Feminis Dunia, Nawal El Saadawi Tutup Usia

Cinque Terre
Aprila Wayar

2 Bulan yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Freelance Journalist
Nawal El Saadawi di Madrid, 2015 (Sumber: digismak.com)

 

KABARMAPEGAA.com, Yogyakarta – Nawal El Saadawi, tokoh feminis dunia asal Mesir meninggal dunia dalam usia 89 tahun pada Minggu (21/3) berdasarkan pemberitaan media Mesir.

Nawal El Saadawi bukan nama yang asing bagi kaum feminis dan juga pecinta sastra tanah air. Ia lahir di sebuah desa di luar Kairo pada tahun 1931, anak kedua dari sembilan bersaudara. El Saadawi menulis novel pertamanya pada usia 13 tahun. Ayahnya adalah seorang pejabat pemerintah, dengan sedikit uang, sedangkan ibunya berasal dari latar belakang kaya.

Ia menulis banyak buku tentang perempuan dan Islam, dengan perhatian khusus pada praktik pemotongan alat kelamin perempuan di masyarakatnya. Ia digambarkan sebagai "Simone de Beauvoir dari Dunia Arab" dan sebagai "perempuan paling radikal di Mesir."

“Perkenalan saya pada pemikiran-pemikiran feminisme sebenarnya dimulai setelah saya membaca karya-karya El Saadawi yang menggambarkan posisi perempuan dalam masyarakat Mesir yang sangat patriarkhis. Persis dengan posisi Perempuan di Papua,” kata Esther Haluk, aktivis perempuan Papua kepada KABARMAPEGAA.com melalui seluler, Minggu (21/3/2021) malam.

El Saadawi banyak mengilhami Haluk untuk aktif membicarakan pola-pola relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan di dalam masyarakatnya dan bagaimana melibatkan laki-laki dalam mengubah paradigma berfikir yang sangat patriarkhis. Haluk mengaku sangat sedih saat membaca berita kepergian pejuang hak-hak perempuan ini.

“Ya, karena tidak banyak perempuan yang mendobrak tatanan baku relasi kuasa antara perempuan dan laki-laki selama ini dengan cara yang epik dan menyenangkan, yaitu lewat novel,” ujar Haluk.

Sementara itu, Shinta Maharani, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta di laman facebooknya pada Minggu (21/3/2021) malam, berisi rasa terima kasih kepada El Saadawi untuk karya-karyanya.

“Rest In Peace, Nawal. Terima kasih untuk karya-karyamu yang provokatif dan berbahaya. Perempuan di Titik Nol,” tulis Shinta.

Adapun karya-karya Nawal El Saadawi yang telah diterjemahkan luas ke dalam Bahasa Indonesia diantaranya yaitu Perempuan di Titik Nol, Matinya Seorang Mantan Menteri, Love in The Kingdom of Oil, Memoar Seorang Dokter Perempuan, Perempuan Dalam Budaya Patriarkhi dan masih banyak lagi. (Aprila Wayar)

#Budaya

Baca Juga, Artikel Terkait