Dukungan Terhadap Papua dalam Peringatan IWD 2020 Yogyakarta

Cinque Terre
Aprila Wayar

21 Hari yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Freelance Journalist
Aksi Peringatan International Women's Day 2020 di Yogyakarta (Aprila/Kabarmapegaa)

Yogyakarta, KABARMAPEGAA.com Aksi Komite International Women’s Day yang digelar pada Minggu (8/3) berlangsung aman dan terkendali. Berbagai persoalan perempuan diusung dalam bentuk poster. Diantaranya terdapat dukungan terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi Papua dan Perempuan Papua.

“Setiap hari perempuan Papua dibunuh! Moncong senjata merenggut banyak nyawa perempuan Papua,” kata Marsinah Dhede, salah satu orator dari Perempuan Mahardika dalam aksi yang berakhir di Titik Nol Kilometer, Malioboro, Yogyakarta ini.

Menurutnya, perempuan Papua adalah pihak yang paling banyak mendapat kekerasan dan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebaiknya negara membiarkan Papua menentukan nasibnya sendiri.

Sementara itu, di tempat yang sama, Shinta Maharani, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta menilai bahwa ini adalah momentum penting bagi jurnalis perempuan untuk terus berefleksi dan terus bergerak mengupayakan perjuangan demokrasi dan hak asasi manusia.

“Perempuan menjadi golongan yang paling rentan mengalami kekerasan di wilayah konflik, salah satunya adalah Papua,” katanya.

Lanjut Shinta, jurnalis perlu mendapatkan akses seluas-luasnya untuk melakukan peliputan di Papua. Pemerintah harus membuka seluas-luasnya akses untuk jurnalis sehingga dapat menyampaikan informasi ke publik dengan jernih sesuai semangat Undang-undang Keterbukaan Informasi.

“Kemanusiaan tidak akan pernah terwujud tanpa kesetaraan. Jalan masih panjang dan perjuangan mencapai keadilan tidak berakhir hanya saat hari peringatan,” pungkasnya.

Beberapa tulisan yang muncul di dalam poster diantaranya: Kemerdekaan ialah hak segala bangsa termasuk West Papua, Hak menentukan nasib sendiri adalah solusi paling demokratis, Stop killing People in the name of NKRI.  (*)

Baca Juga, Artikel Terkait