Murka dan Malapetaka

 

Jujur saja, doa bagian nomor 2.2. ini memang berat, menakutkan dan sangat membahayakan. Namun, mereka terus membunuh umat Tuhan, sesama manusia dengan cara-cara yang tidak benar, maka ada akibat yang harus diterima dan ditanggung oleh mereka. Tuhan pasti marah dan murka-Nya kepada orang-orang yang membinasakan umat Tuhan.

 

"Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu/manusia" (1 Korintus 3:16-17).

 

Murka TUHAN itu bisa terjadi dengan berbagai macam kutuk. Usaha mereka bisa macet/bangkrut. Mereka bisa menjadi keluarga melarat. Rumah mereka bisa terbakar. Bisa terjadi kecelakaan maut. Masa depan anak cucu tidak bahagia dan hidup dalam kekacauan dan masih banyak murka dan malapetaka. Karena mereka sendiri menabur dan menanam kejahatan dan menyebabkan orang lain mengalami penderitaan.

 

Para sponsor, pengedar dan penjual, segera berubah dan bertobat, supaya kutuk, murka, malapetaka ini tidak menjadi bagian dari hidup keluarga, dan anak cucu.

 

3. Bagaimana dan dimana kita berdoa kepada Tuhan untuk dua pokok ini?

 

Sejak saudara-saudara membaca artikel ini, sejak itu juga angkat hatimu kepada Tuhan, mintalah kepada Tuhan, carilah wajah Tuhan, ketoklah hati Tuhan dengan mengatakan kepada Tuhan dengan bahasa imanmu dan hatimu. Tuhan pasti dengar doamu.

 

Doa untuk pertobatan bagi para sponsor, pengedar dan penjual minuman keras. Doa untuk penghentian peredaran dan penjualan miras di West Papua dari Sorong-Merauke.

 

Doa saudara kepada Tuhan sangat besar kuasanya. Berdoalah kepada Tuhan. Pasti Tuhan dengar doamu. Karena Tuhan ada bersamamu setiap saat. TUHAN tidak jauh. Tuhan ada dan Tuhan mau dengar doamu.

 

Tuhan Yesus sampaikan kepada Anda. "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku & Firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerima" (Yohanes 15:7).

 

Tuhan Yesus berkata, kami harus minta. Dia pasti berikan. Pasti Ia dengar doa kita. Kita minta TUHAN sadarkan para sponsor, pengedar dan penjual miras di West Papua. Tapi Tuhan Yesus minta dua syarat: (a) Kami harus tinggal di dalam Dia; (b) Firman-Nya harus ada dalam hati kita.

 

Saudara-saudara berdoa dimana saja dan kapan saja. Berdoa tidak harus membuka mulut. Tidak harus di tempat khusus. Berdoa dari hatimu. Berdoa 1 menit, 2 menit dan 5 menit dalam kuasa roh dan kebenaran. TUHAN pasti tahu getaran hatimu yang tulus untuk kemuliaan dan kehormatan sesamamu.

 

4. Apakah Peredaran Miras bagian dari Program Negara?

 

Kalau miras ini bagian dari Program Negara untuk memusnahkan umat Tuhan di West Papua dari Sorong-Merauke dengan cara silent killing (pembunuhan senyap), mari kita berdoa kepada Tuhan dengan cara yang disebutkan tadi. Doa lebih besar kuasanya kalau dengan yakin kita berdoa kepada Tuhan.

 

Pembunuhan manusia dengan minuman keras, tanpa bekas, orang bisa berlindung, itu hanya akibat miras.

 

Hukum tabur & tuai tetap berlaku. Kutuk, murka TUHAN tetap bagi perancang kejahatan.

 

Waa, Agamua, 27102018;18:35PM

Baca Juga, Artikel Terkait