Gereja Baptis Papua Lindungi 370 Kepala Keluarga Muslim di Wamena

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

13 Hari yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Gembala Dr. Socratez S.Yoman. Ist. (sumber: Tifaonline.com)

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com-- Presiden  Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua, Pdt. Dr. Socratez S.Yoman mengatakan piahkanya telah menerima loporan dari Gembala Sidang Gereja Baptis Wesaroma Pikhe Wamena, Gembala Simet Yikwa, S.Pd bahwa Gereja telah lindugi 370 KK beragama Musim di Wamena sejak  peristiwa kericuhan menimpah kota Wamena dan sekitarnnya.

 

“Gembala Simet Yikwa, S.Pd melaporkan kepada saya sebagai Presiden Persekutuan Gereja Baptis Papua, bahwa pada 23 September 2019 terjadi pembakaran rumah, toko, kios di Wamena, bahkan pembunuhan,” papar  Yoman dalam pernyataan tertulis yang diterima media ini, Sabtu (5/10/2019).

 

Yoman menjelaskan, ketika ada kelompok massa merusak dan membakar, membunuh orang-orang yang tidak bersalah, Gembala Simet Yikwa dengan istrinya Serina Kogoya, Pdt. Erius Wenda, majelis Gereja Derpin Wenda melindungi 370 Kepala Keluarga Muslim dan anak-anak mereka dalam gedung ibadah Jemaat Baptis Wesaroma Pikhe.

 

“370 Kepala Keluarga Muslim dan anak-anak dilindungi dari jam 10.00-15.00. Walaupun rumah, kios, tokoh dan harta benda terbakar, tapi 370 Kepala Keluarga dan anak-anak semua selamat,” katanya.

 

Kata Yoman, Gembala Simet Yikwa melaporkan, bahwa "sebagian kami selamatkan digedung ibadah, sebagian kami lindungi di belalang rumah saya, dan sebagian mereka dilindungi di rumah Hengky Yikwa anggota Jemaat Baptis dan juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Mamberamo Tengah."

 

"Pada jam 15.00 TNI datang jemput sahabat-sahabat kami dan dibawa ke Markas Kodim Wamena. Menurut kami, sebenarnya mereka aman karena kami bertanggungjawab jaga mereka. Kalau mereka lapar, kami sama-sama makan ubi dari kebun kami. Tapi, tidak masalah karena mereka merasa lebih aman dilindungi TNI-Polri," katanya.

 

"Waktu saya dengan istri sibuk melindungi kawan-kawan Muslim, ada yang marah dan bakar motor saya. Saya diteriaki kelompok Barisan Merah Putih. Tetapi, saya dengan istri sampaikan kami laksanakan ajaran Tuhan Yesus dan juga ajaran Alkitab," ujarnya.

 

"Saya sampaikan kepada yang bakar toko dan kios dan yang niat membunuh, bahwa teman-teman Pendatang dan Muslim bukan musuh kami. Kami punya tanggungjawab untuk menjaga dan melindungi mereka. Kalau kamu mau membunuh teman-teman pendatang, lebih baik kamu membunuh saya duluan. Apa salah mereka? Saya punya kewajiban iman dan moral serta bertanggungjawab lindungi dan jaga mereka," tulis Yoman meneruskan pesan yang disampakan dari Wamena, Papua.

 

"Saya dengan istri saya, Pdt. Erius Wenda dan Derpin Wenda sangat bergembira dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus karena kami telah menjadi sahabat, kawan dan teman sejati kawan-kawan Muslim dalam ancaman dan amukan massa yang marah.

 

"Kami berdoa dan berharap supaya teman-teman Muslim bisa kembali dan hidup bersama-sama dengan kami. Karena kami penjaga dan pelindung saudara-saudara Muslim dan sebaliknya mereka juga pelindung dan penjaga kami."

 

Gembala Sidang Gereja Baptis Agamua, Inanius Wenda, S.Pd. juga melindungi kawan-kawan Muslim dalam jumlah yang besar. Ada massa yang marah dan ancam gembala, tetapi gembala Inanius Wenda mengatakan: "lebih baik bunuh saya lenih dulu dan kemudian sakiti mereka. Kaum pendatang dan Kaum Muslim tidak buat salah dan saya sahabat mereka."

 

Adapun majelis dan bendahara gereja Baptis Walani, Yafet Wakur melaporkan, bahwa mereka melindungi kaum pendatang dan kaum Muslim di lokasi giling batu dan pembakaran batu tela di Walani. Dari mereka tidak ada yang menjadi korban.

 

Melihat dari pekerjaan kemanusiaan yang mulia ini, saya sebagai Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua menyampaikan seruan bahwa:

 

MUSUH Kita Bersama ialah:

  1. Forum Pembela Islam (FPI).
  2. Masyarakat Nusantara, Milisi dan Barisan Merah Putih yang membacok, menikam dan membunuh Penduduk Asli Papua.
  3. Islam radikal dan reaksionist yang melawan Penduduk Asli Papua.

 

“Mari, Anda Kristen atau Muslim, Anda Penduduk Asli Papua atau Pendatang, kita bersama-sama Melawan RASISME dan Kekerasan atas nama Agama. Kita melawan HOAX yang diciptakan penguasa sedang berjalan telanjang sekarang ini. Kita bersama-sama menjaga martabat manusia dan memperjuangkan keadilan yang nyata demi mewujudkan kehidupan harmoni dan perdamaian permanen di Tanah Papua dari Sorong-Merauke,” jelas Yoman.

 

Akhir dari laporan sementara ini, saya selaku Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sedalam-dalamya kepada Gembala Simet Yikwa dengan istrinya, Pdt. Erius Wenda, Majelis Derpin Wenda, Gembala Inanius Wenda dan Majelis Yafet Wakur karena Anda telah menjadi kawan, sahabat, saudara sejati kaum Mulsim dan Pendatang yang Anda lindungi. Anda pahlawan Kemanusiaan. Tuhan Yesus memberkati Anda.

 

“Ini hanya laporan sementara dan belum lengkap. Terima kasih. Ita Wakhu Purom, Jumat, 4 Oktober 2019. Tertanda Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua, Presiden Gembala Dr. Socratez S.Yoman,” tulisnya mengakhiri.

 

Untuk diketahui, laporan diatas ini sebagai laporan  pendahuluan/Sementara. Laporan lengkap akan disampaikan beberapa minggu ke depan.

 

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

 

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait