Emanuel Gobai: SHP  Upaya mengatasi persolan hukum di Paniai dan Papua

Cinque Terre
Alexander Gobai

6 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

PANIAI, KABARMAPEGAA.com--Menciptakan Tenaga Sukarelawan Bantuan Hukum  Paniai  dan pada umumnya Papua  agar mengetahuai   seperti apa proses hukum pidana, perdata serta  memahami   Ilmu Pengantar Hukum dan Pengantar Pidana supaya mengatasi setiap  masalah-masalah yang terjadi di wilayah Paniai sesuai dengan proses hukum yang berlaku di negara Indinesia.

 

Hal ini disampaikan oleh pendiri Sekolah Hukum Papua (SHP) di Paniai, Emanuel Gobai, usai resmi membuka SHP didampingi wakil Kepala Sekolah, Tinus Pigai beserta toko masyarakat, Egel Tekega bertempat  gedung serba guna Uwatawogi Yogi, Kab. Paniai, Selasa (30/1/2018)  belum lama ini.

 

“Persoalan yang terjadi diantaranya penganiyaan, pengoroyokan, penyiksaan, penembakan dan pembunuhan serta mal admistrasi, perampasan hak-hak masyarakat adat hingga diskriminasi selalu terjadi di tengah kehidupan masyarakat di Paniai,” jelas aktivis LBH Yogyakarta ini.

 

Menurutnya, penegakan hukum dan HAM masih jauh dari harapan pembentukan lembaga peradilan di indonesia dan salah satu hambatan dalam penegakan Hukum dan HAM di paniai adalah terbatasnya pemahaman masyarakat tentang pengetahun hukum dan ketidak profesional penegak hukum dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

 

“Untuk itu, SHP tingkat Dasar yang bersifat misi kemanusiaan hadir di Paniai sembari untuk memanfaatkan UU No.16 tahun 2011 tentang Bantuan Hukum berdasarkan prinsip setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan Hukum,” katanya.

 

Baca Juga: 

 

Sementara itu wakil kepala SHP, Tinus pigai mengatakan kehadiran SHP ini tujuannya untuk mengajak dan mendidik masyarakat Paniai tentang pengetahuan Hukum dan HAM.

 

“Sebagai langka awal telah memberikan materi tentang dasar-dasar hukum, cara pengambilan foto serta cara menyimpan dukumentasi  selama dua hari terhitung dari tanggal 30- 31 Januari,” katanya.

 

Dalam kesempatan ini, sedikitnya terdapat   26 siswa/peserta yang diwakili dari  toko agama, toko masyakarakat, toko pemuda, toko perempuan dan toko dewan adat Paniai serta Ikatan alie, utusan dari gereja Kingmi Jemaat kalvari, Anthiokia, Eklesia, umat katolik  Iyaitaka.

 

“Dalam menyampaikan meterinya sangat baik sehingga kami mendapatkan  gambaran tentang hukum  maupun dokumentasi dengan demikian kehadiran SHP  di Paniai sangat membantu kami,” katanya.

 

Untuk itu, Kata Pigai, mari kita belajar bersama untuk mempersiapkan  tenaga sukarelawan LBH untuk melindungi dan menegakan hukum dan HAM di wilayah Paniai  khususnya dan Papua pada umumnya.

 

Pewarta: Yulianus Nawipa

Editor   : Manfred Kudiai/KM

Baca Juga, Artikel Terkait