Dogiyai menjadi Pengimpor Sayur-sayuran  dari Nabire

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

4 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
S. Utuma Tebai. Ist

Oleh: S. Utuma Tebai

 

Kabupaten Dogiyai adalah salah satu kabupaten yang terletak di pengunungan tengah Papua tepatnya di Wilayah Mepago.  Kabupaten ini yang duluhnya mencakup dalam kabupaten Nabire ,  Dogiyai dimekarkan menjadi kabupaten yang resmi pada tanggal 4 Januari 2008, berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2008.

 

 

Pusat pemerintahannya berada di Moanemani Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai. Kabupaten ini memiliki dua zona yaitu  daerah lembah meliputi lemabah kamuu dan daerah gunung meliputi mapia.

 

 

Kabupaten ini memiliki tanah yang subur dan kaya akan sumber daya alam (SDM)  yang sangat luar biasa. Sehingga masyarakat setempat sudah terbiasa dengan bercocok tanam seperti Ubi, singkong, pisang, sayur-sayuran serta buah-buahan.

 

 

Masyarakat setempat (warga Dogiyai)  selalu berjualan hasil kebunnya seperti sayur-sayuran dan bauah-buahan yang segar dan alami di pasar guna menghidupi keluarganya,  membiayai sekolah anaknya,  serta untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan dalam hidupnya.

 

 

Namun,  hasil bercocok tanam yang alami, segar dan  kaya akan vitamin dan karbohidrat yang di jual oleh Mama-mama  ini tidak laku dan tidak di beli, karena masyarakat dan pemerintah setempat memilih untuk membeli sayur-sayuran serta buah-buahan yang di impor dari Nabire yang banyak mengadung pengawetan/obat-obatan itu.

 

 

Hasil kebun yang di jual oleh Mama-mama di Pasar yang alami, segar serta mengandung kaya akan vitamin, dan juga di kelolah  secara tradisional tanpa pengawetan, namun tidak di beli dan dibiarkan begitu saja, sehingga layu di pasar. Oleh sebab itu mama mama menjadi korban untuk mencukupi baik kebutuhan dalam keluarga maupun untuk membiayayai anak-anaknya sedang study.

 

Sehingga kepada pemerintah Kabupaten Dogiyai dalam hal Dinas Pertanian dan Perkebunan serta DPRD  Dogiyai harus melihat masalah ini secara rasional,  karena  Dogiyai memiliki tanah subur dan kaya.  Masyarakat setempat  terbiasa dengan dengan bercocock tanam menjual hasil kebunnya yang alami dan segar. Apakah Kabupaten Ini Tanahnya Tandus Sehingga Harus Impor Sayur-Sayuran  Dari Luar?.

 

Penulis adalah Anggota Aktiv di UKM-KMK  St.  Alexander Uncen

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait