Dogiyai Star FC Juara, Harapan  Nabire Gudang Pemain Sepakbola Bertalenta

Cinque Terre
Manfred Kudiai

27 Hari yang lalu
MEEPAGO

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Penyerang tengah dari Dogiyai Star FC dan dari tim Sukacita FC berusaha merebut bola dalam pertandingan final Liga persahabatan SIRIWINI CUP I di lapangan SMP N 3 Nabire, 21 Mei 2021. (Foto: Fauzan Al Ayuby, seorang journalist warga).

 

NABIRE,KABARMAPEGAA.com--Nabire. Kota yang terlalu banyak julukan. Mulai dari julukan  Nabire kota Jeruk Manis; Kota Singkong dan pelabelan nama lainnya. Tidak dapat dipungkiri, selain julukan-julukan itu, Nabire juga pantas disebut sebagai Nabire gudang pemain sepak bola bertalenta. Hal itu terbukti pada tahun terakhir ini yang mana  setiap komunitas menyelenggarakan turnamen sepakbola secara berantai.

Pertama, dimulai sejak Komunitas Mee Yoka (KOMEE) sebagai titik awal memulai pertandingan bola kaki (turnamen Footsal). Selanjutnya disusul oleh Komunitas Media Online Kabar Mapegaa.com. Tidak berhenti di situ, ada lagi turnamen serupa yang diselenggarakan oleh IPMPJ (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak Jaya) Nabire.

Berpinda ke lapangan besar. Setelah Siriwini Cup I baru saja, jumat (21/05) telah menutup turnamen secara resmi di lapangan SMP N 3, Malompo, Nabire, Papua. Kemudian, informasi yang diterima, setelah SIRIWINI CUP I akan akan lagi Migani Cup II di Nabire. Ternyata Kabupaten Nabire, Papua memiliki gudang pemain sepakbola andal yang saat ini sedang bersinar di kanca sepakbola nasional, salah satunya adalah Ricky Kayame.

Nabire, selain tim-tim lama, bermunculan tim kesebelasan baru. Seperti data yang dirangkum, tim yang terlibat dalam SIRIWINI CUP I kurang lebih  terdapat empat  tim baru yang mendaftar di turnamen kali ini. Turnamen SIRIWINI CUP I dimenangkan pula oleh tim baru yang beru dibentuk beberapa bulan lalu. Dogiyai Star FC. tim tersebut keluar sebagai juara dalam SIRIWINI CUP I.

Pemerhati sekaligus pecinta sepakbola, dan akhir–akhhir ini terlibat mengambil bagian dalam menyukseskan beberapa turnamen di Nabire. Dan sekaligus mengambil bagian  sebagai wasit dan panitia. Dia adalah  Vicky Tebay.

Vicky Tebai  salah satu alumni Jakarta yang ikut terlibat memenangkan beberapa liga pendidikan di pulau Jawa ini, sekembalinya di Nabire, kecintaannya terhadap dunia sepakbola tidak ikut marut. Kini, Vicky terlibat penuh dalam  beberapa turnamen yang disebutkan di atas.

Vikcy, dalam pertandingan SIRIWINI CUP I, hadir sebagai panitia penyelenggara. Dan sejak upacara penutupan   SIRIWINI CUP  I, Jumat (21/05) dia hadir sebagai pembawa acara. Vikcy  sudah siap dengan memengan mike sambil menyapa sekaligus menghibur seluruh tim serta supporter di lapangan membuka acara penutupan.

Dengan penuh percaya diri dan gagah,  dirinya meminta kepada seluruh pecinta sepakbola di bumi  Nanbire untuk  sama-sama merayakan acara penutupan itu seraya ucap selamat kepada tamu undangan yang hadir.

Tebay, tak lupa mengucapkan syukur kepada Tuhan, dan terima kasih kepada  panitia penyelenggara, seluruh tim kesebelasan yang berkompetisi dan tentunya juga seluruh supporter yang telah menyukseskan kegiatan tersebut dengan tenang, damai, suportiv.

Selanjutnya Vicky,  memberikan kesempatan kepada Andi Karet, ketua Panitia, Sriwini CUP I. “Ada 12 tim yang berpartisipasi dalam turnamen kali ini.” Jelasnya dalam sambutan dalam  upacara penutupan turnamen SIRIWINI CUP  I di Lapangan SMP N 3, Siriwini, Nabire, Papua.

Dirinya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluru tim yang ikut berpartisipasi dalam laga tersebut. “Juara merupakan sebuah bonus tetapi  yang terpenting adalah bagaimana kalian memberikan penampilan yang terbaik, dan itu yang sangat kami butuhkan,” ujarnya bangga.

Harapan kami kedepan, kata dia, kepada  12 tim yang telah bermain, selalu utamakan latihan. “Para pemain sepakbola harus tahu, di luar sana masih banyak pemain [10001] anak yang latihan. Sehingga sebagai pertandingan yang sehat, latihan sangat dibutuhkan agar dikemudian hari kalian tidak jadi penonton.”

Kepada tim yang juara, dia mengapresiasinya. “Saya sudah katakan kalau juara sebagai bonus tetapi kalian [empat tim] yang keluar sebagai juara,tim terbaik,” tuturnya.

Tidak lupa, dia juga kepada  seluruh pemerhati sepakbola di Nabire agar bergandengan tangan mengangkat bakat dan minat yang dimiliki oleh gerasi muda  yang telah berkecimpun dalam dunia sepakbola.

“Kepada kakak-kakak pecinta sebakbola di Nabire, ini adalah awal di mana,  kita sama-sama melihat generasi muda kedepan, sebab pepatah mengatakan ‘kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi’. Untuk itu, mari kita sama-sama melihat adik kita yang mulai berkembang ini secara saksama bina mereka agar tidak  terpengaruh dengan hal-hal yang sedang berkembang,” ajak ketua Panitia dalam sambutannya.

Selanjutnya, penyelenggara turnamen SIRIWINI CUP I, Maikel Danomira mengatakan pertandingan tersebut sudah berlaga kurang lebih tiga minggu. Dan selama pertandingan, dirinya mengaku berjalan dengan lancar tanpa suatu kekuarangan apa pun.

“Kita bicara sepakbola bererti  tidak bisa terlepas dari banyak faktor.  Baik dari luar lapangan sampai dengan dalam lapangan.  Bicara sepakbola berarti kita bicara  terkait olahraga yang keras dan juga benturan dan lain sebagainya. Itu hal yang biasa dalam sebakbola,” katanya.

Danomira menambakan, “Mari,  saya  ajak untuk kita semua khususnya pencinta sepakbola di Nabire untuk kita jadikan sepakbola sebagai sebuah olahraga hiburan. Dan itu jadi hobi buat kita.  Artinya, kita harus berdewasa sebagai supporter, sebagai pemain sehingga kedepan,  sepakbola di Nabire ini bisa berkembang dan berkualitas.”

Menurutnya, ketika sebuah  kompetisi atau turnamen berjalan dengan baik, pasti pemain juga akan berkualitas.“Saya bikin SIRIWINI CUP I ini untuk bagaimana memacu adik-adik  kami ini supaya mengembangankan bakat di dunia sepakbola,” harapnya.

Lebih lanjut kata dia, pihaknya menargetkan SIRIWINI CUP dapat diselenggarakan sebanyak 10 kali turnamen dalam setahun, namun hal itu bisa terlaksana jika tidak ada hambatan.

“Kalau tidak ada halangan,  bisa bikin sampai 10 kali turnamen. Sebab  saya bermimpi anak-anak kami yang main di SIRIWINI CUP , besok banyak yang main di  Liga I untuk Indonesia dan bila perlu main di kanca  Internasional,” ujarnya penuh harap.

Untuk itu, dirinya juga meminta agar setiap turnamen yang akan ada tetap menjunjung tinggi nilai supportivitasnya dan menghargai wasit, saling menggargai sesama pemain.

“Dalam lapangan kita adalah sahabat. Namanya juga  liga persahabatan. Anak-anak dari Karang bisa tahu anak-anak dari  Sriwini  begitu pun juga dari Lagari hingga Wanggar.  Bukan  kita datang di sini untuk berkelahi atau  dijadikan musuh.  Itu buka sepakbola,” katanya. Para pemain yang terlibat, diminta untuk menjadi contoh bagi pemain yang lain.

Kepala Kelurahan Siriwini, Amandus Ayer mengatakan  selama 21 hari berjalannya pertandingan itu, banyak hal-hal yang terjadi dalam lapangan dan itu menjadi motivasi dan pembelajaran untuk kita semua.  dia  juga turut mengucapkan terima kasih sekalian meminta maaf kepada guru-guru setingkat kota Nabire, yang mana  sebagian murid di-izin-kan di kelas dan mengikuti pertandingan di lapangan.

Kata maaf itu dia ucapkan karena menurutnya telah menyita waktu para siswa untuk  belajar dan mengganggu ketenangan bagi warga di sekita lapangan SMP N 3 Siriwini.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada sponsor yang telah mendukung  sampai terlaksananya turnamen Siriwini Cup I,  terutama kepada MB 13 yang telah mengeluarkan banyak waktu, tenaga, pikiran untuk terlaksananya turnamen ini,” bebernya didepan puluhan supporter yang datang menyaksikan final dan acara penutupan itu.

Amandus menambakan, “Saya sebagai kepala keluarahan berterimakasih karena pertandingan kali ini bisa berjalan dengan baik sampai selesai. Pesan saya, kita harus tingkatkan persahabatan ini,  ini yang paling penting. Kalau kita menjalankan turnamen dengan baik dan tenang pihak pemerintah,  keamanan akan memberikan izin-izin  kedepan lagi untuk  membangun bakat-bakat  pemuda-pemuda yang ada di kota Nabire.”

Kepada peserta yang hadir, dirinya juga turut meminta maaf. Permintaan maaf itu mewakili ketua KNPI Nabire yang berhalangan hadir karena satu hal dengan yang lain. Pada  kesempatan itu, sekitar pukul 19:00 Wp,  secara resmi, kepala lurah menutup pertandingan SIRIWINI CUP I.

Usai upacara penutupan, Koordinator pertandingan, Jeck Kobogau diberikan kesempatan oleh pembawa Acara Vicky Tebay. Sesi akhir dari acara itu, dibacakan pemain terbaik, top  skor dan penyerahan trofi serta uang pembinaan. 

Pemain terbaik turnamen SIRIWINI CUP I 2021, Nabire, Papua diberikan kepada pemain pemilik nomor punggung 10 dari Dogiyai Star FC, atasnama Nando Tebay. Tidak, haren mendapatkan label itu. Dan Nando, hemat kami,  kali kedua dinobatkan sebagai pemain terbaik di turnamen yang diselenggarakan di Nabire. Terakhir, Nando juga pernah menjadi pemain terbaik dalam iven piala bergensi Ipmanapandode se- Jawa Bali Cup di Nabire pada tahun 2017 lalu. Saat itu, Nando berkostum Lima Putra FC dengan nomor punggung  yang sama.

Selain itu, beberapa tahun terakhir, Nando juga pernah membela salah satu tim di Liga 2 tingkat nasional. Hal ini terbukti akan bakat dan minat yang dirinya geluti. Nando, oleh panitia memberikan tropi dan unag tunai Rp, 1 juta rupiah.

Selanjutnya, Top Skor jatuh kepada nomor punggung 11 dari tim kesebelasan Gerbang Papua FC, atasnama, Nikson Jagani dengan jumlah gol  yang dirianya cetak sebanyak 8 kali. Kepadanya diberikan satu buah tropi dan uang tunai  Rp 1.500 ribu rupiah.

Kemudian, 12 tim yang mendaftar dalam turnamen kali ini, Empat tim dari keluar sebagai juara. Juara Harapan dimenangkan oleh Koteka FC, kepada teman Koteka FC diberikan satu bua tropi dan uang tunai sebesar Rp, 2 jutah rupiah. Juara III  dimengkan oleh tim Kao FC. Diberikan satu buah tropi dan uang pembinanaan, sebesar  Rp, 2. 500 ribu rupiah. 

Jura II, jatuh kepada tim Sukacita FC. Kepadanya diberikan 1 buah tropi dan  uang pembinaan Rp. 4.500 ribu rupiah. Juara I diraih oleh tim kesebelasan Dogiyai Star  FC.  Dogiyai Star  DC  mendapatkan satu buah tropi dan uang pembinanaa sebesar  Rp, 6 juta rupiah.

Beto dan Martinus sedang berpelukan setelah 90 menit bermain keras di laga final

Usai penerimaan hadiah, Gat Tekege yang membawa Dogiyai Star FC  keluar sebagai juara mengatakan  kemenangan itu tidak membuat timnya  merasa cepat puas dan berhenti berjuang.

“Kami akan menunjukkan permainan terbaik kami di liga- liga lain yang akan diselenggarakan di Nabire,” ujar Gat Tekege yang juga pernah  membawa tim Nabire Putra mengikuti Kompetisi Liga 3 Zona Papua, pada 2018 lalu di Stadion Mandala Jayapura.

Mantan Pemain Persinab ini juga mengaku, dalam waktu dekat, pihaknya akan berlaga di turnamen sepakbola dari Migani Cup II.

“Untuk itu, Dogiyai Star FC yang keluar sebagai juara kali ini akan tampil di sana,” ujar penuh percaya diri dari sosok pelatih yang pernah membawa Persido Dogiyai masuk Enam Besar di zona liga III 2017 wilayah Papua ini kepada media www.kabarmapegaa.com.

Di turnamen  Migani Cup, pihaknya mempunyai target, harus lebih baik lagi [alur permainan dari para pemain] dari SIRIWINI CUP I.

Dalam kesempatan itu, dirinya menjelaskan sepintas awal mula dibentuknya tim sepakbola tim Dogiyai Star FC. “Kami baru dibentuk beberapa waktu lalu oleh salah satu legislator Papua Alfred Anouw  dan saya ditunjuk sebagai kepala pelatih.”

Gat Tekege, Pelatih Dogiyai Star FC

Namun, menurut hematnya, selama pertandingan kali ini, para pemain Dogiyai Star kami bertemu di lapangan setiap sore. Kekompakan dan permainan yang baik, kata Gat, telah mereka tunjukan. Namun kata dia, ada beberapa kekurangan yang perlu dibenahi oleh para pemain yang dia bina.

“Kekurangan-kekurangan itu telah saya cacat dan akan saya perbaiki di turnamen  Migani Cub,” terang Gat Tekege yang juga sebagai senior di dunia persepakbola di Nabire ini.

Gat Tekege yang setia mendampingi liga persahabatan yang diselenggarakan oleh pelajar dan mahasiswa luar Papua tiap tahun ini mengaku, memenangkan pertandingan tersebut (Siriwini Cup I) tidak semuda membalik tepalak tangan. Dogiyai Star telah melakukan latihan tiap sore dan siap untuk bertempur.

Harapan kedepan, kata Gat, pemain tetap menjaga stamina. Dan Dogiyai Star akan berlaga terus di turnamen-turnamen berikutnya.

Sebagai senior yang sudah lama terjung dalam dunia sepakbola, dia juga mengkritisi PSSI Nabire. “PSSI Nabire, selama ini tidak membuka peluang dan ruang kepada adik-adik kami. PSSI Nabire tidak pernah  mengadakan turnamen seperti ini [sepak bola] padahal di Nabire dikenal dengan kota bola kaki.”

Untuk itu, pihaknya berharap, pemerintah daerah Nabire dalam hal ini pihak-pihak yang berwenang dituntut agar segera mengadakan turnamen seperti halnya yang dilakukan oleh komunitas-komunitas yang ada di Nabire.

“Hal ini penting karena melihat anak-anak muda yang berkembang saat ini rata-rata telah terjung di dunia sepakbola dan bakat itu tidak diragukan untuk kemudian hari membawa nama Nabire khususnya dan lebih luasnya Meepago serta pada umumnya Papua  ke kanca nasional,” tutup Gat Tekege sosok yang setia mendampigi pertandingan  sepakbola IPMANPANDODE SE-JAWA BALI CUP sejak 2007 awal mula diadakan turnamen ini dalam rangkah pencarian dan natal yang tiap tahun digelar di Nabire.

Sementara itu, turnamen yang berturut-turut diadakan oleh komunitas-komunitas yang ada di Nabire, membuka lapangan kerja bagi mama-mama Papua untuk meningkatkan perekonomian bagi warga.

 

Pewarta: Manfred Kudiai

#Olahraga

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait