Evakuasi Heli Kopter  MI-17:  Pendoropan Aparat Indonesia ke Pengubin

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

7 Bulan yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Puluhan aparat Dikirim ke Pengubin, Evakuasi Heli Kopter MI-17. (Doc-TPNPB/OPM)

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Wakapendam 17 Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi kepada media belum lama ini menyatakan Helikopter milik Penerbangan TNI AD yang hilang kontak saat terbang dari Bandara Oksibil ke Bandara Sentani Jayapura tersebut hingga pukul 21.00 WIT pada tanggl 28 Juni 2019 lalu yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

 

Belum lama kemudian, TPNPB Ngalum Gupel, Kamis (5/1)  klaim bertanggungjawab atas tembak jatuh Helikopter milik TNI dan semua senjata telah menjadi milik TPNPB.

 

Untuk  evakuasi korban Helikopter MI-17 Jatuh di Oksibil Papua itu, dikabarkan sedang dilakukan pengiriman Pasukan Keamanan Indonesia ke  Pegunungan Bintang.

 

Pada hari ini, Selasa (11/2) Pihak  Manajemen Markas Pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) melaporan saat ini sedang terjadi  pendropan Pasukan Kemanan Indonesia terus berlangsung ke Kabupaten Pegunungan Bintang dari Jayapura, Papua.

 

Dalam lapaoran yang diterima media, pihak TPNPB mengatakan Pasukan Kemanan Indonesia menggunakan Helikopter  telah  berhasil  tiba  di  tempat jatuhnya  helikopter, tetapi Helikopter tidak bisa mendarat sehingga mereka turunkan Pasukan menggunakan Tali Kawat Siling.

 

“Ada laporan lain oleh Papua Intelligents Services mengatakan bahwa Pimpinan Militer dan Polisi Indonesia kerja sama Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang masih   melakukan   negoisasi   dengan   Para   Tua-Tuan   Adat   dari   Oksibil, Pegunungan Bintang guna lakuakn penawaran Kepada TPNPB dibawah Pimpinan Bridgen Lamek A Taplo,” paparnya dalam siaran pers.

 

Laporan PIS ini juga menyebutkan bahwa tujuan negoisasi adalah supaya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat jangan lakukan perlawanan, karena mereka mau Perjuangan Papua Merdeka harus lewat damai melalui Indigenous Forum di PBB atau WPIA.

 

“Setelah koordinasi, Kami Tenatara Pembebasan Nasional Papua Barat secara resmi menolak usaha Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang bersama tokoh-tokoh masyarakat dari Kelompok West Papua Iindigenous Association (WPIA) di Oksibil,” katanya.

 

Dalam hal ini secara resmi pula TPNPB-OPM menyatakan bahwa “Perang Pembebasan Nasional Papua Barat”  yang telah dan sedang diperjuangkan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat tidak akan berhenti, namun Perang pembebasan Nasional akan berlanjut terus sempai Papua merdeka Penuh  dari Tangan Pemerintah Koolonial Republik Indonesia.

 

Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sambom membenarkan  hal ini. “Laporan tentang situasi Pendropan Pasukan Keamanan Indonesia dan Proses Evakuasi Korban Heli Jatu di Kabupaten Pegunungan Bintang-Papua, dan Markas Pusat Tentara   Pembebasan Nasional Papua Barat bertanggungjawab atas laporan ini. Terima Kasih atas Perhatian serta kerja sama yang baik,” ujarnya.

 

Sementara itu, laporan Liputan6.com, Edisi (11/2) mengatakan Sebanyak 60 personel TNI-AD disiagakan untuk mengevakuasi korban helikopter MI-17 yang jatuh di sekitar Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

 

Personel TNI yang disiagakan itu kini sudah berada di wilayah Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua dengan didukung tiga helikopter milik TNI-AD. Waka Pendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi belum bisa memastikan kapan evakuasi dilaksanakan.

 

“Hari ini, tim masih meninjau dari udara untuk melihat lokasi untuk mendroping personel yang akan melakukan evakuasi,” kata Dax seperti dikutip dari Antara, Selasa (11/2/2020).

 

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Politik

#TPNPB-OPM

Baca Juga, Artikel Terkait